Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 21 Makan Malam 1


__ADS_3

Melihat sesosok wanita yang masih mematung di depan pintu, dan mengerti akan kegelisahan yang dirasakan oleh wanita tersebut Aran dan Tante Nissa segera mendatangi dan mengajaknya ke tempat duduk yang telah disediakan.


“ Hai, sayang. Cantik sekali kamu Ra. Tante jadi pangling.” Kata tante Nissa sambil menggandeng tangan Naura.


“ Maaf tante, tante sampai repot-repot menghampiri Naura.” Kata Naura langsung tersadar ketika tante Nissa menghampirinya.


“ Ah. Tidak masalah lho sayang. Tante sudah tidak sabar menunggu kedatanganmu.” Ucap tante Nissa yang langsung dikawal juga oleh Aran. Mereka langsung mengapit Naura di tengah menuju tempat duduk mereka.


Sesampainya semua para tamu langsung berdiri terperangah melihat wanita yang dibawa oleh Aran dan tante Nissa.


“ Wah,, jadi ini tamu istimewa kita malam ini?” ucap Nyonya Senja. “ Pantes daritadi Mbakyu ini gelisah, ternyata calon menantu kita yang hadir.” Lanjutnya.


Blush,,, seketika wajah Naura memerah seperti kepiting rebus saat mendengar ucapan Nyonya Senja yang tidak ada bantahan dari Tante Nissa.


Sementara, sepasang mata menatapnya sangat tajam dengan ekspresi wajah yang sulit diartikan hanya ia lah yang tahu.


“ Selamat malam Tuan dan Nyonya semuanya.” Sapa Naura gugup


“ Ehhh, koq Nyonya sih. Panggil juga tante dong.” Ucap Nyonya Senja yang dianggukkan oleh Nyonya Jasmin ibunya Galih.


“ Baik Tante.”


“ Ya sudah, jangan di interogasi terus. Kapan kita akan mulai makannya nih.” Ucap Aran menengahi pembicaraan mereka yang langsung mempersilahkan Naura duduk.


Pada saat Naura menduduki kursinya, pandangannya menangkap sosok yang ada duduk di depannya. Lagi-lagi Naura dibuat terkejut oleh sosok tesebut.


“ Kak Arlan? Kenapa ada disini? Kakak benar-benar seperti hantu. Atau jangan-jangan kakak jin ya, jin yang bernama Jono.” Ucap Naura sambil mengacungkan telunjuknya ke arah Arlan. Sontak membuat orang-orang yang ada di ruangan sangat terkejut, terkecuali Galih dan Dennis. Mereka sudah menebak bahwa Naura adalah gadis yang berhasil menembus dinding hati Arlan yang keras dan beku.


“ Kenapa jin Jono Ra?” tanya Aran yang penasaran dengan julukan baru Arlan.


“ Iya Mbak, karena kak Arlan adalah pria jadi jin Jono,kalau di film Jinny Oh Jinny kan jinnya seorang wanita makanya bernama Jinny.” Jelas Naura dengan wajahnya yang polos.


“ Jadi maksudmu Arlan adalah jin Jono kalau versi filmnya jadi Jono Oh Jono.” Kata Galih yang sejak tadi menahan tawanya.


“ Iya Kak, karena jin kan selalu ada dimana-mana begitu juga dengan kak Arlan, saya selalu bertemu dengannya disaat yang tak terduga.” Jelas Naura

__ADS_1


“ Kalian sudah saling kenal?” tanya Tante Nissa. “ Kenapa kamu tidak pernah cerita Arlan?”


“ Bunda tidak pernah bertanya.” Jawab Arlan ringan. Mendengar jawaban Arlan, tante Nissa hanya menarik nafasnya dalam-dalam.


“ Dan kamu, jangan sembarangan mengubah namaku seperti itu.” Ucap Arlan menatap tajam ke arah Naura. Yang ditatap hanya menundukkan kepala tidak berani membalas tatapan Arlan.


“ Sudah lah Lan, aku setuju kok dengan sebutan yang diberikan Naura, itu sangat cocok denganmu. Kasihan dia,seperti anak kucing yang dimarahi ibunya.” Bela Galih


“ Ka...uuuu..”


Sudah-sudah, jika berdebat terus kapan dimulainya acara ini. Sekarang ambil posisi kalian masing-masing.” Seru Tuan Rahardi yang sejak tadi hanya memperhatikan perdebatan anak-anak muda tersebut.


“ Baiklah.” Ucap mereka serentak.


Setelah mereka mengambil posisi masing-masing, mereka memulai makan malam bersama. Naura begitu takjub dan bingung dengan menu makanan yang ada dihadapannya,baru kali ini ia menikmati menu makan malam keluarga konglomerat. Dengan memperhatikan di sekelilingnya, dengan perlahan Naura mengikuti cara makan mereka. Sementara Arlan terus memperhatikan Naura sambil tersenyum.


Acara makan telah selesai mereka menikmati acara santai, yang terbagi dalam dua kelompok. Para orangtua memilih duduk terpisah dari anak-anak mereka.



“ Sejak kapan kalian sudah saling kenal?” Tanya Aran.


Naura dan Arlan hanya saling pandang,yang mengisyaratkan mereka enggan untuk menjelaskannya. Merasa kalah, Naura langsung menjelaskan secara detail bagaimana mereka bertemu pertama kalinya dan pertemuan-pertemuan berikutnya yang tanpa disadari membuat mereka menjadi akrab.


“ Sudah ku duga, akhirnya wanita yang dapat meruntuhkan tembok tebal di hati Arlan adalah kamu Naura. Kami bersyukur Arlan bertemu denganmu.” Ucap Galih yang melirik ke arah Dennis.


“ Iya Ra, belakangan ini kami sudah mencurigai sikap Arlan. Ternyata selama ini dia menghabiskan waktunya bersamamu.” Timpal Dennis


“ Maksudnya apa ya kak, aku gak ngerti.” Tanya Naura polos setelah cukup lama mengobrol dengan mereka Naura sudah tidak merasa canggung lagi.


“ Jangan kamu dengarkan mereka Ra. Mereka hanya iri saja.” Ucap Arlan


“ Benar Ra, jangan kamu dengarkan ucapan kami tapi kamu pahami, Ok. Nanti kamu akan tahu sendiri.” Goda Galih.


“ Sudah malam, sebaiknya kamu pulang Ra.” Potong Arlan

__ADS_1


Seketika Naura langsung melihat arloji yang ada di pergelangan tangannya. Jam sudah menunjukkan pukul 21.39 malam.


“ Ah, iya ternyata sudah larut malam. Sebaiknya aku permisi pulang nih Mbak.” Ucap Naura kepada Aran.


“ Baiklah Ra, kamu hati-hati dengan dia ya.” Jawab Aran menunjuk Arlan.


“ Maksud Mbak?” tanya Naura tidak mengerti


Aran hanya mengangkat kedua bahunya,sambil melirik Arlan. Melihat tidak ada jawaban, Naura langsung berpamitan kepada Dennis, Galih,dan Aran.


“ Terima kasih ya Mbak, atas undangan makan malamnya. Dan semua persiapan yang Mbak berikan kepada Naura.” Ucap Naura


“ Sama-sama Ra, ini hanya sebagian kecil saja. Jangan menjadi beban. Dan gaun ini hadiah dari Mbak jadi jangan kamu kembalikan ya.” Kata Aran


“ Terima kasih Mbak. Kalau begitu saya permisi ya Mbak.” Ucap Naura sambil mencium tangan Aran dan dibalas pelukan oleh Aran.


“ Saya permisi ya kak Dennis dan kak Galih.” Pamit Naura kepada Galih dan Dennis.


Kemudian Naura menghampiri bagian tante Nissa untuk berpamitan pulang.


“ Permisi Tante, Naura pamit pulang duluan ya.” Ucap Naura sambil mencium punggung tangan tante Nissa dan semua tamu yang ada di sana.


Melihat sikap Naura, mereka sedikit tercengang dan merasa terharu. Merasa tidak ada tanggapan, Naura berpikir mereka tidak menyukai sikapnya.


“ Maaf Tante dan Om, jika perbuatan saya tidak sopan dan menyinggung perasaan Tante dan Om.” Ucap Naura takut.


“ Eh, bukan begitu Naura, jangan salah paham. Kami tidak tersinggung, kami terharu baru kali ini ada anak muda yang mencium punggung tangan kami.” Jawab tante Senja yang dianggukan oleh tante Jasmin.


“ Iya Ra, jangan salah paham. Kami terharu, sangat jarang anak muda sekarang yang memiliki akhlak yang santun menghormati orangtua.” Timpal tante Jasmin.


“ Sudah, kasihan Naura dia merasa canggung nanti.” Bela Om Rahardi


“ Ehmm, bela calon menantu nih.” Ucap Om Wijaya


“ Iya dong, mudah-mudahan terkabulkan.” Harap tante Nissa

__ADS_1


Naura merasa semakin canggung, dengan suasana yanga ada, ia tidak bisa berbuat apa-apa, tiba-tiba sebuah tangan yang kokoh dan besar menarik pergelangan tangannya agar segera keluar dari ruangan tersebut.


__ADS_2