Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 83 Gosip Terbaru


__ADS_3

Semua gosip – gosip yang telah menyebar di kampung pun sudah terjawab kebenarannya. Semua para warga yang hampir mempercayai foto – foto Naura pun merasa bersalah . tanpa ragu mereka pun memint maaf kepada pak Ahmad dan bu Tanti kedua orangtua Naura.


“ Ehm mbak kami minta maaf karena hampir mempercayai foto – foto yang diunggah oleh Tari di media sosialnya. Karena yang kami lihat itu benar adalah Naura.” ucap salah satu warga yang mewakili warga lainnya.


“ Iya pak Ahmad dan bu Tanti kami juga minta maaf.” Sambung yang lain.


“ Pantas saja Tari bisa mengambil foto Naura , lha wong si Tari itu juga berada di hotel yang sama dengan Naura. memang dasar ya dia yang berbuat malah orang lain dikambing hitamkan. Dasar pelakor.” Cetus seoarang ibu yang sudah geram dengan tingkah Tari selama ini yang baru mereka ketahui.


“ Iya benar Teh, ternyata selama ini si Tari yeng menjadi biang keroknya mengatakan kalau dulu si Laras simpanan om – om dan sekarang malah Naura yang kena. Tapi nyatanya dia sendiri lah yang menjadi simpanan om – om.” Sambung emak lain yang berbadan tambun.


“ Pantes saja, anak ku bilang setiap melihat postingannya selalu memamerkan kehidupannya yang sukses di kota, eh ternyata sukses merusak rumah tangga orang.” Cetus yang lain.


Dan akhirnya topik pembahasan emak – emak di kampung adalah tentng Tari yang selama ini sudah menjadi simpanan om – om kaya.


Semua warga yang berkerumun di rumah Naura menjadi riuh dan tidak ketinggalan untuk mengghibahi tentang topik baru yang baru saja mereka ketahui kebenarannya.


Melihat hal itu, Nanda yang sejak tadi memperhatikan situasi di luar rumahnya sesekali merekam kejadian yang sedang terjadi dan tak lupa ia mengirimkannya kepada kakaknya.


“ Alhamdulillah, akhirnya masalah ini sudah jelas kebenarannya berkat kedua pemuda ini.” Ucap pak Ahmad.


“ Ngomong – ngomong kalian ini siapa ya nak!” tanya emak yang di setujui oleh warga lainnya yang masih penasaran dengan Arlan dan Axel.


“ Ah maaf pak, bu saya hampir lupa memperkenalkan diri.” Ucap Arlan.


“ Saya Arlan temannya Naura dan ini teman saya Axel.” Ucap Arlan memperkenalkan diri yang di angguki oleh Axel saat dirinya dikenalkan.


“ Oh nak Arlan. Ah... nak Arla..n?” ucap emak sedikit terkejut dengan apa yang iya dengar.


Emak baru ingat anak dari orang kaya tersebut adalah Arlan, emak hanya pernah melihatnya melalui foto yang di kirim oleh Naura dan sekarang emak secara langsung dapat melihat wajah dari Arlan yang juga bersikap baik kepada Naura.

__ADS_1


Tanpa di duga emak, Arlan rela mendatangi kampung dan rumah Naura hanya demi untuk menjelaskan dan meluruskan kesalahpahaman yang sudah terjadi selama ini.


“ Nak Arlan?” tanya emak lagi.


“ Benar bu! Saya Arlan temannya Na


ura.” jelas Arlan meyakinkan emak.


“ Maaf nak Arlan, atas ketidak nyamanan yang telah terjadi di rumah ini. Ayo mak! Kita ajak masuk tamu kita ini. Dari tadi kita membiarkan mereka di luar saja.” Ajak bapak.


“ Ah iya pak! Emak sampai lupa karena kejadian tadi. Mari nak kita masuk kalian pasti capek saat menempuh dari kota kemari.” Ujar emak mempersilahkan Arlan masuk ke dalam rumah.


Sementara warga yang lain meskipun mereka masih penasaran tujuan kedua pemuda kota tersebut yang mengaku sebagai teman Naura yang datang jauh – jauh dari kota besar sampai rela mendatangi kampung terpencil ini. Harus rela meninggalkan rumah bapak karena bapak menyuruh mereka membubarkan kerumunan.


Meskipun masalah foto – foto Naura sudah jelas bagaimana kejadian yang sebenarnya mereka masih tetap haus akan gosip – gosip terbaru. Terutama apa hubungan Naura dengan pemuda kota tersebut.


“ Silahkan duduk nak! Mohon maaf kalau rumah emak sangat kecil dan kumuh.” Ucap emak merendah.


“ Sebentar emak tinggal ke dapur ya! Ayo pak temani mereka mengobrol.” Titah emak.


Emak pun berjalan meninggalkan mereka di ruang tamu bersama bapak menuju ke dapur untuk menyuguhi minuman dan kue. Kebetulan emak tadi pagi membuat kue tradisional yang berbungkuskan daun pisang.


“ Sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas kedatangan kalian yang begitu tepat dengan keadaan di kampung ini. Jadi mereka akhirnya sudah tahu bagaimana kejadian yang sebenarnya.” Ucap bapak memulai pembicaraan.


“ Bapak jangan sungkan. Saya juga bertanggungjawab akan foto – foto tersebut. Sebisa mungkin saya juga akan membantu menjelaskan kepada warga kampung di sini.” Jelas Arlan yang sedikit terlihat gugup saat berhadapan langsung dengan orangtua Naura.


“ Ah baiklah kalau begitu nak Arlan. Saya sebagai orangtuanya Naura juga merasa khawatir ketika Naura mengetahui kejadian yang terjadi di kampung ini.” Tutur bapak.


“ kalau boleh tahu apakah nak Arlan masih ada keperluan yang lain sampai menyempatkan waktu datang jauh – jauh dari kota kemari?” tanya bapak yang mempunyai firasat yang lain tentang maksud kedatangan Arlan dan asistennya.

__ADS_1


Mendengar pertanyaan yang dilontarkan orangtuanya Naura yang seakan – akan sudah mengetahui maksud dan tujuan Arlan datang kemari. Dengan sedikit gugup yang masih dapat di tutupi oleh Arlan, ia pun mengungkapkan tujuan utamanya menghampiri langsung kedua orangtua Naura.


“ Bapak benar, saya datang kemari memang mempunyai tujuan yang lain. Kedatangan saya kemari untuk meminta izin dan restu kepada bapak dan ibu untuk mendekati Naura.” ucap Arlan to the point.


“ Restu?” tanya bapak dan emak yang sudah berada di belakang bapak secara bersamaan.


Nampan yang di bawa emak hampir saja terjatuh ketika emak mendengar penuturan Arlan yang terang – terangan meminta restu untuk mendekati Naura. Dengan genggaman yang masih kuat emak pun meletakkan nampan tersebut di atas meja dan meletakkan beberapa gelas yang berisi teh hangat beserta sepiring kue yang berada di tengah meja.


Emak mengambil kursi yang berada di sebelah bapak. Dengan mengamati wajah Arlan yang terlihat serius akan perkataannya, emak merasa lega.


“ Silahkan di minum nak! Mumpung tehnya masih hangat. Juga ini ada kue yang emak buat. Ayo cobalah, kalian tidak akan menemukannya di kota.” Ucap emak mempersilahkan tamunya untuk menikmati beberapa makanan yang telah disediakan.


“ Terima kasih bu!” ucap Arlan dan Axel bersamaan.


Mereka pun menikmati suguhan yang telah di berikan oleh tuan rumah. meskipun terlihat sangat sederhana dan makanan yang seadanya tetapi Arlan dan Axel sangat merasakan sambutan dan suasana yang hangat dari penghuni rumah ini.


“ Kenapa nak Arlan sampai meminta restu kepada kami?” tanya bapak.


“ Saya tahu, Naura adalah gadis yang baik. Ia berbeda dengan gadis – gadis lain yang pernah saya temui. Jujur saja pak! Saat saya bertemu pertama kali dengan Naura saya merasa tertarik dengan sifat dan sikapnya yang begitu berbeda. Agar tidak terjadi kesalahpahaman ke depannya saya berusaha agar saya mendapatkan izin dan restu dari bapak dan ibu. Karena saya benar – benar serius ingin mendekati Naura.” jelas Arlan


“ Kami sebagai orangtuanya Naura, hanya ingin yang terbaik untuknya, kami tidak bisa menolak karena kami melihat kesungguhan nak Arlan yang sampai rela jauh – jauh datang kemari hanya untuk mendapatkan sebuah restu dari kedua orangtuanya. Sekarang keputusannya terletak kepada Naura itu sendiri. Kami hanya mendukung dan mendoakan keputusan dari Naura.” jelas bapak.


“ Terima kasih pak! Atas restunya yang sudah kalian berikan kepada saya.” Ucap Arlan merasakan begitu lega di hatinya.


“ Saya mohon, jagalah baik – baik Naura. sekarang saya serahkan Naura kepada nak Arlan untuk menjaganya selama ia tinggal di kota untuk menyelesaikan pendidikannya.” Pesan bapak kepada Arlan.


“ Insya Allah pak ! saya akan menjaga Naura.”


“ Alhamdulillah.” Ucap bapak bersyukur akan penuturan dari Arlan.

__ADS_1


Sementara Nanda mengintip dari bilik dalam kamarnya sambil merekam video dimana pembicaraan bapak dan Arlan yang meminta izin segala dalam pendekatan terhadap Naura. setelah selesai dan hanya berdurasi beberapa menit, ia pun mengirimkan beberapa foto dan video yang tejadi di lapangan kepada kakaknya si Naya dengan cengiran yang mengandung arti tersembunyi.


__ADS_2