
"Ehm....”
“ Kenapa kau belum pulang? Padahal tadi kau sudah pergi duluan?” tanya Naura ketika melihat Andreal sudah berada di sampingnya.
“ Iya sih, tapi pada saat melewati halte ini, aku melihatmu senyum-senyum sendirian begitu.” Jawab Andreal
“ Masa sih?” kata Naura
“ Ya begitulah, sangking asyiknya aku duduk di sini saja kau tidak tahu kan. masih lama ya bus nya datang?”
“ Hehehe...Tidak,paling sekitar 10 menit lagi kok.”
“ Oh... kalau begitu sambil menunggu ku temani ya Ra.”
“ Gak usah Al, aku sudah terbiasa. Nanti kau bisa telat lho pulangnya.”
“ Aku juga sudah terbiasa.”
“ Is,, kau ini pulang terlambat gitu kok malah dibiasakan sih.”
“ Ya begitulah, kalau pulang cepat pun tidak ada orang di rumah jadi gak seru.” Ucap Andreal tanpa sadar. Biasanya ia tidak pernah membicarakan tentang kehidupan pribadinya.
“ Ehm maaf Al. Aku tidak tahu.” Kata Naura sedikit menyesal.
“ Hei, jangan pasang wajah seperti itu, it’s okay ini sudah hal yang biasa.”
“ Ya sudah kalau begitu.
Sambil menunggu bus datang, mereka pun sudah terlibat dalam obrolan yang santai,tak jarang mereka sesekali tertawa. Tepat di seberang halte, terdapat sepasang mata yang sejak tadi memperhatikan mereka. Dengan tangan yang terkepal kuat dan rahang yang mengeras ia pun segera melajukan motor sportnya dengan kencang menembus jalan raya yang cukup padat.
Tanpa sengaja pandangan Andreal menangkap sosok yang telah melaju kencang tersebut dengan senyuman yang terukir di wajahnya. ‘ Ehm, pasti bakalan seru nih. Si manusia es itu sudah mulai mencair rupanya.’ Gumam Andreal dalam hati.
“ Baiklah Al, aku duluan ya. Terimakasih sudah menemaniku.” Pamit Naura sambil berjalan menuju bus yang telah tiba.
“ Ehm.” Balas Andreal yang segera beranjak juga menuju motor sport berwarna merah kesayangannya.
Naura tiba di kos, saat adzan maghrib berkumandang. Dengan cepat iapun langsung mandi dan bersiap-siap melaksanakan kewajibannya.
__ADS_1
Tepat pukul 19.00 terdengar ketukan pintu kamarnya, iapun bergegas membukanya.
“ Assalamuailakum Ra.” Ucap Dara.
“ Waalaikumsalam kak. Mari silahkan masuk. Naura sudah menunggu lho.”
“ Apa yang kamu tunggu?”
“ Ya menunggu kita menggosip. Pasti kakak kepo kan dengan hari pertama Naura kuliah?”
“ Is, pede sekali. Siapa juga yang kepo. Wueee.” Kata Dara sambil menjulurkan lidahnya.
“ Ya sudah kalau begitu. Kakak balik aja ke kamar kakak. Naura mau istirahat.”
“ Yakin, kakak disuruh balik? Yah sayang sekali, makan malam ini sangat banyak kalau makan sendirian pasti tidak habis.” Ucap Dara pura-pura sedih sambil mengangkat bungkusan yang ia bawa.
Sambil melangkah menuju pintu Dara masih memasang wajah sedih,melihat hal itu Naura langsung menghalangi jalan Dara.
“ Kenapa kakak tidak bilang dari tadi. Sini biar Naura bantui makan ya.” Bujuk Naura sambil menggandeng tangan Dara. Melihat kelakuan Naura yang tiba-tiba lembut membuat ia tersenyum.
“ Ehm, baiklah kalau kau memaksa. Mari kita makan.” Ajak Dara
“ Bagaimana harimu tadi?” Tanya Dara setelah selesai menghabiskan makan malam mereka.
" Syukurlah Ra, kau sudah banyak mendapat teman. Mudah - mudahan hari - hari mu menyenangkan. Kau beruntung sekali bisa kuliah di kampus terfavorit di kota ini." Kata Dara
" Iya kak, Alhamdulillah jni rezeki yang tak terhingga bagi Naura. Mudah - mudahan dengan Naura menyelesaikan pendidikan ini bisa membuat bangga bapak dan emak. Dan yang paling penting Naura ingin membuktikan kepada masyarakat desa bahwa anak perempuan juga berhak untuk mengenyam pendidikan yang tinggi." Kata Naura
" Amin, semoga apa yang kau cita - citakan dapat terwujud ya Ra! kakak juga ikut senang melihat kau berhasil nantinya." Ucap Dara memberi semangat
" Makasih kak. Naura bersyukur di kelilingi dengan orang - orang baik yang mendukung dan mengerti keadaan Naura. Termasuk kakak dan bu Desi." kata Naura
" Ah sudah lah kakak jadi terharu. Kau benar Ra jika niat kita baik pasti akan dipermudahkan oleh Allah jalan kita. Kak Desi benar waktu beliau menceritakan anak muridnya yang mempunyai keinginan kuat untuk melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi lagi." Kata Dara
" Ah masa sih kak, bu Desi bilang begitu?"
" Ehm,dan sekarang bocah itu sudah ada di depan kakak dan benar saja bocah itu sangat pintar, pandai bergaul, mempunyai tekad yang kuat dan masih banyak lagi deh. Dan yang paling penting kakak senang bisa seperti punya adik" Jelas Dara
" Aaahh,kakak.. Naura jadi malu nih. Kakak terlalu berlebihan deh."
“ Ehm begitulah."
__ADS_1
" Iya kak, terima kasih kak. Naura juga senang bisa berkenalan dengan kakak itu berarti Naura juga seperti memiliki kakak perempuan. Sekali lagi terimakasih ya kak, sudah banyak membantu Naura. Sarang heo uni." Ucap Naura sambil memeluk Dara dari samping.
" Ih apaan deh, jangan lebay gitu deh Ra. Korban drakor ini bocah." Ucap Dara
" Biar aja. Ohya kak, besok pagi dalam rangka penyambutan mahasiswa baru panitia ospek mengadakan Malam bersahabat ke puncak selama tiga hari dua malam kak." Kata Naura
" Yah, selama itu juga kakak gak punya teman menggosip dong?" Ucap Dara dengan wajah berpura - pura sedih.
" Kakak jangan sedih dong, kan hanya sebentar." hibur Naura.
" Iya deh, nanti jangan lupa kau cerita ya tentang pengalamanmu di sana. Dan kau ada cowok yang sedang mendekatimu Ra?"
" Is kakak apaan sih cowok apa coba. Naura hanya berfokus untuk belajar tidak yang lain."
" Ya kan mana tau, secara kau kan cantik dan menggemaskan" Goda Dara
" Sudah ah kak, Naura jadi malu."
" Ehm baiklah sekarang istirahatlah Ra. Kau pasti capek. Kakak pamit ya Assalamualaikum.”
“ Iya kak, terimakasih makanannya.
Waalaikumsalam”
Sambil menunggu waktu isya, Naura rebahan di tempat tidur sambil mengirim pesan ke Naya dan Nining sahabatnya. Pada saat berpesan ria, tiba-tiba masuk pesan dari nomor yang tak dikenal. Merasa penasaran, Naura segera membuka pesan tersebut.
[ Sudah tidur?] sambil mengernyitkan dahi, Naura berusaha menebak siapa yang mengirim pesan yang singkat tersebut. Meskipun ia tetap tidak tahu, ia membalasnya dengan singkat juga.
[ Belum]
[ Lagi apa?]
[ Lagi chatingan dengan teman dan satu nomor yang tidak dikenal]
[ Ohya? Baiklah kau bisa menyimpan nomor ini. Jangan sampai larut tidurnya. Selamat tidur 😊]
' Ih apaan sih pake emoticon tersenyum segala, kira - kira siapa ya? Kak Arlan atau Andreal? ah au ah' gumam Naura menebak - nebak nomor siapa.
[ Iya terimakasih. Selamat tidur juga]
‘ Dasar jaelangkung.’ Gumam Naura yang langsung menyimpan nomor tersebut ke kontak hpnya dengan memberikan nama * Dasar Jaelangkung *.
__ADS_1
Setelah selesai chatingan dengan Dasar Jaelangkung, Naura melanjutkan bersama Naya dan Nining. Setelah 30 menit chatingan, Naura mengakhirinya ia pun bergegas ke kamar mandi untuk mengambil wudhu dan melaksanakan shalat isya. Setelah selesai Naura mempacking barang - barang yang akan dibawanya dalam acara Malam Bersahabat di puncak. Tidak membutuhkan waktu yang lama, Naura selesai packing dan merebahkan tubuhnya di kasur favoritnya dengan mata yang terpejam.