Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 117 Segerombolan Tamu yang Rempong


__ADS_3

Dari kejauhan terlihat segerombolan anak – anak muda yang berjalan beriringan dengan mengenakan gaun yang kompak memadukan outer yang terbuat dari brokat dan kain yang di liit berwarna putih tulang mix abu rokok tua dengan rambut yang disanggul terlihat simple namun elegan seperti pawai yang mana para individu membawa buah tangan masing – masing. begitu juga dengan pakaian kaum pria yang mengenakan batik berwarna senada dengan gaun para wanita.


Musik terus mengiringi para gerombolan anak – anak muda hingga sampai ke pelaminan.



Melihat segerombolan tamu yang hadir, membuat Naura sangat terkejut tidak percaya dengan mulut yang menganga. Ia sama sekali tidak menyangka dengan kehadiran anak – anak muda yang selama dua tahun ini tidak pernah bertemu dan sesekali berkomunikasi lewat maya.



“ Awas kemasukan lalat tuh mulut.” Bisik Arlan


Dengan sigap, Naura menutup mulutnya dengan telapak tangannya..



“ Maaf mas! Naura sangat terkejut mereka hadir di sini.” Jawab Naura.



Para tamu menyaksikan pawai yang di buat oleh segerombolan anak – anak muda dengan membawa berbagai macam barang mulai dari peralatan mandi, perlengkapan masak hingga piyama yang serba couple.



Dengan wajah yang berbinar para anak – anak muda tersebut langsung naik ke singgasana tempat duduk kedua mempelai untuk mengucapkan selamat sembari memberikan kado yang mereka bawa.



Ya, mereka adalah para siswa – siswa Naura saat ia magang kuliah dua tahun yang lalu. Dengan penuh haru, Naura menerima ucapan dari para anak – anak didiknya.



Seperti para model yang berlenggak – lenggok di red karpet, para anak – anak muda tersebut satu persatu memberi selamat dengan memamerkan bawaan mereka masing – masing.



Di awali dengan Reya yang membawa sepasang jam tangan Couple dari brand yang terkenal, yang di lanjutkan dengan Dhea membawa handuk, Via dengan piyama, Olive dengan sandal rumah dan Ayla membawa parcel berupa satu set peralatan masak.



Sementara para prianya seperti Vixel terlihat menjunjung tinggi sebuah lampu tidur LED yang di hiasi sepasang boneka teddy bear. Lanjut Tara yang membawa sebuah piring lukis custom yang berukuran cukup besar dengan gambar lukisan wajah Naura dan Arlan lengkap dengan waktu pernikahan mereka. selain itu juga terdapat lukisan seluruh siswa – siswa Naura dari kelas 2- E yang selama 5 bulan menjadi guru kelas mereka lengkap denga nama – nama mereka. begitu juga dengan anak – anak yang lainnya meskipun tidak dapat hadir semuanya.



“ Selamat ya bu! Akhirnya ibu sampai ke pelaminan bersama tuan Arlan. Selamat menempuh hidup baru, semoga menjadi keluarga yang samawa ya bu.” Ucap Ayla haru bercampur bahagia sembari memeluk Naura..



“ Terima kasih Ayla, kalian semua sudah hadir di acara pernikahan saya.” Ucap Naura tak kalah dengan wajah yang sudah memerah.



“ Ibu jahat sekali, karena sudah melupakan kami.” Cebik Reya manyun.



“ Ah maaf! Saya benar – benar tidak bermaksud begitu. Saya berencana akan mengundang kalian pada acara di sana.” Jelas Naura.



“ Sama saja bu!” sambung Dhea.



“ Iya iya maafkan saya, ngomong – ngomong kalian tahu darimana?” tanya Naura kepada segerombolan anak – anak muda tersebut.

__ADS_1



“ Tahu dong bu! Orangtua kami kan salah satu rekan bisnis tuan Arlan dan tuan Kusuma.” Jawab Olive bangga.



“ Baiklah! Terima kasih kalian dengan ringan langkah telah datang jauh – jauh dari kota ke pernikahan saya yang ada di kampung ini.” Ucap Naura dengan rasa syukur..



“ Tentu saja bu! Kami juga sekalian refreshing karena sudah bosan dengan suasana kota. Dan kami juga penasaran bagaimana acara pernikahan di kampung.” Timpal Dhea.



“ Ah, tentunya tidak kalah dong dengan resepsi di hotel – hotel besar sana. Pastinya akan membuat kalian tidak ingin pulang!” seru Naura bangga.


“ Ibu benar! kami saja sudah betah banget di sini, dari dekor pelaminannya, tata rias pengantinnya juga sangat bagus. Ibu terlihat mangklingi. Sangat cantik sekali!” puji Vixel senang yang sontak menadapat tatapan tajam dari Arlan..


“ Ehm..” Ayla mencubit punggung Vixel dengan mata melotot.



“ Auw,,sakit sayang!” pekik Vixel refleks.



“ haaaahhhh..” semua yang mendengar spontan terkejut mendengar perkataan Vixel.



Vixel maupun Ayla, langsung tersadar dengan tatapan tajam yang telah menghujami mereka berdua.



“ Ehm, anu..itu....kami...”




“ Sejak kapan?” tanya mereka serentak.



“ Sudah setahun.” Jelas Vixel enteng.



“ Haaah... dasar kalian curang..sudah setahun kalian pacaran tapi kalian tidak memberitahu kami sama sekali?” teriak Reya.



“ Untuk apa kami memberi tahu pada kalian.” ucap Vixel.



“ Awas kau ya! Sepulang dari sini kau harus membayar pajak beserta dendanya berkali – kali lipat.” Ancam Olive sambil mengacungkan tangannya ke depan wajah Vixel.



“ Dasar cewek matre.” Ketus Vixel.



“ Biari, cewek sekarang uda gak jaman lagi kalau hanya tampang doang.” Serang Dhea..

__ADS_1



“ Kau juga harus matre Ay, untuk apa hartanya di simpan terus.” Seru Via mengajari Ayla.


“ Ah, itu....”



“ Jangan kalian kotori kepolosan wanitaku ya! Ayla tidak sama dengan kalian.” Ancam Vixel langsung memotong ucapan Ayla.



“ Ish....dasar bucin akut.” Cebik Reya.



“ Ehem...” Arlan memberi kode kepada mereka agar mereka berhenti berdebat.



“ Maaf tuan!” ucap mereka serentak dengan wajah yang tertunduk .



“ Mas! Wajahmu menakutkan mereka.” senggol Naura agar Arlan memasang wajah senyumnya.



“ Ohya...”



“ Ish....baiklah anak – anak. Kalian nikmatilah acara di sini. Tentunya hidangan – hidangan yang tidak akan kalian temui di kota.” Ucap Naura mencairkan suasana sambil memberi kode kepada Naya agar melayani mereka.



“ Tentu bu! Kalau bisa aku minta yang dibungkus ya!” ucap Tara tanpa rasa sungkan.



“ Ish...dasar kau ini!” timpuk Dhea.



“ Sudah – sudah! Jangan memulai lagi. Kalian tenang saja semua akan mendapat oleh – oleh untuk dibawa pulang.” Ucap Naura.



“ Yeaaahhh. Baiklah bu, kami tidak akan sungkan lagi untuk menyantap hidangan di sini.” Ucap Henry yang baru buka suara.


“ Bersenang – senanglah!”


Melihat interaksi para anak muda dengan mempelai wanita membuat para tamu khususnya warga kampung membuat mereka semakin mengagumi sifat Naura yang begitu bersahabat tanpa memandang status seseorang.


Dengan di tuntun Naya, mereka pun di bawa ke meja prasmanan untuk menyantap hidangan yang telah disediakan sekaligus makan siang. Naya benar - benar menjamu tamu spesial dari kakaknya.



Acara berlangsung sangat meriah, para undangan terlihat puas dan senang akan pelayanan dari tuan rumah yang sangat di manjakan dengan berbagai macam hidangan dan hiburan yang telah disediakan.



Para orangtua juga sedang berkumpul dalam membahas hal – hal yang receh. Mereka sangat bahagia telah menjadi satu keluarga. Meskipun sederhana tetapi membuat keluarga tuan Kusuma merasa nyaman dan senang melihat tradisi yang ada di kampung besannya.


__ADS_1


Kampung yang masih natural, membuat udaranya masih bersih dan segar terbebas dari polusi. Meski hari sudah beranjak siang, namun udaranya masih terasa sejuk karena di sekitar rumah pak Ahmad di kelilingi pepohonan yang rindang.


__ADS_2