
" Sayaaang! cepatlah nanti kita bisa terlambat!" teriak Naura dari ruang makan sambil menata meja makan.
Terdengar suara langkah dan lari menuju ruang makan menghampiri asal suara yang cukup menggema di seluruh ruangan.
"Cup....kami datang bunda." ucap sepasang anak kembar yang langsung mengecup pipi bundanya saat meletakkan susu di meja sesuai tempat duduk anak - anaknya.
" Pagi sayang!" ucap Arlan dari belakang sambil mengecup pipi Naura dan beralih mengecup pipi kedua putri kembarnya yang sudah duduk rapi di kursi masing - masing.
" Pagi ayah!" balas kedua putri kembarnya Yura dan Yuri.
" Ayo cepat habiskan sarapan kalian." ucap Naura.
" Baik bunda!" ucap Ayah dan anak secara bersamaan.
Terlihat kehangatan yang terpancar dari keluarga kecil Naura di meja makan. Keluarga kecil yang di dambakan oleh Naura dan Arlan telah berhasil mereka bina dan lalui bersama selama lima tahun terakhir ini. Meskipun batu kerikil menghadang rumah tangga mereka.
" Selamat ya sayang! akhirnya impian mu untuk membangun sekolah di kampung dapat terwujud." ucap Arlan di sela - sela makannya.
" Ah, iya mas terima kasih juga selama ini sudah mensupport penuh Naura dari perencanaan hingga terwujudnya bangunan sekolah ini." Ucap Naura haru akan dukungan dari sang suami.
" Asal kau bahagia, itu sudah lebih dari cukup bagiku sayang!" ujar Arlan.
" Ayo, cepat selesaikan sarapan kalian sayang! agar kita bersiap - siap berangkat ke rumah Eyang!" seru Naura kepada kedua putri kembarnya yang baru berusia tiga tahun.
" Yeaaaaahhhhh! ke rumah eyang!" teriak Yura dan Yuri kegirangan.
Sudah lima tahun, Naura dan Arlan telah mengarungi bahtera rumah tangga mereka dengan penuh suka cita. kebahagiaan mereka semakin bertambah di tahun kedua pernikahan mereka Naura dinyatakan positif hamil. Semakin bertambahnya usia kehamilan Naura yang sudah mulai membesar. Mereka di kasih kejutan oleh Allah sepasang anak kembar yang di prediksi berjenis perempuan.
Ya selama lima tahun berumah tangga Naura dan Arlan telah di karuniai sepasang putri kembar yang cantik dan menggemaskan yang sudah berusia tiga tahun. Hyura Davina Kusuma dan Hyuri Davina Kusuma.
Selama perjalanan lima tahun, selain menjadi seorang isteri dan ibu, Naura sebagai pengajar di sekolah Yayasan Pelita Bunda juga berusaha mewujudkan impiannya untuk memajukan pendidikan di kampungnya. Dengan melihat peluang yang ada ia berencana membangun sekolah untuk jenjang TK sampai jenjang SMA agat masyarakat kampung tidak perlu menempuh jarak yang jauh jika ingin menyekolahkan anak - anak mereka.
Dengan mendapat dukungan dari suami, keluarga, sahabat, masyarakat kampung dan orang - orang yang berkaitan dengan dunia pendidikan, Naura dengan tekad yang kuat ingin mewujudkannya agar kualitas pendidikan di kampungnya semakin membaik.
Membutuhkan waktu selama tiga tahun, akhirnya rencana tersebut telah berhasil di laksanakan. Para masyarakat kampung sangat antusias menyambut peresmian gedung sekolah yang akan di resmikan esok hari.
" Mas! sudah selesai belum? nanti kita di tinggal oleh kak Naura lho. Naya ingin menculik si kembar agar mereka mau satu mobil dengan kita." teriak Naya yang sudah menunggu di ruang tamu dengan perut yang sudah mulai membesar.
" Sedikit lagi sayang!" balas Galih dari dapur sedang mencuci piring kotor saat mereka sarapan.
" Baiklah!"
" Nah! Ayo kita berangkat. Kau sedang apa jagoan papa?" ucap Galih sambil mengelus - elus perut Naya.
__ADS_1
" Iya mas! jagoan papa sedang bobo habis begadang karena belajar pa!" jawab Naya memperagakan suara anak kecil.
" Ah, jagoan papa memang yang terbaik deh!" ucap Galih sambil mencubit hidung Naya.
" Auw ...kok hidung Naya yang di cubit Mas?" teriak Naya.
" Mumpung si jagoan belum lahir, mama sebagai penggantinya. Ok!" jawab Galih menggandeng tangan Naya untuk membantunya berdiri.
" Terima kasih mas! semakin perut Naya membesar gerak Naya semakin melambat." ujar Naya.
" Ayo kita berangkat!" ajak Galih.
" Iya mas!"
" Hai guys! sudah datang semua? Gak sabar neh pingin jumpa ma si kembar! uda seminggu gak ketemu." sapa Abel kepada sahabat rempongnya Nadia, Frans dan Andreal.
" Ah, dasar lebay! yok masuk!" ucap Andreal mengajak teman - temannya naik ke dalam mobil miliknya.
" Ok pak dokter! " ujar Nadia.
" Ckkk, apaan sih!" cebik Frans.
" Cieeee,ada yang cemburu neh!" ejek Abel..
" Hahahaahahh, kau benar Al! si Frans bakal jadi generasi bucin setelah kak Arlan dan kak Galih!" ceplos Abel menimpali.
" Ishh kalian ini apaan sih! kau fokus aja ke depan Al! biar kita tidak ketinggalan." ucap Frans ketus.
" Buahaaaahahahahaha..." sambut tawa Abel, Andreal dan Nadia bersamaan yang menjadi suasana di dalam mobil menjadi ramai selama perjalanan.
" Haloo sayang! keponakan kembar bibi yang paling cantik!" teriak Naya merentangkan tangannya saat bertemu dengan si kembar.
" Halo bibi chubby...." teriak Si kembar menyambut pelukan dari sang bibi.
" Ah, bibi kangen banget sama kalian. Baru beberapa hari tak bersua kangennya sudah menumpuk." ucap Naya terus mencium pipi chubby kedua keponakannya secara bergantian.
" Ah bibi lebay." ucap Yura dengan sedikit cadel.
Setelah puas bermain dengan keponakan kembarnya,ia pun membujuk mereka agar pergi satu mobil dengannya. Dengan berbagai macam iming - iming membuatnya berhasil melakukan rencananya.
" Ah dasar kau curang Nay! kenapa kau selalu menculik anak kakak sih!" cebik Naura.
" Biari, mumpung Naya belum lahiran kak jadi puas - puasi main dengan si kembar. Iya kan sayang!" ucap Naya yang di anggukan oleh mereka berdua.
__ADS_1
Selang beberapa menit mobil yang di tumpangi oleh Abel dan yang lain tiba di rumah Naura. Setelah beberapa saat mereka saling menegur sapa. Akhirnya mereka berangkat ke kampung secara bersama - sama.
Mobil Arlan dan Naura memandu jalan di depan yang di susul oleh mobil Galih dan mobil Andreal.
Mereka sengaja ikut serta ingin menghadiri acara peresmian gedung sekolah yang ada di kampung. Mereka sengaja pergi sebelum hari H nya agar tidak lelah di perjalanan. Mereka sangat menyukai suasana di kampung yang udaranya masih terjaga dan asri.
Kampung asal Naura dan Naya kini sudah mengalami banyak perkembangan terutama telah di bangunnya gedung sekolah dari jenjang TK hingga SMA, fasilitas sarana dan prasarana sudah mendukung. Banyak masyarakat yang memulai usaha mereka di sekitar area sekolah seperti membuka jasa minimarket, fotocopy, dan warung yang menyediakan berbagai macam makanan.
Pak Ahmad dan Bu Tanti juga tidak mau ketinggalan mereka juga membuka toko yang menyediakan perlengkapan untuk kebutuhan kehu seperti pupuk, bibit tanaman, serta berbagai macam pestisida untuk hama.
Sekarang suasana di kampung sudah mulai rame, akses internet juga sudah semakin cepat. Berkat gagasan dari Naura masyarakat kampung dapat merasakan kemudahan dalam setiap memenuhi segala keperluannya dengan cepat.
Tepat pukul 07.00 pagi semua para tamu undangan telah memenuhi kursi yang telah di sediakan oleh pihak panitia. Termasuk keluarga besar Naura turut hadir dalam peresmian gedung sekolah Bina Insani.
Begitu juga tokoh masyarakat dan masyarakat begitu antusias dalam menghadiri acara tersebut, mereka tidak sabar untuk mendaftarkan anak - anak mereka di sekolah Bina Insani yang akan mulai beroperasi pada tahun ajaran tahun ini.
Dengan di dampingi sang suami, keluarga dan beberapa orang dari departemen pendidikan Naura sudah siap pada posisi untuk memotong pita merah pada pintu gerbang sekolah sebagai tanda resminya gedung sekolah ini di buka.
Dengan teriakan yang menggema dari para tamu, mereka menghitung bersama..
" Satu....dua....tiga......"
" Bismillahirrahmanirrahim."
Teriak Naura dan yang lain secara bersamaan dengan menggunting pita merah hingga terputus. sontak langsung di sambut dengan tepuk tangan yang meriah dari para tamu yang hadir.
Begitu banyak ucapan selamat yang terlontar dari berbagai pihak.
Mereka juga tidak melewatkan untuk mengabadikan momen yang bersejarah di kampung ini.
" Ayo,mari kita berkumpul untuk mengabadikan momen ini. Saya akan mengambil foto kalian." ucap sang fotografer yang sengaja di undang oleh pihak panitia.
Keluarga kecil Naura telah mengambil posisi, yang disusul oleh keluarga kecil Naya, orangtua mereka, tuan Kusuma dan nyonya Nissa, tuan Maulana dan nyonya Jasmin beserta para sahabat mereka yang rempong.
" Siap ya Satu...duaa.....tiga....cekreeeee...k"
**Terima kasih readers author yang setia dalam menemani kisah Naura. Author sangat terharu telah dapat menyelesaikan karya pertama author ini. Semoga dapat menghibur para reader yang tetap setia menantinya..
Sekali lagi Author ucapkan terima kasih atas semua dukungan readers baik dalam pemberian like, vote, komentar dan dukungan lainnya.
Semoga kita semua selalu di beri kesehatan oleh Allah swt..Amin..
Next, mampir juga ya readers di karya Author yang kedua dengan judul "ISTERI PENGGANTI SANG CEO".** Yang berkisah tentang seorang gadis yang bernama Freya setelah menjalin hubungan pacaran dengan kekasihnya selama lima tahun, tiba - tiba ia diputuskan oleh kekasihnya secara sepihak. Namun pada malam yang sama, seorang pria asing tiba - tiba mengajaknya untuk menikah. Bagaimana kelanjutan kisah Freya, apakah ia menerima tawaran dari pria asing tersebut? Yuks mampir karya author yang kedua.😊😊
__ADS_1