Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 26 Kesal


__ADS_3

Para mahasiswa pun, segera berkumpul di alam terbuka. Mereka akan mendirikan tenda masing – masing sesuai dengan tim mereka. Meraka akan melaksanakan kegiatan outdoor ini selama tiga hari dua malam.


Setelah semua di beri pengarahan dan masing – masing mahasiswa langsung mendirikan tenda. Teman satu tenda dengan Naura adalah Abel dan Nadia. Mereka dengan kompak membuat tenda dan menatanya sedemikian rupa. Kegiatan akan di mulai pada malam hari sekaligus pembukaan acara dengan api unggun.


“ Hai girls, ada yang bisa dibantu?” tanya Frans yang menghampiri tenda satu timnya bersama Andreal.


“ Telat. Kenapa baru sekarang menawarkan bantuan?” Ketus Nadia.


“ Yeah, kita juga baru selesai lho memasang tenda.” Kata Frans


“ Ya kan mana tahu ada yang bisa dibantu disini. Karena ini waktu istirahat makanya kami bisa berkeliling.” Timpal Andreal


“ Iya ya. Kami sudah selesai juga kok memasang tenda. Terima kasih atas tawarannya.” Ucap Naura menengahi perdebatan antara Nadia dan Frans.


“ Idih, gitu dong. Kan enak dengarnya. Gak kayak itu tu, ketus amat ngomongnya.” Ucap Frans sambil memonyongkan bibirnya ke arah Nadia.


“ Apaan sih, siapa juga yang ketus. Biasa aja kali


ngomongnya.” Kata Nadia tidak terima


“ Sudahlah, kalian ini kenapa berdebat terus sih, entar jodoh lho.” Kata Abel sambil melirik Nadia.


“ Sama dia, idih amit – amit.” Kata Nadia sambil menunjuk Frans sementara yang di tunjuk hanya tersenyum melihat Nadia semakin kesal.


Melihat mereka masih berdebat, Naura, Abel dan Andreal pergi meninggalkan mereka untuk bersantai menikmati teh hangat.


“ Bro, kau benar – benar jin Jono ya, tahu – tahu sudah sampai sini aja.” Ucap Galih saat mereka duduk santai di depan tenda mereka.


“ Jin Jono?” tanya Dennis bingung


"Lha, itu kan julukan Arlan dari Naura. Emang benar sekali tuh. Tiba – tiba nongol gitu.” Jelas Galih sambil menahan tawa.


“ Astaga, aku baru ingat. Gadis itu orang pertama yang berani menyematkan julukan kepada cowok idola para gadis di kampus ini. Hahahaha, sepertinya aku akan menjadi fans gadis itu deh.” Kata Dennis tertawa, kapan lagi ia dan Galih dapat kesempatan untuk mengerjai Arlan.

__ADS_1


“ Sudah puas?” kata Arlan kesal


“ Belum sih, mumpung masih ada kesempatan kita gaeskan aja iya gak Den?” Timpal Galih yang tanpa rasa takut melepaskan tawanya.


“ Kita ingin lihat sebucin apa kau dibuat si Naura gadis desa itu ” kata Dennis


“ Hah, makin ngaco aja kalian. awas kalian.” Ucap Arlan kesal langsung meninggalkan Dennis dan Galih.


Melihat Arlan pergi dengan wajah yang seperti jeruk purut, membuat Dennis dan Galih tertawa menang sambil saling mengtoskan kepalan tangan mereka.


“ Aku punya firasat Den, pasti untuk ke depannya ini akan menjadi lebih seru.” Tebak Galih


“ Maksudmu” tanya Dennis mengernyitkan alisnya.


“ Kau sudah lihat si Andreal kan, dia sudah kembali dan kuliah di kampus ini. Yang lebih serunya ia satu tim dengan Naura. Ini akan menjadi kesempatan yang bagus untuknya membalas Arlan.” Jelas Galih


“ Ya ya kau benar Lih, aku baru ingat. Kemarin aku tidak sengaja melihatnya bersama Naura. Sepertinya dia juga bisa merasakan kalau Arlan tertarik dengan Naura.” Kata Dennis


“ Yaap.. kau benar dan Naura akan menjadi senjatanya.” Ucap Galih


“ Al, Ra, aku mau ke tenda sana ya.” Kata Abel sambil beranjak dari duduknya meninggalkan Naura dan Andreal


“ Dasar Abel,” sungut Naura


“ Kenapa kau kesal?” tanya Andreal


“ Gak kesal juga sih, hanya sedikit cemburu sejak ia begitu genjar ingin pdkt ma gebetannya waktu kami berdua jadi berkurang.” Jelas Naura


“ Oh..... baiklah mulai sekarang kau tidak perlu cemburu lagi. Kan ada aku di sini.”


“ Maksudmu?”


“ Iya, kita kan sudah jadi teman ya meskipun ke depannya kita tidak dalam satu tim lagi. Tetapi pertemanan kita masih bisa berlanjutkan?”

__ADS_1


“ Oh,,, tapi aku gak janji lho. Karena untuk ke depannya aku juga mempunyai jadwal yang padat. Jadi tidak ada waktu untuk bermain.”


“ Wah, kedengarannya tidak ada kesempatan ya. Padahal aku juga berusaha ingin pdkt tuh. Sayang sekali” ucap Andreal sambil menatap Naura.


Mendapat tatapan seperti itu dari Andreal dan perkataan yang secara tiba – tiba membuat Naura tidak nyaman dan berusaha mencerna maksud dari perkataan Andreal.


“ Maksudmu apa Al?” tanya Naura


“ Ya seperti temanmu itu?" Kata Andreal sambil melirik ke arah Abel yang sedang berduaan dengan cowok gebetannya. Naura pun mengikuti arah pandang Andreal.


" Maksudmu mencoba berpacaran gitu?" Kata Naura langsung ke intinya


" Ya bisa dibilang seperti itu juga sih." Ucap Andreal


" Maaf Al, aku gak mau mencari masalah jika berdekatan dengan mu apalagi sampai berpacaran nanti kalau aku di ganggu dengan para fans mu gimana? atau bisa - bisa aku di labrak lho oleh pacarmu?" Kata Naura


" Kau ini, terlalu jauh pemikiranmu. Pikiranmu itu sudah dipenuhi racun oleh drakor yang sering kau tonton." Kata Andreal


" Ish apaan sih kau, darimana kau tahu aku penyuka drakor. Kan bisa jadi lho secara kau lumayan tuh" Kata Naura


" Lumayan apa ini?" tanya Andreal


“ Ah, sudahlah Al. Aku gak mau kau kecewa dan membuatku tidak enak. Ya jujur saja, aku berusaha mewujudkan impian dan cita – cita ku. Aku ingin membuktikan kepada orang – orang desa bahwa seorang perempuan juga berhak untuk mengenyam pendidikan yang tinggi. Makanya aku harus belajar keras dan untuk memenuhi biaya hidupku aku harus bekerja paruh waktu. Aku tidak ingin membuat kedua orangtuaku dan adikku kecewa. Karena aku sadar Al, aku dari keluarga yang tidak mampu” Jelas Naura tanpa rasa malu. Ia menjelaskan agar Andreal tidak salahpaham dengannya.


“ Ehm. Baiklah kalau begitu dengan senang hati aku akan membantumu mewujudkan impianmu itu.”


“ Terserah kau saja Al.” Pasrah Naura. Ia pun beranjak kembali ke tenda untuk melaksanakan shalat Ashar. “ Aku kembali ke tenda ya Al, sudah masuk waktu Ashar.”


“ Baiklah, aku akan menunggu di sini saja.” Kata Andreal sambil merebahkan tubuhnya di rerumputan.


Tanpa disadari Arlan ia berjalan mendekati tenda Naura. Namun, sekitar 50 meter dari tenda ia berhenti ketika Andreal dan Naura terlihat sedang berduaan bersenda gurau. Melihat mereka sangat dekat dan akrab membuat matanya menatap tajam dan tangan yang terkepal kuat.


‘ Is, apa – apaan sih ini. Benar – benar sial hari ini mau apa bocah tengil itu mendekati Naura.’ gumam Arlan sembari memukul tangannya ke udara. Tidak ingin semakin kesal ia pun berbalik arah meninggalkan tenda tersebut. Namun karena Arlan tergesa – gesa tidak memperhatikan jalannya ia menabrak seorang wanita yang sedang berjalan ke arahnya.

__ADS_1


Brugh.....seketika gadis tersebut terjatuh terduduk ketika tubuhnya menabrak sesuatu.


“ Auw.... kalau jalan lihat – lihat dong, jangan as.....” ucapannya terhenti ketika pandangannya berhasil menangkap sosok yang sangat dikenalnya...


__ADS_2