
“ Dah Ra! Sampai ketemu hari senin. Semoga akhir pekan mu menyenangkan.” Pamit Abel kepada Naura setelah mereka telah tiba di kampus dan Naura menolak untuk diantar pulang oleh Abel.
“ Iya Bel, sampai jumpa hari senin.” Balas Naura yang melambaikan tangannya.
Semua mahasiswa telah kembali ke rumah mereka masing – masing. Melihat mereka di jemput oleh keluarga, teman ataupun pacar mereka dengan mobil membuat Naura sedikit minder. Namun perasaan itu ditepis Naura jauh – jauh. Ia harus semangat memulai pendidikan di kampus elit ini dengan segala kemampuannya. Ia tidak memikirkan hal – hal yang dapat mengganggu konsentrasi belajarnya agar nilai – nilainya kelak tidak menurun yang dapat mempertaruhkan beasiswanya.
‘ Semangat Naura! kau pasti bisa!’ gumam Naura sambil menyemangati dirinya. Ia pun bergegas menuju halte bus yang akan mengantarkannya pulang ke kos.
Tiiiiinnnnn tiiiiinnnn, terdengar suara klakson mobil sport berwarna merah yang disengaja dibunyikan tepat di samping Naura. Mendengar hal itu, Naura merasa kesal dan menajamkan penglihatannya agar bisa menembus ke dalam mobil.
‘ Ish dasar, sementang kau naik mobil seenaknya saja membunyikan klakson begitu kuat di sebelahku. Awas saja kau jika keluar dari mobilmu.’ Gumam Naura
Setelah menunggu beberapa saat, si pengemudi membuka kaca jendela mobilnya.
“ Naiklah! jika kau menunggu bus itu, kau tidak akan pulang tepat waktu.” Ucap si pengemudi kepada Naura.
“ Kak Arlan. Tapi....i tadi kakak..” ucap Naura terkejut
“ Sudah cepat naiklah, jika kau masih berdiri di sana kau akan membuat kemacetan yang panjang.” Potong Arlan. Ya pengemudi mobil sport tersebut ialah Arlan. Sebelum mereka tiba di kampus, Arlan menyuruh supir keluarga Kusuma untuk mengantarkan mobil sport kesayangannya.
Melihat Naura keberatan membawa barang – barangnya, ia pun bergegas turun dan langsung menyambar ransel dan tas jinjing yang ada di tangan Naura. segera ia memasukkannya ke dalam mobil.
“ Jangan Kak, biar Aku saja yang bawa.” Tolak Naura namun sudah terlambat.
“ Kenapa?” tanya Arlan
“ Ya aku tidak enak saja nanti dilihat orang.”
“ Lalu.”
“ Ya pasti mereka akan iri kepadaku karena mempunyai supir sang idola kampus.” Ucap Naura
“ Kau.... ah sudahlah! Cepat naik.” Ucap Aran kesal langsung naik ke mobil dan membiarkan Naura membuka pintu sendiri.
Melihat wajah kesal Arlan, membuat Naura tersenyum senang. Dengan wajah yang masih tersenyum Naura langsung Masuk ke mobil.
“ Maaf kak! Tidak sengaja. Tapi benar lho, jika anak – anak melihat kejadian tadi pasti mereka iri kepada Naura si gadis desa yang di antar pulang oleh seorang idola kampus.” Ucap Naura masih tersenyum
“ Ehm...kenapa kau sesenang itu?”
“ Tentu saja kak, berarti level seorang Naura hebat dong! Sehingga bisa berbicara dengan kak Arlan secara langsung” ucap Naura dengan PD nya.
“ Ohya! Sombong sekali.”
“ Bukan sombong lho kak, tapi memang kenyataannya kan. Seperti yang dikatakan oleh wanita yang dijodohkan dengan kakak.”
“ Kau....jangan pernah kau bicara seperti itu lagi. Aku dan dia tidak akan dan pernah mau dijodohkan. Aku masih bisa mencari jodohku sendiri.” Ucap Arlan sedikit kesal
__ADS_1
Melihat Arlan semakin kesal jika membahas Carissa, entah mengapa membuat hatinya sangat lega dan plong.
“ Benarkah! Maaf kak. Itu kan menurut pengakuannya.” Bela Naura
“ Terserah kau, asal jangan kau ungkit wanita itu lagi.”
“ Baiklah kak.” Kata Naura dan tidak berani lagi memandang Arlan. Ia melihat keramaian kota dengan membuka sedikit kaca jendela mobil dan merasakan wajahnya yang diterpa angin sore hari.
Arlan menyadari perubahan warna wajah Naura yang langsung terdiam.
Dengan mencuri – curi pandang dari kaca spion membuat Arlan mengukirkan senyuman di bibirnya.
Tanpa di sadari oleh Naura, Arlan melajukan mobilnya ke arah yang berlainan dengan arah kosnya.
Tidak membutuhkan waktu yang lama Arlan berhenti di suatu tempat rumah makan yang bernuansa alam.
Sebuah rumah makan, yang di bangun di alam terbuka menyajikan pemandangan yang indah di pandang. Para pengunjung akan di manjakan dengan pemandangan danau buatan dan pohon – pohon yang rimbun.
“ Turunlah, kita sudah sampai.” Titah Arlan
“ Ah baiklah kak. Terima...kita dimana kak!” ucap Naura terkejut dan memotong ucapannya sendiri. Seketika Naura membelalakkan matanya saat ia turun dari mobil dan langsung disuguhkan dengan pemandangan danau buatan yang sangat indah. Ia baru menyadari bahwa ini bukanlah inde kosnya.
“ Temani aku makan, ku dengar semua makanan di sini sangatlah enak.” Ucap Arlan langsung menarik tangan Naura yang masih bengong.
“ Selamat datang Tuan. Sudah lama sekali Tuan tidak mengunjungi kami!” Sapa kepala pelayan di rumah makan ini sambil menundukkan tubuhnya
“Ehm,,,maaf aku masih sibuk menyelesaikan skripsiku Pak Johny.” Kata Arlan sambil berlalu melewati kepala pelayan dan ia pun mengikuti tuannya dari belakang.
“ Selamat datang Tuan!” ucap mereka serentak yang dibalas anggukan kepala oleh Arlan.
Semua staf saling berbisik – bisik melihat kedatangan Tuannya kali ini membawa seorang wanita untuk pertama kalinya. Selama rumah makan ini di bangun lima tahun yang lalu, Tuannya hanya membawa teman – temannya saja dan tidak jarang ia datang sendiri.
“ Siapa wanita yang bersama Tuan Arlan? Apakah itu pacarnya Tuan?” Bisik seorang pelayan wanita berambut pendek kepada temannya yang di samping.
“ Entah lah, yang jelas kedatangannya kali ini pasti hari yang spesial bagi Tuan.” Balas temannya yang berwajah oriental.
Dan semua pelayan hanya bisa menebak – nebak tanpa berani bertanya secara langsung siapa wanita yang berhasil mendekati manusia es tersebut.
Silahkan Tuan!” ucap Pak Johny mempersilahkan Arlan duduk di kursi yang mengarah langsung ke danau.
“ Terima kasih Pak Johny, sekarang pergilah, jangan terlalu berlebihan.” Ucap Arlan
“ Baiklah Tuan, saya permisi.” Undur pak Johny
“ Kenapa mereka sampai begitu hormatnya menyambut kakak?” tanya Naura penasaran yang sejak kedatangan mereka langsung mendapati sambutan yang spesial bahkan mengalahkan sambutan kepada seorang pejabat.
“ Itu salah satu daya tarik dari rumah makan ini. Jadi jangan kau pikirkan. Sebentar lagi makanannya akan tiba.” Ucap Arlan. Ya, Arlan merupakan pemilik dari Rumah makan ini, lima tahun yang lalu ia mencoba merintis sebuah rumah makan yang memanfaatkan lokasi danau buatan yang tidak terawat. Setelah ia berhasil mendapatkannya, ia pun berusaha membuka sebuah tempat yang dapat menarik para pemuda – pemudi untuk tempat nongkrong – nongkrong bertema kan alam terbuka.
__ADS_1
Dengan ketekunan dan keahlian yang dimilikinya, Arlan berhasil membangun rumah makan yang dapat membuka lapangan pekerjaan bagi orang – orang yang sulit mendapat pekerjaan jika hanya mengandalkan ijazah sarjana. Kebanyakan para pelayan di sini merupakan orang – orang yang pernah memiliki keputusasaan dalam menjalani hidupnya.
Melihat kegigihan mereka, Arlan pun merekrut mereka menjadi pekerja dan mengelola rumah makan ini agar mereka dapat menjadikan diri mereka berguna. Karena jasa Arlan begitu besar kepada mereka, mereka pun dengan giat dan semangat untuk memajukan rumah makan yang menampung mereka. Dan mereka pun begitu segan dan menghormati Arlan.
“ Silahkan dinikmati Tuan!” Ucap pak Johny mempersilahkan Arlan untuk memakan hidangan yang telah disajikan.
“ Terima kasih Pak Johny.” Balas Arlan
Naura begitu takjub dengan semua menu yang disajikan oleh pelayan rumah makan ini. Baru kali ini dalam seumur hidupnya melihat secara langsung menu makanan orang – orang kaya. Bahkan ia bisa memakannya tanpa takut
memikirkan berapa jumlah yang harus dikeluarkan.
“ Makanlah, jika tidak kau akan ku suruh untuk membayar ini semua.”
“ Hah,,,, kerja seumur hidup pun aku tidak bisa membayarnya kak. Baiklah aku akan segera menghabiskannya.” Ucap Naura yang langsung menyantap makanannya dengan lahapnya
Melihat ekspresi Naura dan dengan lahapnya ia makan membuat Arlan tersenyum melihat Naura menghabiskan makanannya. Bahkan makanan milik Arlan tidak disentuhnya. Menyadari ia diperhatikan Naura menghentikan makannya.
“ Maaf kak! Aku sudah berusaha makannya tidak balapan kok. Dan kenapa makanan kakak masih utuh? Selera makan kakak terganggu ya melihat aku makan.” Ucap Naura merasa bersalah
“ Tidak, lanjutkan saja makanmu. Melihat kau makan aku sudah kenyang.” Kata Arlan yang memang sengaja mengajak Naura makan malam terlebih dahulu.
“ Yakin kakak sudah kenyang? Kalau begitu jangan menyesal ya jika makanan kakak ku makan juga. Daripada mubazir kan sayang.” Kata Naura tanpa rasa sungkan menyambar makanan milik Arlan
“ Dasar kau ini, tubuhmu sangat kecil tapi nafsu makanmu seperti badak.” Ledek Arlan
“ Terserah kakak mau bilang apa, kata emak kita jangan membuang – buang makanan karena di luaran sana masih banyak yang kelaparan. Seharusnya kita bersyukur masih diberi nikmat rezeki makanan yang enak – enak contohnya makanan ini” Jelas Naura yang langsung memasukan makanan ke dalam mulutnya dengan suapan yang besar.
Mendengar ucapan Naura membuat Arlan semakin mengagumi sikap Naura. Yang sangat berbeda dengan wanita – wanita pada umumnya. Tanpa di sadarinya senyuman di bibirnya terus terukir melihat tingkah Naura.
“ Alhamdulillah, terima kasih kak! Sudah mengajak ku makan di sini. Selain makanannya yang enak, tempatnya juga sangat indah. Apa lagi suasananya yang sangat syahdu bagi pasangan muda – mudi di saat menjelang matahari terbenam di danau ini. Ah romantisnya!” ucap Naura yang terbawa suasana sambil berkhayal.
“ Kau senang?” tanya Arlan
“ Ehm,, senang sekali kak. Aku merasa selalu bersyukur bila bertemu dengan kakak. Kakak selalu memberikan hal – hal yang tidak mungkin terjadi bahkan dalam mimpi sekalipun.” Ucap Naura sedih
“ Ah syukurlah!” kata Arlan lega sambil menatap lurus danau buatan yang ada di depannya.
Melihat wajah Arlan yang fokus memandang ke depan dengan wajah seriusnya membuat Naura mengagumi sosok yang ada di depannya.
‘ Ya Allah begitu sempurna makhluk ciptaan Mu yang tepat berada di depanku. Pantaskah aku menggapainya?’ Ucap Naura dalam hatinya sambil melihat wajah Arlan yang begitu mempesona dan melelehkan jiwa Naura.
Tidak ingin Arlan mengetahui wajah Naura yang merah merona, Naura bergegas permisi ke toilet.
“ Kak , aku permisi ke toilet sebentar ya!” Pamit Naura yang di angguki Arlan
“ Hah sadarlah Naura, kak Arlan tidak bisa kau jangkau jangan berharap lebih.” Ucap Naura sambil menepuk – nepuk pipinya di depan cermin
__ADS_1
“ Ckckck..ternyata penglihatanku tidak salah. Kau sudah naik level rupanya!” ucap seorang wanita muda yang masuk ke dalam toilet dan menegur Naura dari belakang.
Mendengar suara seseorang, Naura mengangkat wajahnya dan melihat bayangan wanita tersebut dari pantulan cermin yang ada di depannya. Setelah jelas melihat sosok yang ada di belakangnya Naura membelalakkan matanya terkejut.