Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 32 Gosip 2


__ADS_3

“ Sudahlah girls, jangan di goda terus Naura. Kasihan tuh, kalian tidak lihat wajahnya sudah merah sekali seperti gunung merapi yang ingin memuntahkan laharnya?.” Ucap Andreal yang langsung menangkap situasi yang ada di depannya.


“ Maksudmu apa Al, siapa juga yang menggoda Naura. Kami hanya bertanya saja ko? Iya kan Nad?.” Balas Abel


“ Iya Nih.” Bela Nadia


“ Lalu, kenapa kalian membahas kak Arlan segala tadi?” Tanya Andreal


“ Itu, karena aku tadi malam tidak sengaja bertemu dengan Kak Arlan di tenda medis?” Jelas Abel.


“ Tenda medis? Kak Arlan sakit apa Bel?” tanya Frans terkejut


“ Ah, ekspresi wajah dan pertanyaanmu kenapa sama persis dengan Nadia sih Frans?” Tanya Abel


“ Apa?” Ucap Nadia dan Frans bersamaan


“ Nah lho, tuh kan kalian sama lagi. Jangan – jangan kalian berjodoh lho!” Goda Abel


“ Sama dia?” Ucap Nadia dan Frans kembali bersamaan sambil menunjuk wajah mereka masing – masing.


“ Sudah lah, terima saja kalau jodoh kalian sudah di depan mata. Sudah tiga kali lho.” Timpal Andreal


“ Is ogah berjodoh dengannya.” Kata Nadia sambil bergidik merinding


“ Pede amat sih, biasa aja kali. Kau pikir aku hantu apa sampai kau bergidik merinding gitu.” Kata Frans agak kesal sambil memalingkan wajahnya dari Nadia. Nadia juga membalas memalingkan wajahnya ke arah lain.


“ Sudah cukup. Kalian pikir kalian ini anak kecil apa? Memperdebatkan hal yang tidak penting seperti itu” Ucap Andreal sedikit keras yang sontak membuat mereka terdiam.


“ Ayo kita pergi makan malam.” Lanjutnya sambil pergi berlalu meninggalkan mereka di tenda. Seperti kerbau yang dicucuk hidungnya Naura, Nadia, Abel dan Frans langsung bergegas menyusul Andreal dari belakang.


Suasana acara makan malam bersama begitu hikmat dan penuh dengan kekeluargaan. Melihat Naura sudah bergabung dalam acara makan bersama, Arlan menatap Naura dengan hangat. Ia bersyukur keadaan Naura sudah lebih baik. Sementara Andreal menangkap tatapan Arlan ke arah Naura. Dengan tersenyum tipis, Andreal terus memperhatikan Arlan.



Merasa ia diperhatikan, Arlan mengalihkan pandangannya ke arah Andreal. Dan seketika pandangan mereka saling bertabrakan. Melihat hal itu, Andreal tersenyum penuh makna ke arah Arlan. Dengan wajah yang datar dan cuek Arlan memalingkan wajahnya.


‘ Ckckck, dasar gengsi. Awas aja akan ku pancing kau manusia es.’ Gumam Andreal melihat sikap datarnya Arlan.


Selesai acara makan malam bersama, para mahasiswa melanjutkan kegiatan santai mereka sambil mengelilingi api unggun yang cukup besar.



Untuk memeriahkan acara penutupan malam bersahabat, salah satu tim menampilkan atraksi mereka ada yang bernyanyi dan yang lain mengiringinya dengan petikan suara gitar. Sambil di ikuti dengan tim lainnya mereka bernyanyi dengan riangnya.


Pria mana yang tak suka


Senyummu juwita


Kalau ada yang tak suka


Mungkin sedang goblok


Engkau baik


Engkau cantik


Kau wanita


Aku cinta


Mata indah bola ping pong


Masihkah kau kosong


Bolehkah aku membelai


Hidungmu yang aduhai


Engkau baik


Engkau cantik


Kau wanita


Aku puja


Jangan marah kalau kugoda


Sebab pantas kau digoda


Salah sendiri kau manis


Punya wajah teramat manis


Wajar saja kalau kuganggu


Sampai kapan pun kurindu


Lepaskan tawamu nona

__ADS_1


Agar tak murung dunia


Engkau baik


Engkau cantik


Kau wanita


Aku cinta


Aku puja


Kau betina


Bukan gombal


Aku yang gila


Jangan marah kalau kugoda


Sebab pantas kau digoda


Salah sendiri kau manis


Punya wajah teramat manis


Wajar saja kalau kuganggu


Biar mampus aku rindu


Lepaskan tawamu nona


Agar tak murung dunia


Mata indah bola ping pong


Masihkah kau kosong


Bolehkah aku membelai


Hidungmu yang aduhai


Mata indah bola ping pong


Masihkah kau kosong


Bolehkah aku membelai


Mata indah bola ping pong


Masihkah kau kosong


Bolehkah aku membelai


Pipimu yang aduhai


Mata indah bola ping pong


Masihkah kau kosong


Bolehkah aku membelai


Jidatmu yang aduhai


Mereka bisa duduk sesuai dengan tim mereka maupun tidak. Tim Naura dan teman – temannya memilih duduk bersama. Di saat menikmati acara api unggun, datang seorang mahasiswa cowok menghampiri mereka.


“ Boleh aku bergabung?” Tanyanya dengan sopan


“ Oh, silahkan.” Jawab Naura


“ Kau yang bernama Naura? aku kesini ingin meminta maaf secara langsung karena telah menabrakmu tadi pagi.” Ucap Geo mahasiswa dari jurusan Teknik.


“ Oh, tidak apa – apa kak, saya juga salah karena tidak konsentrasi.” Ucap Naura


“ Baiklah terima kasih Naura, namaku Geo dari jurusan Teknik. Salam kenal.” Kata Geo


“ Iya sama – sama. Salam kenal juga.” Ucap Naura.


“ Kalau begitu, saya balik ke tim saya ya. Sekali lagi terima kasih Naura. saya permisi ya semuanya.” pamit Geo


“ Iya” jawab Abel, Nadia dan Naura serentak


Melihat mahasiswa yang ganteng – ganteng membuat jiwa gosip Abel dan Nadia meronta – ronta. Tanpa menghiraukan keseruan kegiatan dari tim lain mereka lebih berfokus ingin bergosip.


“ Nambah daftar satu lagi nih cogannya. Lumayan juga tuh cowok.” Kata Abel seakan – akan langsung hijau matanya ketika melihat cowok – cowok yang ganteng.


“ Kau benar Bel, lumayan bisa berkenalan dengan cogan. Ah, kayaknya dekat dengan Naura kita lumayan juga ya bisa kenalan banyak dengan cogan – cogan di kampus ini.” Timpal Nadia yang sebelas dua belas dengan Abel


“ Apaan sih kalian ini. Semua makhluk itu di ciptakan oleh Allah dengan rupa yang sempurna. Jadi kalian jangan terlalu berlebihan gitu deh.” Nasehat Naura, ia begitu cuek dengan tampang mahasiswa cowok di kampus ini. Karena ia berfokus untuk menuntut ilmu demi mencapai impiannya.

__ADS_1


“ Iya deh Ra, tapi memang begitulah kenyataannya.” Ucap


Sementara Frans dan Andreal hanya memperhatikan perdebatan mereka.


“ Ohya Bel. Tadi masih terpotong penjelasanmu mengenai kak Arlan. Sakit apa kak Arlan sampai datang ke tenda medis?” tanya Frans penasaran.


“ Ah ya, aku sampai lupa mau cerita tentang Kak Arlan.” Kata Abel sambil menepuk jidatnya sendiri.


“ Is kepo banget sih” Cibir Nadia menyindir Frans.


“ Bodoh amat, sangat jarang lho ada kesempatan bisa mendapat gosip tentang kak Arlan.” Ucap Frans ketus


“ Baiklah, jadi gini lho Frans. Kau tahu tadi malam waktu aku ke tenda medis aku bertemu dengan Kak Arlan yang mengendap – endap mencari sesuatu.” Kata Abel


“ Apa yang dia cari?” tanya Frans


“ Hehehehehe, kau pasti tidak akan percaya Frans. Benda apa yang ia cari dan dengan sedikit malu ia bertanya samaku. Apakah kau bisa mencarikan pembalut dan minuman pereda nyeri?” Kata Abel memperagakan ucapan Arlan


“ Apaaa.......aaa? pembalut dan minuman pereda nyeri? Gak salah tu?” Tanya Frans begitu kaget


“ Haaah, kak Arlan sudah sejauh itu? Is dasar manusia es itu sudah sebucin itu rupanya.” Kata Andreal tanpa sadar karena terkejut


“ Barusan kau bilang apa Al?” Tanya Abel dan Frans bersamaan


“ Apa?” kata Andreal


“ Kau punya hubungan apa dengan kak Arlan? Dari ucapanmu tadi kau seperti sudah sangat mengenalnya?” kata Frans sambil menyelidik menatap mata Andreal


“ Dia kakak sepupuku.” Jawab Andreal santai.


“ Ap..aaaaaa” Ucap Naura, Abel, Nadia dan Frans serentak


Dengan teriakan keempat insan tersebut, semua mahasiswa memandang ke arah tim mereka. Dengan menundukkan kepala dan menutup mulut mereka meminta maaf karena sudah mengganggu yang lain.


“ Kau serius Al? Ya ampun jadi selama ini kita tidak sengaja sudah mengenal bahkan berteman dengan salah satu anggota keluarga kak Arlan. Itu berarti bisa mendekati kak Arlan dong.” Ucap Frans meskipun ia lelaki ia juga salah satu penggemar Arlan dan teman – temannya.


“ Is lebay deh” Cibir Nadia


“ Biari. Uekkk” Balas Frans sambil menjulurkan lidahnya ke arah Nadia


“ Ka..uu. awas kau ya.” Geram Nadia sambil berusaha memukul pundak Frans namun Frans dapat mengelak. Merasa tak puas Nadia semakin berusaha ingin berhasil memukul Frans, tak ayal lagi mereka akhirnya saling kejar – kejaran. Melihat tingkah konyol kedua temannya Naura, Abel dan Andreal hanya menggeleng – gelengkan kepala mereka sambil menahan malu karean menjadi pusat perhatian.


Pasalnya di tim mereka lah yang terlihat paling heboh seperti anak – anak. Dan hal itu tak luput dari pandangan Arlan, dari jarak 50 meter Arlan memperhatikan Naura yang sedang melanjutkan obrolannya dengan kedua temannya.


" Sudahlah bro jangan di pungkiri, kalau kau tertarik dengan Naura dekati saja dia mumpung masih ada waktu sebelum kau menyelesaikan studymu.” Kata Galih yang memperhatikan arah pandangan Arlan.


“ Iya Lan, ya setidaknya kau kasih kode lah agar tidak di ambil lelaki lain. Kau tahukan bocah tengil itu sepertinya ingin membalasmu dengan cara mendekati Naura.” Timpal Dennis


“ Yups benar kata mu Den, bocah tengil itu mulai menebar racunnya.” Tambah Galih memanas – manasi Arlan.


“ Dasar kalian. Bisa apa bocah tengil itu, kalian bisa lihat seberapa ia berusaha tidak akan berpengaruh pada gadis itu.” Kata Arlan santai ia sudah memahami sifat Naura yang begitu cuek dengan pria, yang benar – benar membatasi dirinya dari kaum adam.


“ Ya itu terserah kau saja. Kau benar, Naura gadis yang hebat bisa membuatmu banyak bicara apalagi sampai membuatmu emosi.” Kata Galih


“ Ah sudahlah, terserah kalian mau bicara apa.” Ucap Arlan sambil merebahkan tubuhnya yang melipat kedua tangannya sebagai alas kepalanya.


Ia tidak perduli dengan acara malam ini, dimana semua mahasiswa sangat menikmati suasana dari acara api unggun tersebut. Dalam diam ia masih memperhatikan Naura dari kejauhan. Sementara Galih dan Dennis ikut bergabung dengan tim panitia ospek lainnya.


“ Bel, aku duluan balik ke tenda ya. Sudah ngantuk.” Ucap Naura sambil menutup mulutnya karena menguap.


“ Yah, cepat amat sih Ra. Ini baru jam 20.45 acara masih lama.” Sesal Abel


“ Ya mau gimana lagi, si mata tidak bisa di ajak kompromi. Karena sudah jadwalnya ia di tutup.” Jelas Naura


“ Ehm baiklah. Apa kau perlu diantar?” kata Abel


“ Tidak perlu. Aku berani kok. Aku duluan ya” Pamit Naura kepada Abel dan Andreal


“ Ehm pergilah.” Ucap Abel


Melihat kepergian Naura, Andreal juga beranjak dari duduknya.


“ Eh mau kemana Al?” tanya Abel


“ Balik ke tenda juga.” Kata Andreal


“ Is kalian payah, jadi gak seru kan.” Ucap Abel cemberut


“ Nikmati aja acaranya Bel, bentar lagi mereka berdua akan kembali kok.” Kata Andreal langsung meninggalkan Abel.


Dalam perjalanan menuju ke tenda, Naura bergumam sambil bershalawatan. Karena ia sudah terbiasa pukul 21.00 malam tidur maka ia tidak bisa untuk melewati jam tidurnya apaagi sampai bergadang.


Sementara tanpa pengetahuan Naura, Andreal diam – diam mengikuti Naura dari belakang ia hanya ingin memastikan Naura tiba di tenda dengan aman. Entah mengapa perasaannya sedikit merasa tidak enak


Asyik bershalawatan, Naura tidak menyadari seseorang juga sudah mengintainya. Pada saat di depan pintu tenda, tiba – tiba tangan sesorang menarik tangan Naura dengan kuat menuju belakang tenda. Sontak membuat Naura sangat terkejut dan dengan tubuh yang sedikit oleng karena tidak sempat melawan Naura terseret mengikuti langkah yang menarik tangannya dengat cengkraman yang begitu kuat dengan rasa yang penuh dengan kebencian.


“ Siapa kau, lepaskan tanganku!” teriak Naura namun tidak di gubris.


Sesampai di belakang tenda tangan Naura dihempaskan begitu saja tanpa rasa kasihan.

__ADS_1


“ Kaa....u?” kata Naura terkejut setelah melihat seseorang dihadapannya yang telah menyeretnya dengan kasar ke belakang tenda.


__ADS_2