Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 80 Meluruskan Kesalahpahaman


__ADS_3

Setelah pintu terbuka, masuklah sesosok yang mereka kenal berjalan menghampiri Naura dengan jalan yang sedikit tertatih, dengan keringat yang membasahi dahinya dan wajah yang masih terlihat pucat, ia pun memberi salam.


“ Selamat pagi bu! Maaf saya datang terlambat lagi!” ucapnya.


“ Ayla? Kenapa kamu ada di sini?” tanya Naura begitu terkejut melihat Ayla yang sudah berada di kelas.


“ Saya sudah sehat bu! Dan saya memaksa untuk pulang.” Ujar Ayla.


Sementara para siswa lainnya masih bertanya – tanya maksud dari pembicaraan mereka. sedangkan Vixel hanya dapat melihatnya dari tempat duduknya yang berada paling belakang.


“ Sebelumnya izin kan saya untuk menjelaskan tentang foto – foto bu Naura yang sempat tersebar di forum sekolah ini. Dan saya sebagai saksi ingin meluruskan kesalahpahaman ini. Memang benar bu Naura berada di hotel tersebut dan beliau juga yang membantu saya untuk menggantikan pekerjaan paruh waktu sebagai staf cabutan di hotel tersebut.” Jelas Ayla karena sudah melihat kegaduhan yang terjadi di forum sekolah tersebut.


“ Haaaaaaah...benarkah itu?” ucap siswa lain terkejut. Karena Ayla yang selama ini mereka kenal tidak pernah bersuara dengan kehidupan yang sangat tertutup untuk pertama kalinya mereka mendengar Ayla berbicara panjang lebar.


“ Jadi, teman yang di maksud bu Naura adalah kau?” tanya Reya.


“ Benar, kemarin sore bu Naura menolong saya yang kesakitan di toilet dan langsung membawa saya ke rumah sakit tanpa di duga saya di haruskan opname karena bermasalah dengan pencernaan saya.” Jelas Ayla.


“ Ah, yang benar saja jadi selama ini ku bekerja larut malam di tempat – tempat yang berbeda.” Ucap Dhea.


“ Maafkan saya, memang selama ini saya bekerja paruh waktu di malam hari karena mendapat gaji yang cukup besar. Saya melakukan ini semua semata – mata demi membiayai ibu saya yang sedang sakit. Karena saya hanya mempunyai ibu di dunia ini.” Jelas Ayla


Mereka yang mendengar dan baru mengetahui tentang kehidupan pribadi Ayla yang begitu memprihatinkan membuat mereka merasa iba.


“ Jadi itu alasan mu terlambat datang satu jam setelah pelajaran di mulai?” tanya Reya.


“ Iya benar, sebelum saya berangkat sekolah saya membantu tetangga saya berjualan si pasar pada dini hari dan merawat ibu saya untuk menyiapkan kebutuhannya selama saya peri ke sekolah maupun bekerja.” Ucap Ayla berusaha menahan tangisnya.


“ Dan demi saya juga bu Naura mendapat masalah yang dapat mencemarkan nama baiknya. Untuk itu saya ingin meminta maaf kepada ibu sekaligus meluruskan kesalahpahaman ini kepada kalian semua agar tidak langsung percaya dengan artikel tersebut dan menghujat bu Naura.” jelas Ayla memohon dengan mengatupkan kedua tangannya ke depan.


Setelah mendengar penuturan Ayla, suasana kelas menjadi hening, entah apa yang mereka pikirkan tentang Ayla selama ini. Tidak sedikit dari mereka yang sempat berpikir negatif tentang kehidupan Ayla yang sangat tertutup dan tidak pernah bersosialisasi dengan temannya yang lain.


Tanpa di sadari Naura, air matanya terjatuh dan memeluk tubuh lemah Ayla.


“ Sudahlah, kau tidak bersalah! Ini bukan kesalahanmu. Yang terpenting ibu sudah mendapat kepercayaan dari kalian. itu sudah menjadi kekuatan bagi ibu untuk menghadapinya. Terima kasih!” seru Naura setelah melepaskan pelukannya .


“ Nah ini uang kerja paruh waktu mu? Semoga uang ini dapat membantu perawatan ibu mu.” Ucap Naura sambil menyerahkan sebuah amplop coklat kepada Ayla.


“ Tapi bu! Kan ibu yang menggantikan saya jadi saya tidak berhak bu.” Tolak Ayla.


“ Memang ini adalah gaji saya, karena ini milik saya. Saya pun berhak dong untuk memberikannya kepada orang saya kehendaki. Terimalah jangan sungkan.” Bujuk Naura.


“ Terima kasih bu! Saya berjanji tidak akan datang terlambat lagi dan saya akan mengatur jadwal saya.” Ucap Ayla terharu dengan kebaikan dan ketulusan yang diberikan oleh Naura.


Dengan rasa harunya Ayla gantian memeluk Naura dan mencium punggung tangan Naura.


“ Sekali lagi terima kasih banyak bu.” Seru Ayla.

__ADS_1


“ ibu juga berterima kasih kepadamu karena dengan susah payah kau datang ke sekolah untuk menjelaskan kejadian yang sebenarnya.” Ucap Naura.


“ Iya bu! Saya juga merasa bertanggungjawab akan masalah tersebut.” Jelas Ayla.


“ Baiklah, sekarang saya harap kalian dapat menilai dengan bijak masalah yang ada di forum tersebut. Dan kau Ayla teruslah pertahankan prestasimu.” Ucap Naura.


“ Nah, duduklah di bangkumu!” lanjutnya.


Tanpa sepengetahuan yang lain, secara diam – diam Vixel merekam kejadian dan penjelasan dari Naura maupun dari Ayla.


“ Oh ya bu, jika benar foto tersebut di ambil oleh seseorang bukankah orang tersebut juga berada di tempat yang sama bukan.” Tanya Vixel.


“ Ah ya benar juga.” Timpal yang lain.


“ Kira – kira ada tidak orang yang curigai?” tanya Dhea.


“ Entahlah, saya juga tidak ingin asal bicara kalau tidak ada buktinya.” Jelas Naura.


“ Secara dilihat dari sikap ibu, masa iya ibu menyakiti seseorang.” Ucap Olive.


“ Yang iya nya, orang tersebut lah yang merasa iri kepada bu Naura.” timpal Dhea.


“ Iya benar juga.” Dukung yang lain.


“ Terima kasih semuanya sudah mendukung dan mempercayai saya.” Ucap Naura.


“ Ish dasar kau....” ucap Via sambil melempar kertas yang sudah di bentuk menjadi bola ke arah Tara.


“ Apaan sih main lempar – lempar segala.” Oceh Tara.


“ Sudah – sudah. Jangan berkelahi. Sekarang semua sudah jelas dan sekarang kita mulai pelajaran kita hari ini.” Ucap Naura.


“ Ya ibu gak seru....” ucap Tara


“ Emang siapa juga yang tahan terus – menerus kau suruh mendongeng hah..tapi tumben juga nih kau tidak tidur di dalam kelas.” Ledek Reya yang disambut oleh tawaan yang lain.


“ Ah kesempatan kali ini sayang kalau dilewatkan.” Ucap Tara.


“ Ah dasar kau...” teriak yang lain.


Setelah kesalahpahaman ini sudah mendapat penjelasan, Vixel pun membagikan rekaman yang iya rekam di forum sekolah. Agar masalah artikel yang melibatkan Naura tidak berbuntut panjang.


Baru saja di share, langsung mendapat banyak komentar dari para peserta yang berada di forum sekolah tersebut. Berbagai macam komentar yang menanggapi rekaman video tersebut sudah menjadi topik pembicaraan mereka di forum.


Begitu juga, dengan siswa yang berada di dalam kelas, mereka pun juga tidak mau kalah untuk ikut berkomentar dalam mendukung dan membantu menjawab pertanyaan – pertanyaan dari siswa lain.


Melihat para siswa asyik dengan melihat handphone mereka masing – masing, Naura menegur mereka.

__ADS_1


“ Apa yang sedang kalian lihat?” tanya Naura.


“ Ini bu, video hasil rekaman untuk mengklarifikasi terkait artikel yang sempat beredar di forum.” Ucap Tara.


“ Video? Siapa yang melakukan itu?” tanya Naura.


“ Vixel bu.” Tanya mereka serentak.


Mendengar penuturan dari siswanya Naura hanya bisa menatap Vixel dan tersenyum mengisyaratkan tanda terima kasih.


“ Baiklah! Karena sebentar lagi waktu istrihat tiba, kalian lanjutkan saja dengan pembicaraan di forum.” Ucap Naura.


Tidak lama, handphone Naura yang berada di dalam tasnya berdering panjang. Dengan segera ia mengambil dan melihat siapa yang menelepon.


Drtttttt.....drttt......drtt......


“ Naya?” gumam Naura.


“ Saya permisi sebentar anak – anak!” pamit Naura keluar kelas untuk mengangkat panggilan dari Naya.


“ Halo Assalamualaikum. Ada apa Nay?”


“ Walaikum salam, ah kakak! Kenapa baru aktif sih handphone nya?” omel Naya kesal.


“ Maaf Nay, handphone kakak lowbet dan baru ini aktif.” Jelas Naura.


“ Ish kakak ya masih saja bisa tenang.”


“ Maksudmua apa Nay?”


“ Kakak tidak tahu tentang foto – foto kakak yang sudah tersebar di media sosial milik kak Tari?” tanya Naya.


“ foto kakak?” tanya Naura balik.


“ Iya, jika dilihat waktu di sharenya, kak Tari melakukannya pukul 04.47 dini hari. Coba saja kakak lihat di macebooknya.” Jelas Naya


“ Benarkah itu? Tari mengupload foto – foto kakak?” tanya Naura.


“ Iya, foto kakak yang sedang keluar dari hotel bersama seorang pria. Dan kakak berhutang penjelasan padaku.” Omel Naya.


“ Ah, iya maaf Nay! Kakak tidak tahu masalah itu.” Jelas Naura pura – pura tidak tahu agar Naya tidak merasa curiga.


“ Baiklah akan Naya kirim fotonya ya kak!” ucap Naya yang memutuskan panggilannya.


Drtt..tidak menunggu lama notifikasi pesan berbunyi. Naura pun membuka foto kiriman dari Naya.


Setelah terbuka, Naura sangat terkejut dengan apa yang iya lihat.

__ADS_1


“ Astaghfirullahalazim...” ucap Naura tidak percaya dengan foto yang dikirim dari Naya.


__ADS_2