Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 79 Jangan Melihat dari Casingnya Saja


__ADS_3

“ Tolong jaga jarak pak!” teriak Naura dengan masih mempertahankan posisinya.


Tanpa disangka Naura, Rangga mengelus kepala Naura yang tertutup kerudung berwarna hitam.


“ Hahahahh, kau jangan khawatir. Maaf aku hanya bercanda. Tidurlah di kamar ini. Aku akan tidur di luar. Kau kunci pintu mu rapat – rapat.” Ucap Rangga dengan tersenyum sambil pergi menuju pintu keluar meninggalkan Naura sendiri di ruang tamu.


“ Tapi... pak...” ucap Naura terbata dengan wajah yang masih bingung dengan sikap Rangga yang sudah membuatnya ketakutan setengah mati.


Setelah pintu tertutup kembali, Naura pun menghela nafasnya dalam – dalam.


“ Huft.Alhamdulillah. bercandanya keterlaluan banget sih untuk jantungku tidak lompat dari sarangnya. Haaah..” gumam Naura mengelus dadanya yang sedikit lega. Ia pun bergegas menuju kamar yang telah di tunjuk oleh Rangga. Dengan mengunci rapat – rapat pintu Naura segera membersihkan dirinya.


Flashback Off.


Suara gaduh di dalam kelas mulai terdengar dari segala penjuru ruangan. Para siswa mulai membahas foto – foto Naura yang sempat beredar di forum. Meskipun tidak semua siswa dapat melihatnya karena dalam waktu beberapa jam setelah terbit di forum semua foto – foto Naura sudah terhapus tanpa jejak dan tidak dapat lagi di telusuri.


Mengerti akan situasinya Naura pun berusaha membuka suaranya untuk memenangkan para siswanya.


“ Saya mengerti apa yang sedang kalian pikirkan tentang saya terkait foto – foto saya yang sudah tersebar di forum sekolah ini. Meskipun saya berusaha menjelaskannya kalian pasti sudah berpikir yang buruk sehingga kalian tidak menerima lagi penjelasan dari saya terkait dengan kejadian yang sebenarnya.” Ujar Naura sembari menarik nafasnya sementara para siswa masih mendengarkan penjelasan Naura meskipun masih terdengar suara gumaman dari mereka.


“ Semakin canggihnya teknologi yang mengakses semua berita dan informasi dari seluruh dunia dapat dengan mudah kita dapatkan. Tetapi apakah informasi tersebut langsung kita telan mentah – mentah tanpa di saring terlebih dahulu tentang kebenarannya? Karena apa yang kita lihat dan baca belum tentu sesuai dengan kenyataan yang sebenarnya. Jika kita langsung menerimanya tanpa di saring terlebih dahulu itu akan membuat kita semakin terjerumus ke dalam suatu informasi yang kebenaran belum tentu sesuai dengan apa yang kita lihat. Semakin lama kita akan terseret ke dalam perbudakan informasi – informasi dari orang yang tidak bertanggungjawab. Meskipun itu terlihat begitu nyata.” Ujar Naura.


“ Tetapi saya tidak dapat menemukan foto – foto tersebut di forum bu? Apakah semua berita tersebut sudah di hapus?” tanya seorang siswa pria.


“ Benarkah? Saya juga tidak tahu tentang masalah tersebut. Bahkan saya tidak tahu foto apa yang sudah tertera di sana.” Ucap Naura.

__ADS_1


“ Sayang sekali. Padahalkan itu bisa dijadikan bukti.” Ucap siswa perempuan bernama Kiran.


“ Bukti apa maksudmu? Bukti tentang kejelekan bu Naura gitu?” ucap Dhea.


“ Ya gak lah, maksudku sebagai bukti bahwa foto itu hanya lah sebuah fitnah yang sengaja ingin menjatuhkan bu Naura. bisa di tuntut itu.” Ucap Kiran.


“ Tapi bu, yang jadi pertanyaan kami semua apakah benar orang yang di foto tersebut adalah ibu?” tanya Reya to the point yang dianggukkan oleh siswa lainnya.


“ Iya benar, itu memang saya. Tetapi artikel yang mengatakan saya adalah seorang BO itu tidak benar. Kebetulan saya bekerja sebagai staf cabutan di hotel tersebut sebagai penerima tamu dalam acara pertunangan anak seorang pengusaha. Itu pun saya menggantikan teman saya yang sedang di opname tersebut. Karena itu adalah kesempatan bisa mendapatkan uang yang cukup besar.” Jelas Naura.


“ Lalu siapa pria yang bersama ibu?” tanya Olive.


“ Ah dia adalah dosen saya yang kebetulan sedang mengadakan suatu pertemuan dengan kliennya, karena saya adalah asisten dosennya sejak saya kuliah di tingkat pertama.” Ucap Naura.


“ Benarkah hubungan ibu dengan dosen tersebut hanya sebatas dosen dan asistennya?” tanya Reya.


“ Ah benarkah? Perhatian sekali ya dosen ibu itu?” cetus Dhea.


“ Saya hanya dapat menjelaskan kebenarannya sampai di sini. Kalian mau percaya atau tidak itu sesuai penilaian kalian sendiri. Saya tidak memaksakan kalian harus mempercayai saya. Dan saya akan berusaha membuktikan bahwa artikel yang sempat di tulis di forum itu adalah tidak benar. itu hanya lah fitnah yang sengaja ingin menjatuhkan saya.” Ujar Naura tegas.


“ Lalu bagaimana teman ibu yang sedang di opname tersebut?” tanya Vixel.


“ Entahlah. Untuk saat ini saya belum menjenguknya tapi kemarin saya lihat kondisinya sudah mulai membaik.” Jelas Naura.


“ Kenapa ia ingin melakukan kerja sebagai staf cabutan di hotel seperti itu sih!” kata Vixel dengan nada sedikit kesal.

__ADS_1


Melihat Vixel yang kesal setelah mendengar penjelasan dari Naura, ternyata Vixel tidak mengetahui pekerjaan tambahan dari wanita yang ia sukai.


“ Ah kalau alasannya saya tidak tahu. Yang jelas saya hanya ingin menolongnya saja. Dan untunglah dia tidak jadi pergi bekerja.” Ucap Naura.


“ Ah entahlah bu, kami berharap semua artikel itu adalah hoaks saja dan kebenarannya akan segera terungkap.” Ucap Olive.


“ Itu sudah pasti, dalang dari semuanya harus di tangkap karena sudah menyebarkan berita hoaks yang mencemarkan nama baik seseorang.” Tegas Vixel penuh semangat.


“ Kenapa kau semangat sekali Xel?” tanya Reya.


“ Tentu dong! Karena hanya bu Naura lah yang tidak memandang sebelah mata kelas ini, aku tahu kok rumor – rumor di luaran sana yang mencap kelas ini adalah kelas tempat berkumpulnya para siswa yang bandel, berandalan dan preman. Dan bu Naura ini tidak percaya begitu saja dengan rumor tersebut, dengan meneliti serta mencari tahu kebenarannya sehingga ia dengan mudah dapat beradaptasi dengan kita semua di sini. Apakah kalian tidak merasa seperti itu hah...” jelas Vixel membela Naura tanpa ragu.


“ Ah kau berlebihan. Itukan memang sudah menjadi tugasnya.” Ucap siswa yang bernama Jingga.


“ Baiklah, saya mengucapkan terima kasih kalian sudah mempercayai saya dan mendengarkan penjelasan dari saya. Itu sudah cukup bagi saya agar saya tegar menghadapi berita artikel tersebut.” Ucap Naura tulus.


“ Ok bu, kami harap ibu dapat membuktikannya bahwa ibu tidak salah.” Ucap Reya yang sudah bersimpati kepada Naura yang sudah memperlakukan mereka dengan baik dan berhasil mendekatkan diri kepada lingkungan mereka.


“ Insya Allah saya akan membuktikannya, dan Allah maha tahu apa yang sudah terjadi. Saya yakin suatu saat kebenaran itu akan terungkap atas izin Allah.” Ucap Naura semangat.


“ Ok bu. Kami akan menantinya.” Imbuh Via yang sedari tadi tidak membuka suaranya.


“ Terima kasih, saya harap kalian tidak goyah dengan informasi – informasi yang datang dari luar. Jujur saja tadi pagi sebaik saya menginjakkan kaki saya di halaman sekolah ini, semua tatapan yang sinis dan remeh menuju ke arah saya. Dan tentunya itu membuat saya tidak nyaman. Menurut saya mereka hanya melihat dan langsung menilai dari luarnya saja.” Ucap Naura.


Setelah panjang lebar Naura menjelaskan perihal artikel yang sempat beredar di forum sekolah, tiba – tiba pintu kelas dibuka oleh seseorang dari luar.

__ADS_1


Krieeeetttt.......setelah pintu terbuka muncullah sosok yang mereka kenal dan sontak saja membuat Naura dan Vixel terkejut.


“ Kau.....” ucap Naura


__ADS_2