
“ Kak Laaa....raaa...ssss! kyaaaaa benaran ini kak Laras?” teriak Naura. Ia tidak percaya bisa bertemu dengan Laras seorang gadis yang berasal dari kampung yang sama..
Tanpa basa – basi Naura langsung mencium punggung tangan wanita yang ada di hadapannya.
“ Iya benar, ini aku Laras. Akhirnya kau mengenaliku Ra!” ucap mama Hanni yang bernama Laras.
“ Kakak apa kabar?” tanya Naura
“ Alhamdulillah sangat baik Ra! Ya meskipun beberapa bulan yang lalu kakak tertimpa dengan gosip – gosip yang tidak sedap bahkan sudah menjurus ke fitnah.
“ Iya kak, Naura juga mendengar gosip tentang kakak. Bahkan sampai sekarang masih ada segelintir orang yang masih membahasnya.” Ucap Naura.
“ Kau benar Ra! Apalagi sekarang kakak bisa mengirimi uang ke orangtua kakak dalam jumlah yang cukup besar. Hal ini lah yang masih saja menjadi perguncingan emak – emak yang tidak bertanggung jawab itu.” Dengus Laras begitu kesal jika mengingat kejadian mengenai gosip dirinya yang menjadi peliharaan om – om para pengusaha.
Tanpa di sadari mereka melupakan sesosok malaikat kecil yang dari tadi sudah menahan lapar. Karena tidak sanggup lagi, Hanni memotong obrolan mamanya dengan Naura.
Melihat mamanya dan kak Naura yang ternyata saling kenal bahkan mereka berasal dari kampung yang sama, membuat Hanni merasa di cueki, dengan wajah yang ditekuk dan bibir yang dimanyunkan Hanni pun memotong pembicaraan kedua wanita yang ada di hadapannya.
“ Ma! Hanni lapar kita cari makanan yuk!” ajak Hanni dengan wajah yang cemberut.
“ Astaghfirullahalazim, maaf sayang! Mama jadi lupa. Jangan cemberut gitu dong anak mama yang manis entar di ambil semut lho manisnya.” Ucap Laras menepuk jidatnya karena sempat melupakan bidadari kecilnya.
“ Ayok kita cari kafe yang terdekat saja. Mari Naura, kita cari tempat yang nyaman untuk mengobrol. Kau tahu sudah lama sekali kakak tidak mengobrol dengan seorang teman yang benar – benar bisa diajak tukar pikiran.” Ajak Laras.
“ Iya benar kak, Naura juga sudah lapar. Ayok kita makan dahulu.” Timpal Naura.
“ Yeayyyyy, kita makan.....” ucap Hanni girang.
Mereka bertiga pun bergegas ke luar taman untuk mencari kafe yang ada di sekitar taman kota. Sambil berjalan santai dan mengobrol ringan mereka menemukan sebuah kafe yang memiliki desain bangunan yang terlihat eksotis dan menyenangkan.
“ Terus mengapa Hanni memanggil kak Laras mama?” tanya Naura bingung setelah mereka berada di sebuah kafe yang berada di ujung taman kota.
__ADS_1
“ Ceritanya panjang Ra! Makanya orang – orang kampung berpikir kakak adalah wanita peliharaan om – om. Kakak saja sampai sekarang masih bingung, mereka mendapat gosip seperti itu dari mana?” jelas Laras sambil menerawang jauh teringat dengan kejadian tahun lalu.
“ Iya kak, sementara hanya beberapa orang yang pergi merantau ke kota itupun ke kota sebelah bukan kota ini. Dangkal sekali pemikirannya langsung menyebarkan berita yang belum tahu kebenarannya seperti apa.” ucap Naura kesal.
“ Kau benar Ra! Untung saja orangtua kakak, sangat kuat dan tabah menghadapi masyarakat yang memandang rendah mereka. orangtua kakak, benar – benar tidak menghiraukan omongan orang - orang desa. Karena memang sebelumnya kakak sudah menceritakan kejadian sebenarnya bahkan kala itu papa nya Hanni datang secara langsung menemui orangtua kakak, yang dapat meyakinkan mereka.” jelas Laras membuka kejadian yang sebenarnya.
Laras pun menjelaskan kejadian yang sebenarnya, bahwa setahun lalu pada saat ia bekerja menjadi babysitter bagi Hanni yang sekarang telah menjadi anaknya. Pada masa Hanni bayi yang masih berusia 7 bulan, mamanya telah pergi meninggalkan mereka untuk selamanya.
Sehingga selama tiga tahun papanya Hanni menutup pintu hatinya untuk wanita lain karena ia sangat mencintai almarhum istrinya. Namun, setelah ia bertemu dengan Laras yang memiliki wajah cantik natural membuat hatinya mulai merasakan getaran – getaran yang telah lama vakum. Dan dengan ketulusan Laras dalam menjaga dan merawat Hanni seperti anaknya sendiri begitu juga dengan Hanni yang benar – benar merasakan kasih sayang dari seorang ibu.
Hingga pada akhirnya, papa nya Hanni melamar Laras untuk dijadikan istrinya sekaligus mama bagi Hanni. Arkha Abimanyu merupakan pengusaha sukses yang memimpin sebuah perusahaan besar yang berkecimpung dalam dunia hiburan.
“ Wah, kisah kakak benar – benar hebat yang terjadi di dunia nyata, seorang gadis desa yang cantik jelita telah memikat hati sang ceo yang ternama, hihiihi...” canda Naura karena korban dari drakor dan kisah – kisah dalam novel favoritnya.
“ Ah, kau bisa saja Ra! Tapi kakak bersyukur, Mas Arkha benar – benar menerima kakak apa adanya. Bahkan ia tidak malu memperkenalkan kakak dengan rekan – rekan bisnisnya sebagai istrinya. Ia pun tidak sungkan menjelaskan asal – usul kakak setiap rekan – rekannya bertanya tentang latarbelakang kakak.” Jelas Laras tersenyum jika mengingat Arkha yang dengan tulus selalu membelanya di hadapan rekan – rekannya.
“ So sweet banget sih kak! Uda kaya, ganteng, baik lagi. Duh sudah paket jumbo komplit deh.” Puji Naura sambil menghalu kembali.
“ Ah sudah lah Ra! Kakak jadi malu, kakak benar – benar bersyukur Allah telah memberikan jodoh yang terbaik menurut-Nya kepada kakak. Jika Allah sudah berkendak, tidak ada yang mustahil bagi Nya Ra! Rezeki, jodoh dan maut adalah rahasia yang hanya Allah lah yang sudah mengaturnya.” Jelas Laras menasehati Naura.
“ Amin, semoga doa mu terkabul Ra.” Ucap Laras mengaminkan doa Naura.
“ Iya kak! Hehehehehhehe!”
Setelah beberapa jam mereka menghabiskan waktu saling mengobrol panjang lebar dan bertukar alamat serta nomor handphone, mereka bertiga masih menikmati waktu liburan mereka dengan tenang. Hanni merasa bebas untuk makan makanan yang manis. Karena jika ia ingin makan makanan yang manis selalu dibatasi oleh Laras.
Mereka masih menikmati hidangan penutup sambil melihat jalan raya yang sudah mulai di padati oleh para pengendara maupun pejalan kaki.
Sekarang Naura sudah mengetahui semua kebenaran dari penuturan Laras secara langsung. Dan ia juga banyak mendapat pelajaran dari kisah Laras yang sangat tegar dalam menghadapi cobaan yang ia hadapi. Bila dibanding dengan cobaan yang pernah di hadapi oleh Naura masih sebagian kecil dengan Laras. Meskipun mereka sama – sama tertimpa oleh gosip – gosip yang dapat mencoreng nama baik mereka. Bahkan sudah menjadi sebuah fitnah yang kejam.
Naura menerawang beberapa bulan yang lalu, dimana ia juga sempat di terpa oleh gosip – gosip yang negatif bahkan dirinya diancam untuk keluar dari kampus oleh seseorang yang menaruh rasa iri dan dengki kepadanya. Untungnya masa – masa yang sulit seperti itu dapat dilewati dan diselesaikan dengan cepat dan baik.
__ADS_1
Naura merasa sangat bersyukur Allah selalu mengirimkan orang – orang baik yang siap membelanya tanpa syarat.
“ Lalu bagaimana dengan kuliahmu Ra?” tanya Laras yang membuyarkan lamunan Naura.
“ Alhamdulillah kak! Berjalan lancar meskipun ada sedikit kerikil yang menyandung kaki tapi tidak sampai membuat Naura terjatuh hanya sedikit terpeleset saja. Heehehhehe” ucap Naura cengengesan.
“ Syukurlah, semoga kau cepat selesai menjalankan pendidikanmu denga lancar. Selagi masih ada orang terdekat kita yang selalu mendukung dan membela kita dengan tulus terpaan angin dari luar jangan kau hiraukan. Apalagi kau terseret dalam arusnya.
“ Iya kak, kakak benar. Naura tidak mau ambil pusing dengan omongan – omongan orang yang tidak bertanggungjawab.” Ucap Naura begitu semangat.
“ Gitu dong, kita harus selalu optimis tidak boleh cengeng apalagi terlihat lemah di depan lawan kita.” Nasehat Laras.
“ Terima kasih kak atas semua nasehat – nasehatnya. Naura akan selalu ingat itu.” Kata Naura terharu.
“ Sama – sama Ra! Jika kau butuh teman curhat, kau bisa hubungi kakak atau berkunjunglah ke rumah kakak. Dengan senang hati kakak akan menyambutmu.” Tawar Laras.
“ Baik kak! Jika Naura tidak sibuk Naura akan berkunjung.” Kata Naura
Sangking asyiknya mereka mengobrol, tidak di sadari Hanni sudah teridur di kursi yang cukup panjang. Melihat hal itu, Laras menyudahi obrolan mereka dan berpamitan pulang.
“ Pantes senyap, ternyata bidadari kecil mama sudah pulas rupanya.” Ucapnya sambil membelai pipi Hanni.
“ Kasihan Hanni kak sampai ia tertidur. Untungnya Hanni tidak rewel.” Timpal Naura.
“ Baiklah Ra! Lain waktu kita bertemu lagi ya? Ayo kita pulang!” ajak Laras sambil menggendong Hanni.
“ Iya kak! Hari juga sudah siang!”
Setelah Laras membayar semua makanan mereka, Laras dan Naura pun beranjak meninggalkan meja mereka. Namun niat mereka terhalang oleh sebuah suara yang terasa familiar di telinga mereka.
“ Ck ck ck ck.....tidak di sangka ya bisa bertemu dengan peliharaan om – om.” Ucap seorang wanita yang memakai pakaian celana jeans ketat yang dipadukan dengan kaos tank top berbalut sweter berwarna coklat susu dan rambut yang dikucir kuda.
__ADS_1
Laras dan Naura begitu terkejut dengan pemilik dari suara wanita tersebut.
“ Ka......u” ucap Naura dan Laras bersamaan dengan wajah yang sama – sama terkejut.