
“ Kau benar – benar wanita idaman setiap pria, aku beruntung mendapatkanmu. Kali ini apa yang kau inginkan.” Ucap Seorang pria paruh baya yang sedang bermesraan dengan kekasihnya di sebuah kamar hotel di negara S.
“ Ah sayang! Kau tahu saja apa yang aku inginkan.” Ucapnya manja sambil bergelayut di lengannya.
“ Tentu saja, kita sudah 2 tahun bersama, apa yang tidak aku ketahui tentangmu. Apalagi kali ini kau benar – benar bersedia ikut menemaniku dalam perjalanan bisnis ke negara Swiss ini. Nah! Sekarang katakan apa yang kau inginkan.” Ucapnya.
“ Ah, apa kali ini kau bisa mengabulkannya?” tanya nya meragukan kekasihnya.
“ Apapun itu demi kebahagianmu aku akan mengabulkannya.”
“ Aku ingin kau memberi pelajaran kepada wanita yang bernama Naura itu. Dia selalu membuatku kesal belum lagi dia akan menyebarkan gosip yang tidak – tidak tentangku pada orang – orang kampung sana.” Ucap Tari manja.
Ya wanita yang bernama Tari yang telah menghangatkan ranjang seorang pengusaha ternama di negara I yang tak lain adalah kekasihnya yang bernama Tuan Hardi Ginanjar. Kali ini Tari merengek memohon ikut dalam perjalanan bisnis tuan Hardi ke Swiss untuk melakukan kerja sama dengan Perusahaan Arial Black Group yang berada di bawah sang CEO yang masih terbilang sangat muda yang bernama Arlan Putra Kusuma. Ya tuan Hardi Ginanjar akan mengajukan kerjasama dalam membangun sebuah proyek perhotelan dengan perusahaan yang di pimpin oleh Arlan. Namun, tuan Hardi belum tahu sama sekali sosok sang CEO dari Arial Black Group.
Lalu, apa jadinya jika ia akan berhadapan langsung dengan bocah ingusan yang dulu pernah ia cerca tanpa tahu identitas Arlan yang sebenarnya. Dengan penuh rasa percaya diri, perusahaannya juga ikut mengajukan kerjasama dalam pembangunan proyek perhotelan tersebut.
“ Kau tenang saja sayang, aku akan mengabulkannya untukmu.” Ucap tuan Hardi.
“ Ah bohong, waktu itu juga kau pernah bilang akan memberinya pelajaran juga pria yang bersama dengannya. Tapi sampai sekarang, kenapa mereka masih bisa hidup tenang. Kau juga belakangan ini sangat sulit untuk bertemu.” Kata Tari mengambek. Ia sangat kecewa sejak kejadian di mall dan di restoran Naura dan teman prianya masih hidup dengan tenang bahkan tidak ada terdengar kabar tentang mereka yang mengalami kesulitan.
Di tambah beberapa waktu yang lalu, ia bertemu dengan Laras wanita yang juga membuatnya kesal yang menurutnya hidupnya semakin baik dan semakin terlihat wanita elegan yang berasal dari kalangan atas.
Ia menduga, hidup Laras selama ini juga telah menjadi seorang sugar baby bagi pengusaha – pengusaha sukses yang dapat menopang kehidupannya menjadi lebih baik lagi. Pun begitu juga dengan dirinya yang selama 2 tahun ini telah memuaskan aktivitas ranjang tuan Hardi Ginanjar.
__ADS_1
“ Maaf sayang, kau tahu kan isteriku sedang sakit jadi mau tidak mau aku harus berada di sisinya untuk mendampinginya berobat dan terapi. Agar aku terlihat sebagai suami yang setia dan perduli dengan isterinya.” Jelas tuan Hardi agar kekasihnya tidak mengambek.
“ Ah tetap saja aku kan kangen sayang, dan aku cemburu lho.” Ucap Tari manja.
“ Aku melakukan ini, agar hubungan kita tetap terlindungi sayang. Aku juga tidak ingin kehilangan dirimu. Hanya kau yang bisa memuaskanku sayang.” Ucapnya sambil menoel hidung dan mengecup bibir Tari. Tuan Hardi terus menyerang Tari agar mulutnya terbungkam. Ia tidak ingin mendengar ocehan – ocehan kekasihnya. Mendapat balasan dari Tari, tuan Hardi semakin bersemangat untuk menyerang balik.
Mereka pun tidak ingin melewatkan kesempatan itu untuk melanjutkan aktivitas di atas ranjang yang sudah beberapa bulan sempat tertunda. Mereka menghabiskan malam yang panjang untuk melebur rasa kerinduan yang selama ini tertahan.
***
Tok tok tok terdengar suara pintu ruangan Arlan yang diketuk dari luar.
“ Masuk.” Titahnya
“ Baiklah, letakkan saja di sana. Nanti akan aku periksa, perusahaan mana yang layak bekerjasama dengan Arial Black Group.” Ucap Arlan.
“ Baik Tuan, saya permisi undur diri.” Pamit Axel.
“ Ehm..”
Arlan pun tidak membuang – buang waktu dalam melaksanakan pekerjaannya. Ia pun langsung memeriksa beberapa dokumen perusahaan yang akan menjadi rekan bisnisnya. Selama tujuh bulan belakangan ini, Arlan sedikitpun tidak pernah menyia – nyia kan waktunya. Baik dalam menjalankan perusahaan miliknya maupun studi S2 nya. Dengan di bantu oleh asistennya yang sangat ia percaya karena kinerja nya yang sangat profesional dan penuh komitmen, Arlan pun tidak ragu untuk menyerahkan beberapa proyek kepada Asistennya untuk di tanganinya.
Setelah memeriksa dokumen perusahaan yang kelima, seketika senyuman di wajah Arlan langsung merekah lebar bagai bunga matahari yang mekar terkena sinar sang surya. Langsung terbesit suatu ide untuk memberi sedikit pelajaran kepada salah satu sang CEO dari biodata perusahaan calon rekan kerjanya.
__ADS_1
“ Ehm,,,, Hardi Ginanjar dari perusahaan Food Garden’s Company. Ini akan menjadi hal menarik. Aku ingin lihat seberapa angkuhnya dirimu tuan Hardi.” Ucap Arlan menyeringai sinis.
Setelah menemukan rekan bisnis bagi perusahaannya, Arlan pun melanjutkan menyelesaikan pekerjaannya yang lain. Ia ingin menyelesaikannya tepat waktu sebelum jam makan siang.
Dengan kecepatan kerjanya yang tidak diragukan lagi, dalam waktu dua jam Arlan sudah menyelesaikan pekerjaannya dengan mudah dan detail.
Ia pun langsung menyandarkan punggungnya di sandaran kursi singgasananya sambil melihat layar ponselnya. Ia pun membuka kontak yang bertuliskan Kelinciku. Ia melihat pesan teksnya tertera di waktu bulan lalu.
“ Ah sudah sebulan kau tidak pernah mengabariku. Dasar tukang tidur. Baiklah, sekarang kau sudah tidak sibuk lagi pasti kau sedang menikmati masa liburanmu.” Gumam Arlan sambil melihat – lihat foto seorang gadis berhijab dalam berbagai aktivitas yang dilakukannya sehari – hari. Tentu saja foto – foto yang di dapat Arlan dari orang kepercayaan Arlan yang memang sengaja ia tugaskan untuk menjaga dan mengawasi keselamatan gadis yang telah memenuhi ruang kosong di dalam hatinya.
Ya gadis tersebut tidak lain adalah Naura. Sejak pertemuannya yang tidak di sengaja di parkiran fakultas Seni, tanpa di sadari Arlan telah tumbuh getaran – getaran di hatinya yang selama ini tidak pernah ia rasakan. Melihat kepolosan dan kejujuran yang terdapat di dalam mata dan hati Naura telah meluruhkan dinding tembok yang sangat keras dan dingin di hatinya.
Sambil menunggu waktu makan siang, Arlan mengirim sebuah pesan kepada Naura.
[ Sedang apa? kau sudah makan?]
Dengan hati yang was – was, seperti menunggu detik – detik sebuah bisul yang pecah terasa nyeri dan panas jika belum pecah.
Satu menit, dua menit, tiga puluh menit sampai satu jam, Arlan sudah menunggunya namun belum ada balasan dari Kelinciku.
“ Hhaaa, kenapa lama sekali membalasnya sih, bahkan belum terbacanya sama sekali. Kau sedang apa sih.” Gumam Arlan tidak sabar menunggu balasan dari Naura dan melihat kembali pesan yang telah ia kirim masih centang berwarna abu – abu belum berubah ke warna centang dua biru.
Drtttt.....drrrttttt....drtttt.......refleks Arlan terkejut dengan suara getaran handphone nya yang masih berada di dalam genggamannya. Dengan bergegas ia pun langsung melihat nama yang tertera pada layar. Namun, wajahnya berubah kecewa nama yang tertera bukan nama yang ia tunggu tetapi tertera sebuah nama yang sangat ia hormati dan sayangi, ‘Bunda’.
__ADS_1