
Drrttttt, suara notifikasi dari handphone Naura berbunyi menandakan sebuah pesan masuk. Naura segera mengecek isi pesan dan membacanya dengan rasa malas.
[ 26/ 07/20xx 13:45 Pada No. Rek 3478770xx ada dana masuk sebesar IDR2.500.000,00. Saldo akhir: IDR3.045.500,00. Dari M- Banking Yudistira]
Byur.....uhuk uhuk uhuk.... spontan Naura langsung menyemburkan minuman yang baru masuk ke mulutnya, dengan terbatuk – batuk Naura menutup dan mengelap sisa air yang tertinggal di mulut Naura.
“ Ya Allah, uang apa lagi ini yang masuk? Malah banyak banget lagi jumlahnya.” Gumam Naura setelah melihat isi pesan yang masuk di handphonenya.
“ Ah, ini pasti dari pak Rangga, coba ku tanya saja agar tidak terjadi salah paham. Aku takutnya nomor rekeningku ini di jadikan oleh seseorang yang tidak bertanggungjawab untuk pencucian uangnya pula.” Ucapnya lagi sambil mengangguk – anggukan kepalanya.
Dengan segera Naura mengirim pesan ke nomor pak Rangga.
[ Selamat siang Pak! Saya mau bertanya, apakah bapak ada mentrasnfer uang ke rekening saya?]
“ Ah bikin orang panik saja sih, untung saja aku gak mati tersedak gara – gara terkejut melihat dan membaca pesan ini.” Ucap Naura sambil menyentil layar handphone nya yang masih terpampang isi pesan tanda bukti transferan uang masuk ke nomor rekening Naura.
Setelah menunggu 10 menit, Naura langsung menyimpan kembali handphonenya ke dalam saku celananya.
“ Ah lama sekali sih balasnya, nanti saja lah sekarang aku mau bersiap – siap waktunya bekerja kembali.” Gumam Naura segera bersiap – siap melanjutkan pekerjaannya kembali setelah jam istirahat telah usai.
Selama libur semester kuliah, Naura mengambil jam kerja pada shift pagi agar ia bisa mengambil shift kerja berikutnya. Kerja kali ini, ia hanya berdua dengan Nabila karena selama libur semester, Abel benar – benar menikmati waktu liburannya. Ia memohon kepada kakaknya agar cuti selama ia libur kuliah. Tetapi sebagai gantinya, Abel mencari orang untuk menggantikan pekerjaannya.
Melihat kesempatan ini, Naura menawarkan diri untuk menggantikan pekerjaan Abel selama ia cuti. Dengan senang hati, Abel menerimanya ia tahu Naura orang yang bisa dipercaya dalam melaksanakn tanggungjawab. Ya itung – itung Abel sekalian membantu Naura untuk memberikan uang tambahan bagi Naura.
“ Ra! Kakak pulang duluan ya. Semangat ya Ra! Assalamualaikum.” Pamit Bunga rekan kerja Naura yang selama ini masuk shift pagi. Dan untuk shift sore, akan di ganti dengan Nabila.
“ Iya kak! Hati – hati di jalan ya kak! Selamat week end, walaikumsalam.”
“ Iya, da dah.....” ucap Bunga berjalan keluar sambil melambaikan tangannya.
“ Dahhhh” Balas Naura.
“ Huft....semangat Naura! lusa kau akan mendapatkan gaji yang dobel. Semangat!” ucap Naura menyemangati dirinya. Ia pun langsung melaksanakan pekerjaannya melayani para pelanggan dengan senyuman yang ramah.
Tringgg......terlihat seorang wanita paruh baya memasuki kafe dengan gaya yang anggun dan kasual. Meski usianya sudah hampir setengah abad, namun wajah dan tubuhnya terlihat masih seperti wanita yang berusia 30an.
__ADS_1
Dengan senyum yang merekah Naura menghampiri pelanggannya dan menyerahkan daftar menu.
Dengan wajah yang terkejut melihat wanita yang duduk di depannya, Naura langsung mencium punggung tangan wanita tersebut.
“ Apa kabar Tante!” sapa Naura kepada wanita yang bernama nyonya Nissa.
“ Halo Ra! Tante kangen banget lho. Sudah lama kita tidak bertemu.” Ucap Tante Nissa yang langsung memeluk Naura.
“ Alhamdulillah kabar Naura sehat tante, tante sendiri apa kabarnya? Tante semakin cantik saja deh!” balas Naura yang duduk di depan kursi tante Nissa.
“ Alhamdulillah tante juga sehat Ra! Ah kau bisa saja Ra!Pantes saja sangat sulit bertemu denganmu ternyata kau sangat sibuk.” Seru tante Nissa.
“ Ah, tidak juga tan, kebetulan saja selama libur semester ini Naura ada pekerjaan tambahan, daripada bengong di hari libur jadi Naura menyibukkan diri saja tan.” Ucap Naura.
“ Kau benar – benar ya Ra! Di hari libur saja kau pun masih saja sibuk bekerja. Sama saja seperti Arlan, tidak ada capeknya untuk bekerja.” Ceplos tante Nissa.
“ Ah tante bisa aja deh!ohya tante mau minum apa? Naura hampir lupa.” Tawar Naura sambil menyodorkan daftar menu.
“ Tante orange jus dan salad buah saja. Ohya tante mengganggu waktu kerja kamu tidak Ra!” ucap tante Nissa.
Sambil menunggu pesanan datang, tante Nissa mengamati di sekeliling kafe tempat Naura bekerja. Nyonya Nissa sengaja menemui Naura di tempat kerjanya langsung karena beberapa alasan. Melihat keuletan dn kegigihan Naura dalam bekerja, ia semakin kagum dan ia melihat semangat Arlan jika dalam bekerja tidak pernah mengenal waktu terdapat pada diri Naura.
“ Maaf ya tante, sudah menunggu lama.” Ucap Naura sembari meletakkan pesanan di meja.
“ Tidak apa – apa Ra! Kau bekerjalah, tante memang lagi santai saja karena bosan di rumah. Kau jangan merasa terganggu karena kehadiran tante.” Ucap tante Nissa merasa tidak enak hati. Ia takut atas kedatangannya dapat mengganggu pekerjaan Naura.
“ Ah, tante jangan merasa tidak enak begitu. Tante tidak mengganggu sama sekali kok, ohya ngomong – ngomong tante tahu darimana kalau Naura bekerja di sini?” tanya Naura. Ia merasa kedatangan tante Nissa pasti ada alasannya.
“ Ah itu tante bertanya pada Arlan, karena tante memang ingin bertemu denganmu. Tante tidak ada teman ngobrolnya sekalian ada yang ingin tante omongi denganmu.” Ucap tante Nissa yang membuat wajah kedua alis Naura mengernyit.
“ Ah iya, kak Arlan sudah sering kemari. Memangnya mbak Aran kemana Tan? Dan tante ingin menyampaikan apa kepada Naura?” tanya Naura.
“ Ohya, benarkah Arlan sering kemari?” tanya tante Nissa yang baru tahu dari penjelasan Naura.
“ Benar Tante, bahkan kak Arlan sering menunggu jam pulang Naura.” jelas Naura.
__ADS_1
“ Oh begitu ya! Ish memang dasar anak itu ya!” omel tante Nissa.
“ Ah maaf tante, Naura sudah banyak omong ya! Tante jangan marah kepada kak Arlan.” Ucap Naura merasa bersalah.
“ Ah sayang! Kau jangan merasa tidak enak begitu, tante tidak marah kok, hanya tante kesal saja pada Arlan, ternyata sudah sejauh itu tetapi ia tidak mau mengajakmu ke rumah.
“ Maksud tante gimana ya?” tanya Naura tidak mengerti.
“ Yah tante kesal kenapa Arlan tidak pernah cerita kalau dia sudah sedekat itu?” ucap tante Nissa. Melihat wajah Naura yang semakin bingung iapun menjelaskannya secara perlahan.
“ Ehm, maksud tante begini Ra! Apakah Arlan sudah menyatakan perasaannya kepadamu sebelum ia pergi?” tanya tante Nissa to the point.
“ Apa? maksud tante gimana? Naura benar – benar tidak mengerti tante.” Tanya Naura semakin bingung.
“ Ah, jadi belum ya! Dasar anak itu, asal pergi begitu saja. Nanti kalau keduluan cowok lain baru tahu rasa dia.” Omel tante Nissa kesal melihat tingkah Arlan yang sangat lambat.
“ Ah baiklah Ra! Tante langsung saja ya, besok kau ada waktu?” tanya tante Nissa mengalihkan pembicaraan.
“ Ada tante, karena besok Naura memang lagi off kerja. Memangnya ada apa ya Tan?” jawab Naura.
“ Begini, besok tante minta tolong sama kamu temani tante pergi ke acara amal perusahaan. Besok pukul 09.00 pak Teddy akan menjemputmu. Acara amalnya dimulai pukul 11.00 jadi kamu jangan terlalu buru – buru ya.” Jelas tante Nissa.
“ Ah baiklah tante, besok Insya Allah Naura akan ikut.” Ucap Naura.
“ Baiklah Ra! Terima kasih kau sudah bersedia menemani tante. Besok bersiap – siaplah, kau jangan khawatir tante akan mengirimkan pakaian untukmu.”
“ Tap..ii tan...”
“ Tidak ada penolakan titik.” Potong tante Nissa. Sembari beranjak berdiri dan pamit pergi agar tidak mengganggu Naura bekerja.
“ Assalmualaikum.” Pamit tante Nissa
“ walaikumsalam, hati – hati tan.” Ucap Naura sambil mencium punggung tangan tante Nissa.
Setelah kepergian tante Nissa, hati Naura masih mengganjal dan selalu terngiang – ngiang ucapan dari tante Nissa. Naura semakin bingung dan goyah atas perkataan tante Nissa yang begitu enteng.
__ADS_1
“ Ah sudahlah Ra! Jangan berpikiran yang macam – macam.” Ucap Naura sambil menggeleng – gelengkan kepalanya agar pikirannya yang negatif agar bisa keluar.