Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 120 Honeymoon


__ADS_3

Pukul dua dini hari, mobil tiba di basemant pribadi utama hotel. Sementara Naura semakin tertidur pulas di dalam pelukan Arlan.


“ Kau istirahatlah! Besok pukul 07.00 kau jemput kami.” Titah Arlan kepada Axel sambil mengangkat tubuh ramping Naura.


“ Baik tuan.” Ucap Axel yang masih membantu Arlan menekan tombol lift menuju lantai 15 yang secara langsung terhubung ke kamar pribadi miliknya jika ia menginap di hotelnya.


“ Terima kasih!” ucap Arlan setelah pintu lift tertutup.


Dengan tangan kokohnya ia menggendong Naura yang sudah terlelap ke alam mimpi. Tak henti – hentinya ia memandang wajah lelap Naura dengan sesekali mengecup dahinya.


Tingg....lift sampai di depan pintu kamarnya. Dengan bergegas ia keluar dari lift dan membuka pintu kamarnya.


Dengan perlahan, ia pun meletakkan tubuh Naura ke ranjang yang berukuran king size. Dengan gerakan yang lembut tanpa ingin membangunkan Naura, Arlan membuka hijab Naura agar ia nyaman dalam tidurnya.


Dan tak lupa ia pun memberi kecupan selamat tidur untuk isterinya. Arlan bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya yang sudah berkeringat. Setelah memakai piyama tidur, ia pun membaringkan tubuhnya di sebelah isterinya yang sudah pulas.


“ Selamat tidur sayang! Kau pasti sangat lelah. Ck dasar tukang tidur.” Ucap Arlan yang menyingkirkan anak rambut ke balik telinga Naura.


Tanpa membutuhkan waktu yang lama dan rasa lelah yang juga menyerangnya, Arlan pun menyusul sang isteri ke alam mimpi.


Tringgg....tringg.....tringg..... jam alarm yang sudah di setel oleh Naura di handphone berbunyi dengan suara yang keras tepat pukul 05.00 pagi.


Dengan meraba – raba di sekitar tempat tidurnya, Naura mencari sumber asal suara tersebut. Dengan mata yang masih setengah terbuka, matanya tidak dapat menangkap cahaya yang ada disekitarnya karena minimnya cahaya yang ada di kamar.


Tanpa di sadarinya sebuah tangan yang kokoh telah melingkar di pinggangnya. Dengan pergerakan perlahan Naura berusaha mencerna apa yang terjadi. Saat tangannya menyentuh wajah seorang pria sontak membuatnya terkejut.


“ Kyaaaa...Astaghfirallahalazim...” teriak Naura terkejut yang juga membuat Arlan langsung terbangun mendengar teriakan Naura yang masih berada dalam pelukannya.


“ Ada apa sayang? Kau baik – baik saja?” tanya Arlan khawatir.


“ Mas Arlan? Kenapa ada di...Ya Allah. Naura lupa mas.” Spontan Naura menepuk jidatnya yang langsung ia menyentuh rambutnya. Ia tidak menyadari jika dirinya tidak memakai hijab.


“ Kau kenapa? Kenapa wajahmu sangat terkejut begitu?”


“ Maaf mas! Naura lupa kalau sudah menikah. Jadi saat terbangun tadi Naura sudah berada dalam pelukan seorang pria yang spontan membuat Naura terkejut.”


“ Dasar kau! Kenapa kau melupakan suami tampanmu ini hah...”


“ Maaf mas! Naura merasa seakan ini masih mimpi. Begitu juga dengan resepsi kemarin. Hehehehhe...”


“ Auuwww..sakit tahu mas! Kenapa mencubit pipi Naura?”


“ Untuk memastikan kalau ini bukan mimpi tapi kenyataan. Cup...” jelas Arlan setelah mencubit pipi chuby isterinya.


“ Cup...morning kiss di pagi pertama setelah menjadi isteriku.” Kecup Arlan memberika morning kiss kepada Naura.


“ Ih dasar! Kenapa tiba – tiba begitu sih!” cebik Naura yang beranjak dari ranjang dan langsung ke kamar mandi untuk bersiap – siap melaksanakan shalat subuh.


“ Ikut sayang!” teriak Arlan yang menyusul isterinya ke kamar mandi.

__ADS_1


“ Habiskan sarapanmu!” ucap Arlan menyantap sarapannya.


“ Baik mas!”


Mereka pun sarapan di dalam kamar agar menghemat waktu. Karena pukul 07.00 mereka akan pergi ke bandara.


Arlan dan Naura sudah berpakaian yang rapi tetapi santai. Mereka akan memakai voucer honeymoon yang di berikan oleh Aran beserta suaminya.


Kebutuhan mereka telah di urus oleh Axel sehingga Naura tidak perlu lagi untuk mempacking barang – barang yang akan mereka bawa.


Tok...tok...tok...terdengar sebuah ketukan dari pintu kamar hotel.


“ Kau lanjutkan makannya, biar aku yang membukanya.” Ucap Arlan yang di anggukkan oleh Naura.


“ Selamat pagi tuan! Bagaimana tidur anda?” sapa Axel.


“ Masuklah! Isteriku sedang sarapan 10 menit lagi kami akan selesai.”


“ Baik tuan!”


“ Axel Mas?” tanya Naura yang sudah merapikan meja makan dan mencuci piring kotor mereka.


“ Ehm...kalau sudah selesai bersiap – siaplah kita akan berangkat.” Jawab Arlan.


“ Sudah mas! Naura hanya mengambil tas ini saja. Karena barang – barang kita sudah di urus jadi Naura tidak repot lagi.” Ucap Naura.


“ Iya Mas!” jawab Naura yang membalas genggaman tangan Arlan.


Melihat tuannya tiba, Axel pun beranjak dari duduknya dan membungkukkan sedikit tubuhnya saat Arlan dan Naura melewatinya.


Dengan hormat Axel melayani sang tuannya. Setelah membukakan pintu belakang mobil untuk kedua tuannya, Axel pun bergegas duduk di kursi kemudi.


Dengan melajukan mobilnya, Axelpun dengan sigap memainkan kemudi mobil dengan mahir agar mereka tidak terlambat naik pesawat.


Tidak membutuhkan waktu yang lama, karena letak hotel yang sangat strategis membuat mereka tiba di bandara.


Kejutan yang dibuat Aran tidak sampai di situ saja. Saat mereka akan cek in para sahabat rempong Naura maupun kedua sahabat Arlan telah tiba terlebih dahulu di bandara untuk mengantarkan kepergian mereka honeymoon.


“ Selamat pagi pengantin baru? Bagaimana malam pertama kalian hah...” sapa Galih dengan mode jahilnya.


“ Tentu saja sangat menyenangkan. Benarkan sayang!” balas Arlan tak mau kalah dengan merangkul pundak Naura.


Mengerti akan maksud Arlan, Naura pun mendukung rencana suaminya.


“ Benar banget sayang! Benar – benar malam pertama yang sangat mengesankan.” Dukung Naura.


“ Aishh, kalian benar – benar di luar dugaan. Kelihatannya saja kalem ternyata buas.” Ucap Galih.


“ Ah, kak Galih jangan salah. Kalau sudah halal untuk apa pasang mode kalem.” Jawab Naura tanpa rasa sungkan.

__ADS_1


“ Ra! Kau ini..” timpal Abel


“ Benar kau sudah melakukannya?” tanya Nadia tidak percaya. Padahal baru kemarin Naura cerita kepada mereka bahwa ia masih takut dengan malam pertamanya.


Melihat kedua sahabatnya dengan wajah yang tidak percaya, membuat Naura tertawa senang.


“ Ehm...kalau tidak percaya segeralah menikah agar kalian tahu rasanya gimana. Iya kan sayang!” ucap Naura dengan wajah yang meyakinkan untuk mengerjai sahabatnya yang kepo.


“ Ah,,dasar kau ini. Wajahmu itu benar – benar menipu.” Cebik Abel.


“ hahahahahhahaha.....” Naura tidak dapat menahan tawanya melihat wajah kesal Abel dan Nadia.


“ benarkah kalian sudah melakukannya?” tanya Dennis dengan wajah yang serius.


“ Ehm...” jawab Arlan dan Naura menganggukkan kepalanya bersamaan.


“ Hei ...kalian ini kenapa sih! Kepo banget menginterogasi pengantin baru ini. Dasar kekanak – kanakan.” Ucap Andreal buka suara.


“ Diam kau! Anak kecil jangan ikut campur.” Ucap Galih.


“ Ish,,,,, tapi anak kecil ini sudah bisa buat anak kecil juga lho...” balas Andreal yang langsung di sambut tawa oleh yang lain.


Melihat kegaduhan yang mereka buat membuat orang – orang di sekitar bandara memperhatikan mereka.


“ Ohya, ngomong – ngomong kalian hari ini pada pengangguran ya? Pagi – pagi sudah tiba di sini.” Tanya Naura.


“ Benar! kami hari menjadi pengangguran setengah hari hanya untuk mengantar pengantin baru yang akan honeymoon.” Ucap Dennis.


“ Untuk itu, karena kami sudah menjadi pengangguran sepulang dari honey moon kalian harus membawakan kami oleh – oleh.” Timpal Galih.


“ Oleh – oleh apa?” tanya Naura.


“ Arlan junio....r.” Jawab mereka serentak yang membuat wajah Naura merah merona.


“ Kalian tenang saja. Akan kami berikan.” Ucap Arlan.


Setelah suara pemberitahuan menggema di ruangan membuat mereka harus menghentikan obrolan mereka.


“ Baiklah! Bersenang – senanglah kalian.” ucap Galih.


“ Selamat berbulan madu beb!” ujar Abel yang memeluk Naura.


“ Jangan lupa telepon kami kalau kau sudah tiba di hotel ya.” Timpal Nadia.


“ Terima kasih teman – teman! Kalian sudah mengantarku.” Haru Naura melihat kehangatan dari para sahabatnya.


“ Hati – hati bro!” ucap Dennis.


“ Dadaddaaahh....” mereka pun melambaikan tangan saat Arlan dan Naura memasuki area penerbangan untuk segera naik ke pesawat.

__ADS_1


__ADS_2