Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 33 Ancaman


__ADS_3

“ Siapa kau?” Tanya Naura terkejut


“ Oh.. ternyata kau yang bernama Naura.” Tanya seorang wanita berpostur tinggi putih yang dimiliki oleh seorang model berambut sebahu yang ada di depan Naura. Ya dia adalah Carissa yang sudah tujuh tahun memendam rasa suka kepada Arlan namun perasaannya tidak pernah dihiraukan oleh Arlan.


“ Apa aku mengenalmu?


“ Kau tidak perlu tahu siapa aku, kau jangan keganjenan mendekati Arlan. Kau tidak selevel dengan kami.” Kata wanita cantik tersebut dengan angkuhnya


“ Hah, memang seberapa sih levelmu? Memangnya kau sudah hebat apa? Kok malah memandang rendah orang lain.” Kata Naura juga tidak mau kalah


“ Cih, sombong sekali kau. Coba berkaca lah terlebih dahulu.” Ucapnya sengit


“ Owh......aku selalu berkaca setiap saat kok, dan ku rasa tidak ada yang salah denganku?” Jawab Naura lebih sengit lagi. Ia berusaha tegar jika menghadapi situasi seperti ini agar tidak dianggap lemah.


“ Percaya diri sekali kau. Ku peringatkan sekali lagi, menjauhlah dari Kak Arlan karena kami sudah dijodohkan oleh kedua orangtua kami. Jika kau masih mendekati kak Arlan aku tidak akan segan – segan lagi kepadamu.” Ucap Carissa dengan angkuhnya


“ Hah sudah dijodohkan. Tidak salah tu. Hahaahha.” Ejek Naura jelas ia tidak percaya dengan ucapan wanita yang ada di depannya. Pasalnya pada saat makan malam tempo hari, Naura tidak melihat wanita ini ada di acara tersebut.


“ Kau.... kenapa kau malah tertawa haah?” Kata Carissa semakin meradang.


“ Kasihan sekali kau nona, seharusnya kau yang berkaca terlebih dahulu sebelum kau bicara seperti itu kepadaku. Kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu itu. Semuanya tidak ada yang benar. Pertama, aku tidak pernah mendekati kak Arlan apalagi sampai menggodanya dan yang kedua kak Arlan tidak milik siapa – siapa.” Jelas Naura dengan percaya dirinya.


“ Ka...uuu” Geram Carissa yang spontan mengangkat tangannya ingin menampar wajah Naura. Namun, tangannya tidak sampai ke wajah Naura karena tertahan oleh cekalan dua tangan yang kokoh dan langsung saja dihempaskan dengan kuat.


Melihat hal itu, Carissa dan Naura sangat terkejut.


“ Kalian?” Kata Naura dan Carissa bersamaan


“ Hai, apa kabar kak Carissa?” Tanya Andreal dengan tatapan tajamnya


“ Ka..u? Kenapa bisa ada di sini?” kata Carissa


“ Kenapa? Kau terkejut? Seharusnya aku yang memperingatimu jangan kau ganggu Naura?” Ucap Andreal


“ Dan kak Arlan, aku tidak bermaksud apa – apa aku hanya ingin menyapanya saja.” Kata Carissa gugup dia tidak ingin Arlan tahu sifat aslinya. Selama ini ia berusaha untuk bersikap sebagai seorang wanita yang elegan dan lemah lembut di depan Arlan guna untuk menarik perhatian Arlan.


“ Sudahlah, aku sudah tidak ingin berurusan denganmu lagi.” Ucap Arlan dingin.


“ Ta...pi kak, ku mohon jangan seperti itu. Tidak kah kau merasakan perasaanku selama ini? Aku berusaha sabar menantimu dan berharap suatu saat kau mau melihat dan tersenyum kepadaku kak. Apakah aku salah hah. Kenapa selama ini kau tidak pernah melihatku sedikitpun. Apa kurangnya aku kak?” teriak Carissa mengeluarkan semua uneg – unegnya.


Sementara Andreal dan Naura hanya diam melihat perdebatan mereka berdua.


“ Tidak ada yang salah denganmu, hanya kau salah menempatkan perasaanmu kepadaku.” Ucap Arlan langsung meninggalkan Carissa sambil meraih pergelangan tangan Naura. Naura membulatkan matanya terkejut ketika Arlan menarik lengan Naura. Melihat hal itu semakin membuat Carissa meradang.


“ Awas kalian.” teriak Carissa dengan diirngi air mata yang telah menganak di pipinya.


“ Ish, dasar kalian kenapa aku juga ditinggal begitu saja sih.” Omel Andreal mengikuti langkah Arlan dan Naura dari belakang.


“ Kau tidak apa – apa Ra?” tanya Andreal setelah berhasil menyusul mereka yang berada di dekat dapur umum.


“ Aku baik – baik saja. Dan kenapa kalian berdua bisa bersama?” tanya Naura.


“ Ehm, itu tidak penting. Benar kau baik – baik saja?” Tanya Arlan

__ADS_1


“ Iya benar. Kalian berdua kenapa sih. Memangnya kalian memikirkan apa?”


“ Oh syukurlah Ra. Aku takut saja wanita tersebut bisa nekat lho.” Ucap Andreal


“ Kau mengenalnya Al?” tanya Naura


“ Ya tentu saja, dia salah satu wanita yang mengejar – ngejar cinta kak Arlan tapi tidak pernah sedikitpun diliriknya tuh. Benar – benar hatinya terbuat dari baja. Carissa adalah wanita idola kampus para pria tidak mampu juga untuk memikat hati kak Arlan. Sungguh disayangkan.


Ckckckck .” ucap Andreal panjang lebar sambil menggeleng – gelengkan kepalanya.


“ Ambil saja kalau kau mau.” Kata Arlan


“ Ish , apaan sih kak. Carissa tu bukan tipe ku walaupun dia cantik dan populer.” Kata Andreal


“ Ah sudahlah, kalau kalian mau berdebat aku pergi saja ya. Permisi” Ucap Naura yang segera melangkahkan kakinya namun langkahnya terhalang karena kedua tangannya ditarik oleh Arlan dan Andreal.


“ Mau kemana kau?” Ucapa mereka bersamaan


“ Ish ish ish, kalian ini ada apa sih.” Geram Naura. “


aku hanya ingin membuat teh. Aku jadi haus gara – gara kejadian tadi.” Sambungnya


“ Oooo pergilah” Ucap Arlan dan Andreal bersamaan lagi


Melihat tingkah konyol Arlan dan Andreal, Naura hanya bisa menggeleng – gelengkan kepalanya dan berjalan menuju tenda dapur umum.


“ Hah, mau sampai kapan kau begini kak? Sikapmu sudah membuktikan kalau kau benar – benar sudah tertarik dengan Naura.” Ucap Andreal sambil duduk di bangku yang berada di bawah pohon.


“ Baiklah”


“ Bagaimana kabar paman dan bibi?” tanya Arlan


“ Mereka baik – baik saja, lusa mereka akan berkunjung ke rumah.” Jawab Andreal


“ Lalu bagaimana dengan kabarmu sendiri?” tanya Arlan meskipun ia cuek tapi ia sangat perduli dengan keluarganya


“ Hah, akhirnya kakak menanyakan kabarku. Kupikir kakak sudah tidak peduli dengan ku lagi.” Kata Andreal


“ Dasar bodoh.”


“ Aku sangat baik kak. Berkat kakak aku sudah menyadari kesalahanku. Dan sekarang aku benar – benar ingin menjadi goodboy yang akan di gandrungi oleh semua wanita. heheheheh.” Ucap Andreal sambil nyengir kuda


“ Apa gunanya kau berubah jika kau masih berpikiran seperti itu hah.” Kata Arlan


“ Kakak bisa berkata begitu karena kakak sudah sangat populer di kalangan anak – anak. Tapi sayangnya kakak sangat dingin dan cuek seperti batu. Tapi herannya hal itu tidak meredupkan pamor seorang Arlan.” Ucap Andreal


“ Sudah lah, lebih baik kau fokus saja dengan kuliahmu.” Kata Arlan


“ Itu sudah pasti kak, tapi sedikit bermain kan tidak masalah hanya untuk sekedar hiburan.” Ucap Andreal


“ Ohya, kapan kakak akan berangkat ke LN?”


“ Minggu depan.”

__ADS_1


“ Permisi! ini teh nya silahkan diminum.” Ucap Naura sambil menyerahkan segelas teh panas untuk Andreal dan Arlan.


“ Terimakasih” ucap mereka berdua


“ Ohya, aku masih penasaran nih kenapa kalian berdua bisa ada di sana?” Tanya Naura


“ Sebenarnya aku juga tidak tahu Ra, awalnya aku mengikutimu karena tiba – tiba perasaanku tidak enak. Tapi setelah tiba di tenda mu aku melihat Carissa menyeretmu ke belakang tenda dan langsung saja aku mengikuti kalian. Aku ingin melihat apa yang akan dilakukan oleh Carissa kepadamu. Dan keberadaan kak Arlan aku tidak tahu, tanya aja langsung.” Kata Andreal melirik ke arah Arlan


Naura langsung menatap Arlan dengan tajam seolah – olah ingin meminta penjelasan. Melihat tatapan Naura Arlan hanya tersenyum gemas.


“ Aku tidak sengaja berjalan ke arah tendamu.” Ucap Arlan


“ Benarkah?” Tanya Naura dan Andreal bersamaan yang menatap Arlan dengan menyipitkan kedua mata mereka.


“ Ehm” Jawab Arlan santai


“ Ahh, sia – sia aku tadi mengkhawatirkan mu Ra?” kata Andreal memasang wajah kecewa.


“ Kenapa?”


“ Ya kupikir Carissa akan melakukan sesuatu padamu. Ternyata kau sangat berani menghadapinya dengan tenang” Jelas Andreal


“ Oh itu, aku baik – baik saja. Ya meskipun sedikit takut juga sih. Tapi aku harus berani agar aku tidak terlihat lemah di depannya.” Terang Naura merasa bangga


“ Ya ku akui kau adalah wanita yang tangguh.” Puji Andreal


“ Tentu saja, aku harus menjadi kuat dan tangguh agar bisa mewujudkan impian ku. Dan ini bukan cerita drama yang mana tokoh utamanya bisa ditindas begitu saja. Ini adalah aku, Naura si gadis desa.” Ucap Naura semangat sambil mengepalkan tangannya


“ Hahahaahah kau lucu Ra, pingin deh nyubit pipi itu.” Kata Andreal yang spontan ingin mencubit pipi Naura. Namun itu hanya angan – angan saja, belum sampai tangan Andreal mendarat ke pipi Naura, sebuah tangan langsung menepisnya dengan kuat dan kasar hingga tangan Andreal terhempas ke bawah.


“ Ish apaan sih kak.” Omel Andreal


“ Tanganmu kotor.” Ucap Arlan


Melihat hal itu, membuat Naura sedikit terkejut dan tersenyum melihat sikap Arlan yang begitu posesif. Namun, lagi – lagi Naura berusaha menepis perasaannya yang bisa membuatnya salah paham.


“ Baiklah, kau istirahatlah besok kita akan mengadakan kegiatan amal kepada masyarakat sekitar.” Ucap Arlan


“ Ehm baiklah kak. Kalau begitu aku permisi balik ke tenda.” Pamit Naura kepada Arlan dan Andreal


“ Pergilah. Selamat tidur.” Ucap Arlan


“ Assalamualaikum.”


“ Waalaikumsalam.” Balas Arlan dan Andreal bersamaan


Setelah Naura pergi, Arlan juga bergegas meninggalkan Andreal begitu saja.


“ Kak mau kemana?” tanya Andreal yang tidak terima ditinggal begitu saja.”


Namun hanya dibalas dengan lambaian tangan Arlan dari belakang yang sudah menjauh.


“ Ish dasar. Main tinggal begitu saja.” Omel Andreal yang juga bergegas pergi menuju tendanya.

__ADS_1


__ADS_2