
“ Gak heran sih ya! Si Naura bisa membantu Naya untuk kuliah sedangkan dia saja masih kuliah juga. Ternyata ada kerja sampingannya toh!” ucap Bude Yati dengan ketusnya.
“ Benar – benar gak di sangka ya! Naura di sana menjadi perempuan panggilan. Aku pernah bilang kan waktu itu kalau mbak yu gak sanggup untuk nguliahkan Naura jangan sok – sok an deh.
Akhirnya demi membiayai hidupnya di kota dia memilih jalan yang instan.” Timpal Warni yang di angguki oleh bude Yati.
Kedua wanita julid ini semakin gencar menyebarkan gosip yang akhirnya berujung fitnah. Begitu juga dengan hari ini, mereka langsung mendatangi rumah orang tua Naura hanya untuk membahas foto Naura yang sedang berada di hotel pada dini hari dengan seorang pria.
Emak dan bapak hanya diam mendengarkan ocehan mereka yang berkicau tanpa berniat untuk di rem.
Emak dan bapak berusaha untuk menahan sabar agar tidak terprovokasi akan ucapan dari mereka berdua.
“ Memangnya kalian dapat foto – foto Naura itu dari mana hah?” tanya bapak dengan sabar dan dengan suara yang masih lembut.
“ Ya tentu saja dari Tari dong! Dia kan juga berada di kota sana.
Sudah sering Tari melihat Naura jalan berdua dengan laki – laki. Kadang mereka ke mall, dan ke restoran – restoran mahal gitu. Kalau dia benar – benar kuliah ngapai sampai sering jalan – jalan berdua dengan laki – laki. Kalau bukan perempuan yang beres apa lagi namanya coba!” jelas bude Yati
“ Iya benar tuh! Sangat disayangkan. Di tambah Naura sering lho bertemu dengan Laras yang dikabarkan juga pernah jadi perempuan simpanan om - - om. Bisa jadikan si Laras itu mengajak Naura.” timpal Warni.
“ Astagfirullahalazim, kalian jangan asal ngomong ya kalau tidak ada buktinya, ini sudah menjadi fitnah.” Ucap emak buka suara yang tidak tahan lagi mendengar ocehan – ocehan bude Yati dan Warni yang semakin menjadi.
“ Lha, bukti apa lagi hah, foto – foto tersebut sudah menjadi bukti yang jelas.” Seru bude Yati.
__ADS_1
“ Foto pun tidak bisa menjelaskan kejadian yang sebenarnya mbak! Foto dan kenyataannya belum tentu sama. Jadi bijak lah dalam melihat dan menilai sesuatu.” Jelas emak.
“ Hei Tanti, kau menuduh si Tari berbohong gitu. Sudah jelas Tari melihatnya langsung di hotel bersama dengan laki – laki yang bukan muhrimnya. Kau bilang itu tidak benar?” cerca bude Yati yang tidak terima anaknya di bilang pembohong.
“ Iya mbak yu, mau bukti apa lagi hah. Sudah jelas itu adalah foto diri Naura. ngapai seorang anak gadis berkeliaran pada tengah malam di hotel dengan laki – laki yang tidak dikenal.” Ucap Warni semakin memanas – manasi keadaan.
“ Nah Tanti kalau kau masih menyangkalnya, apa kau bisa menjelaskan siapa laki – laki yang bersama Naura itu hah...” seru bude Yati
Mendengar ucapan bude Yati yang sudah keterlaluan emak hanya diam saja, ia juga tidak tahu siap laki – laki yang bersama dengan Naura, selama ini yang ia tahu Naura pernah dekat dengan seorang anak laki – laki dari keluarga yang pernah ia tolong. Karena sikap Naura yang berani mempertaruhkan nyawanya demi menyelamatkan cucu dari keluarga kaya. Sikap mereka pun menghormati Naura dan memperlakukan Naura dengan sangat baik.
Emak tidak yakin dengan laki – laki yang ada di foto tersebut. Apakah dia orangnya atau orang lain.
“ Sudah lah Mbak, kenapa kalian selalu memojokkan Naura sih, memangnya apa untungnya bagi kalian hah. Sementara kalian juga punya anak perempuan kan! Jadi daripada kalian mengurusi hidup anak gadis orang lain lebih baik kalian memperhatikan anak kalian sendiri.” Jelas bapak mengingatkan.
Sementara di halaman rumah emak sudah banyak para tetangga yang berkumpul karena melihat keributan yang di sebabkan oleh bude Yati dan Warni.
“ Nah, kalau kalian ingin menyangkalnya coba kalian jelaskan siapa laki – laki yang bersama dengan Naura dan kalian ceritakan kejadian yang sebenarnya. Apa yang dilakukan Naura di hotel tersebut.” Tantangnya.
Emak dan bapak hanya saling pandang, mereka jelaskan pun akan percuma. Mereka pasti akan menyangkalnya. Begitu juga dengan warga lainnya. Mereka lebih mempercayai dengan foto – foto Naura yang sudah viral di media di sosial.
Di saat suasana hening, maka terdengar suara bariton yang sangat tegas yang mendekati kerumunan para emak – emak yang ingin menyaksikan kejadian yang sebenarnya.
“ Itu adalah saya.” Ucap seorang pria muda dengan tatanan rambut short french crop yang di padukan dengan setelan jas berwarna hitam.
__ADS_1
Semua orang yang berkerumun sangat terkejut dengan kedatangan seorang pria muda yang berjalan menghampiri mereka yang di belakangnya di ikuti juga dengan seorang pria yang memiliki gaya rambut slanted sweep juga dengan setelan jas yang berwarna hitam.
Mereka sangat penasaran dan bertanya – tanya siapakah kedua pemuda tersebut dengan berpenampilan yang terlihat seperti dari kota dan tentunya dari keluarga kaya.
Melihat mobil sedan hitam yang terparkir di halaman rumah Naura para warga yang lewat menyempatkan singgah untuk melihat mobil siapa yang telah terparkir. Mobil pejabat saja kalah, karena mereka sudah sering melihat mobil pejabat kecamatan dan kabupaten yang sangat jauh dengan mobil yang mereka lihat saat ini.
“ Sebelumnya saya minta maaf karena foto – foto saya dengan Naura tersebar di media sosial yang menimbulkan kesalahpahaman bagi orang – orang yang tidak bijak menilainya. Di sini saya mewakili Naura untuk mengklarifikasi kebenaran akan foto – foto tersebut agar masalah ini tidak menjadi fitnah yang dapat merusak nama baik keluarga Naura.” ucap pria muda tersebut dengan tegas.
“ Axel, tunjukkan pada mereka yang ada di sini rekaman dari cctv hotel dimana foto Naura di ambil oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab.” Titahnya kepada asistennya.
“ Baik tuan!” ucap asistennya yang bernama Axel memperlihatkan sebuah rekaman dari layar notepadnya.
Ya pria tersebut adalah Arlan dan Axel. Mereka langsung bergegas ke kampungnya Naura yang sudah geger akan fitnah tentang foto – foto Naura yang sudah tersebar di media sosial. Sebelumnya ia sudah bertemu dengan Rangga yang juga membahas masalah foto – fotonya dengan Naura. mereka pun bekerja sama untuk menyelesaikan masalah ini dan membuat pelajaran bagi orang yang sengaja menyebarluaskan foto – foto Naura.
Warga yang penasaran pun semakin mendekat agar dapat melihat dengan jelas rekaman cctv yang di putar oleh Axel. Mereka pun mengelilingi Axel seperti melihat layar tancap yang menayangkan sebuah film. Sementara emak dan bapak hanya bertanya – tanya siapakah pemuda ini yang kelihatannya sangat mengenal Naura.
Setelah mereka melihat rekaman cctv yang berasal dari hotel, mereka sangat terkejut akan kenyataan yang baru saja mereka ketahui. Berbagai spekulasi dan ekspresi yang timbul dari wajah para warga. Pandangan mereka pun langsung mengarah ke bude Yati dengan tatapan yang tidak dapat di artikan secara satu persatu.
“ Kalian bisa menilainya sendiri, dan saya menjamin kalau rekaman cctv ini benar – benar asli tanpa adanya editan dan rekayasa. Karena saya sendirilah yang mengambil dan meminta nya kepada pihak hotel tersebut.” Jelas Arlan.
“ Ish gak di sangka ya, ternyata dia maling teriak maling.” Gumam salah satu warga kepada warga lainnya sambil memandang ke arah bude Yati. Melihat suasana yang tidak menguntungkan baginya. Ia pun menyelinap pergi meninggalkan kerumunan para warga yang di susul oleh Warni.
“ Iya benar, untung saja aku tidak percaya sepenuhnya akan ceritanya. Karena aku tahu Naura itu adalah anak yang baik tidak mungkin dia berbuat hal yang membuat keluarganya malu.” Ucap salah satu warga.
__ADS_1
“ Iya benar, hampir saja kita jadi korban dari fitnahan Mbak Yati ya.” Imbuh yang lain.
Para warga pun saling berbisik – bisik setelah menyaksikan rekaman cctv yang begitu sangat jelas. Dari rekaman tersebut sudah menjelaskan alasan Naura berada di hotel tersebut pada dini hari.