
“ Bagaimana ini bisa terjadi? Kenapa ada artikel seperti ini sih?” geram Carissa melampiaskannya ke Tari.
“ Kenapa kau malah kesal padaku hah. Masalah forum sekolah itu kan bukan urusanku. Kau saja yang terlalu gegabah.” Balas Tari tidak terima di salahkan oleh Carissa.
“ Ah maafkan aku Tari, aku terbawa suasana. Lalu kalau pihak kampus mengetahui ini, aku bisa mendapat masalah. Kenapa bisa dengan cepat langsung terbongkar sih.” Ucap Carissa merasa panik.
“ Kau tenang saja, asal tidak ada bukti yang tertinggal kita masih aman, kalau masalah rekaman cctv hotel itu kan belum tentu kau juga kan? Memangnya kau pikir nama Carissa itu hanya milikmu saja hah.” Jelas Tari.
“ Ya kau benar, untuk saat ini aku harus bersikap tenang.” Kata Carissa berusaha menenangkan dirinya.
Drttt.....drttt....drrtt....terdengar handphone Tari berdering panjang. Tari langsung mengambil handphone nya yang terletak di meja tempat ia nongkrong bersama Carissa.
“ Ibu? Tumben ibu menelepon?” gumam Tari setelah melihat nama pemanggil di layar. Ia pun menggeser tombol hijau ke atas.
“ Tari, jadi selama ini kau menjadi seorang simpanan om – om tua bangka hah...kau sudah membuat ibu dan bapakmu malu tahu.” Cerca bude Yati dengan nada emosi. Seketika Tari pun menjauhi handphonenya dari telinganya.
“ Maksud ibu apa sih aku gak ngerti.” Ucap Tari tanpa rasa bersalah.
“ Dasar anak tidak tahu diri hah, masih bertanya lagi. Kau darimana bisa mendapatkan foto Naura di hotel?” tanya ibu mulai mereda.
“ Ya langsung ku ambil sendiri dong bu, kalau tidak aku sendiri yang mengambilnya mana mungkin aku memposting di Acebook ku.” Jelas Tari tenang.
“ Kalau memang kau sendiri yang mengambil, lalu kau sendiri ngapai di hotel itu juga hah...?” tanya ibu meninggi.
“ Ya itu kan karena aku kebetulan kerja di hotel itu bu!” bohong Tari.
“ sudah lah, kau jangan membohongi ibu lagi. Semua sudah terbongkar, termasuk foto – foto Naura bersama seorang pria. Ibu benar – benar kecewa padamu Tari, kenapa kau malah terjerumus ke jalan yang sesat sih. Mau taruh di mana lagi muka ibumu ini hah...orang – orang kampung sudah membenci ibu tahu.” Kesal ibu.
“ Ah sudahlah bu, kenapa ibu histeris gitu sih, memangnya ibu dapat kabar itu darimana?” tanya Tari.
“ Kau tahu, beberapa hari yang lalu seorang pemuda datang ke rumah Naura dan dia menjelaskan bahwa pria yang bersama Naura di hotel adalah dia. Kalau kau tidak percaya, nanti akan ibu kirimkan video – video dari pemuda tersebut.” Jelas ibu yang mematikan panggilannya begitu saja.
__ADS_1
“ Ah dasar ibu, orang yang tidak dikenal saja kok malah dipercaya.” Omel Tari.
“ Ada apa?” tanya Carissa
“ Gak tahu tuh ibu mengomel tak menentu, malah mempercayai ucapan seseorang yang tidak dikenal.” Jelas Tari
“ Maksudmu?”
“ Aku memberitahu kepada orang – orang kampung tentang kelakuan Naura selama di kota ini, tapi mereka malah menuduhku aku bohong dan malah aku yang berbuat tidak benar.” jelas Tari.
Drtt...sebuah notifikasi masuk ke handphone Tari, dengan cepat Tari membuka pesan dan kiriman video yang baru saja ia dapat dari ibunya.
Melihat wajah Tari yang begitu serius melihat rekaman video di layar handphonenya, Carissa pun penasaran dan ikut nimbrung melihat video tersebut.
Setelah pertengahan melihat video tersebut dan melihat sosok pria yang sangat ia kenal di dalam video tersebut sontak Carissa merampas handphone dari tangan Tari agar ia dapat melihat sosok pria tersebut dengan jelas.
“ Arlan? Kenapa dia ada di sana?” tanya Carissa setelah yakin bahwa sosok pria tersebut adalah Arlan.
“ Inikan pria yang selalu bersama Naura. apa kau mengenalnya?” tanya Tari.
“ Tentu saja, dia adalah pria yang ku sukai sejak kami SMA tetapi sejak kehadiran wanita itu, perhatian Arlan langsung di renggut olehnya. Padahal orangtuaku akan menjodohkan kami tahu. Tetapi semua itu gagal gara – gara wanita itu.” Geram Carissa dengan tangan yang terkepal kuat.
“ Ah, kenapa kau sampai membencinya seperti itu? Kau kan cantik dan kaya hanya gara – gara pria seperti dia tidak kau dapatkan. Hei masih banyak pria tampan dan mapan di luaran sana.” Ucap Tari yang semakin membuat Carissa meradang.
“ Kau bilang apa? pria seperti itu? Kau anggap apa Arlan hah... apa kau tahu siapa dia sebenarnya hah...” seru Carissa.
“ Tidak Tuh! Memangnya siapa. Aku selalu bertemu dengannya bersama Naura, dan dia terlihat dari kalangan biasa saja.” Ucap Tari meremehkan.
“ Kau! Jangan sembarangan bicara kalau kau tidak tahu apa – apa. Nih! Kau baca artikel tentang keluarga Arlan. Setelah membacanya kau pasti akan terkena serangan jantung hahaaa. Dan berhenti mengatainya yang tidak – tidak.” Ujar Carissa sambil menyodorkan handphonenya.
“ Memangnya dia siapa sih! Sampai kau heboh sendiri.” Cetus Tari mengambil handphone Carissa dan membacanya. Meskipun di awal merasa enggan untuk melihatnya namun setelah beberapa saat wajahnya terlihat sangat serius dan terkejut.
__ADS_1
“ Kau serius? Jadi pria tersebut bukan orang yang sembarangan? Ah pantas saja si Naura itu bisa terlepas dari ancaman tuan Hardi. Ternyata di baliknya ada orang yang sangat hebat dan kuat.” Gumam Tari dengan mata yang membulat.
“ Sudah ku bilang, kau jangan main – main dengannya. Apalagi saat ini dia adalah seorang CEO dari perusahaan yang ia rintis sendiri, Arial Black Group yang merupakan perusahaan terhebat dan terbesar baik di dalam maupun di luar negeri. Bahkan ia merupakan seorang pengusaha eksekutif termuda yang berhasil menembus pasar dunia dengan urutan tiga besar.” Jelas Carissa bangga.
“ Ah tapi sayang sekali kau tidak bisa mendapatkannya.” Cibir Tari.
“ Aku belum kalah tahu, aku masih bisa mendapatkannya dengan bantuan Papa ku. Apalagi aku akan menghadiri pesta pembukaan hotel Green Mounth yang akan dilaksanakan akhir pekan ini.” Ucap Carissa tidak sabar akan momen tersebut.
“ Kau bilang apa? pembukaan Hotel Green Mounth yang terbesar di negara ini?” tanya Tari.
“ Iya. Kenapa kau terkejut begitu hah...” ujar Carissa.
“ Astagaa...” ucap Tari mulai berkeringat dingin setelah mencerna dan membaca situasi dari identitas Arlan yang sangat mengejutkan.
Ingatannya pun langsung melayang kepada tuan Hardi, di mana selama ini ternyata kekasihnya itu sudah menjalin kerjasama dengan perusahaan yang di pimpin oleh seseorang yang pernah mereka rendahkan dan hina. Jika Hardi mengetahui ini apa yang terjadi? Apakah CEO dari perusahaan rekan bisnisnya akan membatalkan secara sepihak? Ah jika di ingat kembali kejadian beberapa tahun yang lalu bisa – bisa membuat Tari frustasi.
“ Aaaahh.” Teriak Tari merasa frustasi.
“ Hei Kau baik – baik saja? Kenapa tiba – tiba teriak begitu sih! Ternyata setelah mengetahui identitas Arlan yang sebenarnya kau tidak hanya terkena serangan jantung tetapi menjadi depresi ya. Atau jangan – jangan kau pernah menyinggungnya hah.” Oceh Carissa.
“ Jika itu benar, maka siap – siap lah kau menerima hadiah dari seorang Arlan.” Timpalnya.
“ Apa maksudmu?” tanya Tari semakin penasaran.
“ Ah kau tidak tahu, Arlan itu di juluki pria yang berdarah dingin, dia tidak akan segan jika seseorang menyinggungnya meskipun itu seorang wanita.” terang Carissa.
Mendengar penjelasan Carissa semakin membuat Tari merasa tidak nyaman. Jika benar apa yang dikatakan Carissa bisa tamatlah riwayatnya.
“ Ah..yang benar saja kau. Jangan menakut – nakuti ku. Gak lucu!” teriak Tari yang langsung bergegas pergi meninggalkan Carissa sendirian di mejanya.
Melihat kepergian Tari secara tiba – tiba membuat Carissa tersenyum.
__ADS_1
“ Ah, habislah riwayatmu Tari.” Gumam Carissa dengan senyuman yang terukir di wajahnya.