Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 28 Datang Bulan


__ADS_3

Suasana di sekitar tenda begitu sunyi karena semua mahasiswa sedang mengikuti acara kegiatan api unggun, dalam kesendiriannya Naura berusaha menahan sakit nyeri perut yang diakibatkan oleh tamu bulanannya.


Di dalam tenda, ia berusaha mencari pembalut dan sesuatu yang dapat meredakan nyeri perutnya.


“ Arghhh, aduh kenapa disaat seperti ini sih. Malah nyeri begini tuh perut.” Rintih Naura. “ zBagaimana ini, aku tidak membawa pembalut lagi. Si Abel susah dihubungi dia pasti sedang bersama gebetannya.” Ucap Naura sambil menahan sakit perutnya.



Mendengar rintihan Naura, Arlan mengerti yang sedang dialami olehnya. Maka ia pun bergegas ke tenda UKS untuk mengambil pembalut dan minuman yang dapat meredakan sakit nyeri.



Selang beberapa menit, Arlan sudah berada di tenda Naura dengan membawa benda yang dibutuhkan oleh Naura.


“ Keluarlah” ucap Arlan sedikit keras


Dengan perasaan yang takut, Naura masih diam saja setelah mendengar suara dari luar.


“ Ini aku Arlan.”


Mengetahui siapa yang ada di depan tendanya dengan tertatih Naura keluar menemui Arlan.


“ Kak Arlan, kenapa bisa disini?” tanya Naura terkejut


Tanpa menjawab pertanyaan Naura, Arlan langsung menyerahkan bungkusan yang di ambilnya tadi. Dengan wajah yang bingung Naura menerima pemberian Arlan. Ia pun penasaran bungkusan apa yang di tangannya.


“ Kau jangan takut itu bukan bom, Pakai lah.”


Dengan penasaran Naura membuka bungkusan yang ada di tangannya seketika wajah Naura memerah menahan malu.


“ I..ni.”


“ Ehm, pakailah agar kau nyaman” kata Arlan tanpa canggung sedikitpun. Dan sedikit menjauh dari tenda Arlan menunggu di luar.


Melihat sikap Arlan seperti itu, Naura mengerti situasinya dengan segera ia masuk ke tenda dan menutup pintunya dengan rapat. Dengan tergesa ia pun memakai pembalut pemberian Arlan.


‘ Bagaimana ia bisa tahu, kalau aku sedang butuh ini. Dan ini minuman untuk pereda nyeri haid. Is, benar – benar jin Jono. Tapi meski begitu, ku ucapkan terima kasih kak. Kau selalu hadir dan menolongku di saat situasi yang genting.’ Gumam Naura

__ADS_1


“ Bagaimana, sudah kau minum?” tanya Arlan ketika melihat Naura keluar dari tenda.


“ Iya sudah kak. Terima kasih banyak kak.” Jawab Naura


“ Besok kalau perutmu masih sakit, izin saja jangan mengikuti kegiatan”


“ Iya kak. Tapi ngomong – ngomong bagaimana kakak bisa tahu kondisi ku seperti ini?”


“ Kau tidak perlu tahu, anggap saja ini salah satu pertolongan dan tanggungjawab dari panitia ospek.” Kata Arlan


“ Baiklah kak.” Ucap Naura pelan. Entah mengapa ia merasa kecewa, ia berpikir Arlan melakukan ini karena Arlan perhatian dengan dirinya. Ia sudah berharap terlalu banyak. ‘ Aduh, Naura berhentilah berharap lebih, kak Arlan ini memang melakukannya karena merasa berutang budi. Dan ia pasti disuruh oleh tante Nissa agar selalu bersikap baik kepadaku, tidak lebih’ Gumam Naura sambil memukul – mukul kepala


“ Kenapa kepalamu, sakit juga?”


“ Ti..dak kak. Hanya sedikit mengantuk saja.” Ucap Naura bohong agar ia tidak ketahuan.


“ Baiklah, istirahatlah semoga perutmu segera membaik. Anak – anak pasti lama selesainya.”


“ Iya kak. Sekali lagi terima kasih kak. Kalau tidak ada kakak entah apa jadinya. Kakak benar – benar seperti malaikat penolong buatku. Kakak selalu muncul disaat aku benar – benar membutuhkan pertolongan” Ucap Naura


“ Ehmm, kali ini malaikat penolong kenapa banyak sekali julukan yang kau berikan padaku hah” Kata Arlan menyipitkan matanya memandangi wajah Naura.


“ Istirahatlah! Selamat tidur.”


Arlan pun bergegas pergi dari tenda Naura. Ia juga tidak tahu jika ia terlalu lama berduaan dengan Naura ia takut tidak bisa mengendalikan dirinya.


“ Hati – hati kak.”


Dari kejauhan Arlan hanya melambaikan tangannya dari belakang.


Dengan hati yang lega, Naura berusaha untuk beristirahat meskipun dibenaknya diliputi tanda tanya yang besar.


‘ Aneh sih, kenapa kak Arlan bisa tahu aku sedang datang bulan. Dan darimana ia mendapatkan barang – barang yang aku butuhkan. Is benar – benar seperti jin selalu tahu kalau aku butuh pertolongan. Tapi kalau dipikir – pikir kak Arlan seperti malaikat penolong ku, disaat aku membutuhkan pertolongan dia selalu muncul. Ah, sudahlah hanya Allah yang tahu. Mungkin ini salah satu perlindungan Allah. Alhamdulillah terimakasih ya Allah Engkau selalu menjagaku dimana pun aku berada. Amin.’ Guman Naura bersyukur masih ada orang yang bersikap baik kepadanya.


Tanpa disadari Naura, ia sudah terlelap dengan hembusan nafas yang teratur. Sementara di sekitar tenda masih terdengar suara anak – anak lainnya sedang mengikuti acara api unggun. Ada yang bernyanyi dan menari sambil di temani ubi bakar dan teh hangat.


Flash back off

__ADS_1


Dengan jalan yang tergesa – gesa Arlan berjalan menuju tenda medis. Karena anak – anak semua mengikuti acara api unggun, di tenda medis tidak ada yang menjaga. Tanpa mengetahui apapun tentang kebutuhan wanita yang sedang datang bulan. Arlan berusaha mencari disetiap kotak lemari yang menyediakan obat – obatan.


Disaat Arlan mencari yang ia butuhkan tanpa di sadarinya seseorang juga memasuki tenda.


“ Hei, siapa di sana?” teriak seorang wanita yang langsung membuat Arlan terhenti. Dengan perlahan wanita tersebut mendekatinya.


“ Angkat tanganmu dan berbaliklah. Jika kau melawan aku akan teriak.”


Dengan perlahan Arlan berbali badan. Seketika mereka berdua terkejut dan berteriak secara bersamaan.


"Kau...”


“ Kak Arlan.”


Melihat siapa yang ada di hadapannya Abel sangat terkejut ia bisa bertemu dengan Arlan lagi bahkan dengan jarak yang begitu dekat. Sementara Arlan hanya memasang wajah datarnya. Ya seseorang yang masuk juga ke tenda medis adalah Abel, ia merasakan kepalanya pusing sehingga pergi mencari paracetamol. Namun siapa sangka ia bisa bertemu dengan Arlan di sini yang sibuk mencari – cari sesuatu. Dengan rasa gugup Abel memberanikan diri untuk bertanya.


“ Kakak sedang mencari apa?” tanya Abel


Tanpa membuang waktu dan meskipun malu ia harus meminta tolong dengan wanita yang ada dihadapannya.


“ Kau bisa mencarikan benda yang dibutuhkan wanita yang sedang datang bulan?” tanya Arlan yang sedikit memalingkan wajahnya dari Abel.


“ A...paa?” kata Abel terkejut ini hal yang sangat langka seorang Arlan yang terkenal dengan sikapnya dingin dan cuek terhadap orang lain terutama pada seorang wanita. kali ini ia mendengar secara langsung pernyataan Arlan yang begitu perhatian terhadap seorang wanita sampai – sampai secara langsung ia mencarikan benda yang dibutuhkan wanita yang sedang datang bulan.


Melihat wanita yang dihadapannya hanya bengong, Arlan pun melambai – lambaikan tangannya di hadapan wajahnya.


“ Kenapa kau malah bengong, cepatlah carikan benda tersebut.” Kata Arlan sedikit berteriak untuk menyadarkan Abel dari keterkejutannya.


Mendengar teriakan Arlan, Abel langsung tersadar dan menjadi salah tingkah.


“ Ba...ik kak, akan kucarikan segera.” Kata Abel terbata – bata dan segera berlari mencarinya.


Tanpa menunggu waktu yang lama, Abel kembali menghampiri Arlan dengan menyerahkan benda yang dibutuhkan Arlan.


“ Ini kak. Ini ada pembalut dan minuman yang dapat meredakan nyeri di perut.” Kata Abel sambil menyerahkan bungkusan ke Arlan.


“ Baiklah terimakasih” ucap Arlan yang langsung pergi keluar tenda meninggalkan Abel begitu saja.

__ADS_1


Melihat sikap Arlan yang sangat aneh dan tidak biasa ia bisa menebak, apakah ada seorang wanita yang berhasil meluluhkan hati seorang Arlan.


' Ehm ini adalah kejadian yang sangat luar biasa seorang Arlan yang terkenal sebagai manusia es, kini terlihat begitu mengakhawatirkan seorang wanita yang sedang datang bulan? Aku jadi penasaran siapa wanita itu?’ gumam Abel yang masih mematung di tempatnya. Tanpa memperdulikan tujuannya datang ke tenda medis. Abel pergi kembali menemui teman – teman satu timnya di acara api unggun.


__ADS_2