Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 94 Pertemuan Yang Menegangkan


__ADS_3

"Halo kak!” sapa Naura saat melihat sosok yang selalu mengacaukan hatinya.


“ Ah Arlan, selamat ya sayang!” ucap nenek langsung memeluk cucunya.


“ Terima kasih nenek! Sudah menyempatkan untuk hadir di acara ini.” Seru Arlan sedikit merona merasa sungkan di depan Naura yang masih di anggap anak kecil oleh sang nenek.


Melihat interaksi antara sang nenek dan cucunya, membuat Naura tersenyum. Melihat Naura tersenyum ke arah Arlan membuat jiwa jahil Aran meronta.


“ Ah! Adikku tersayang, kau harus memberi hadiah kepada kakakmu ini yang sudah membawakan sesuatu yang berharga dalam acara yang spesial ini.” Ucap Aran sambil bersikap manja menggelayut di lengan Arlan.


“ Mbak! Kenapa bersikap seperti ini sih! Apa gak malu di lihat mas Rozi?” ujar Arlan melepaskan tangan Aran dari lengannya.


“ Ah gak kok, mas mu tu biasa aja kali. Benarkan mas!” kata Aran melirik ke arah Rozi memberi kode untuk meminta dukungan. Seakan mendapat sinyal, Rozi mengerti akan maksud Aran.


“ Ehm, baiklah jika itu membuatmu nyaman sebelum Arlan ada yang memiliki aku tidak masalah.” Ujar Rozi.


Melihat tingkah para orang dewasa yang terlihat kekanak – kanakan membuat Vino menggeleng – gelengkan kepalanya.


“ Ah mama, kenapa seperti anak kecil sih! Tidak di rumah maupun di sini selalu manja dengan uncle Arlan. Vino saja tidak pernah tu. Iya kan uncle!” seru Vino.


“ Benar sekali Vino, masa kalah dengan kamu yang mandiri.” Kata Arlan merasa mendapat pembelaan.


“ Jelas dong uncle, karena Vino kan akan menjadi seorang kakak. Jadi Vino harus bersikap mandiri dan dewasa agar bisa menjaga adik Vino nanti.” Ucap Vino tegas yang sudah memiliki pemikiran dewasa di usia nya yang masih lima tahun.


“ Uncle setuju. Jika kau sudah menjadi seorang kakak jangan manja seperti mama kamu tuh ya.” Cebik Arlan tidak mau kalah.


“ Adik?” tanya Naura terkejut.


“ Benar sayang! Sebentar lagi Vino akan menjadi seorang kakak.” Jelas tante Nissa.


“ Mbak Aran hamil? Ah selamat ya mbak.” Ucap Naura senang yang mendapat anggukan dari Aran.


“ Sudahlah! kalian ini tidak malu apa di lihat oleh Naura. kalau sudah bergabung seperti kucing dan tikus saja tidak perduli kalian di mana.” Kata tuan Rahardi menengahi perdebatan di antara kedua anaknya.


“ Tidak apa – apa Om, Naura paham. Naura juga seperti itu kalau sudah berbagung dengan kedua adik Naura.” ucap Naura mengerti akan suasana dari keluarga ini.


“ Terima kasih sayang sudah mengerti sifat kekanak – kanakan mereka.” ucap tante Nissa.


“ Tidak masalah tante.” Ujar Naura melirik ke arah Arlan yang juga menatap ke arahnya. Melihat Arlan juga menatapnya, Naura pun tersenyum dan menganggukan kepalanya.


Melihat senyuman Naura yang terlihat semakin manis membuat wajah Arlan merona tetapi masih bisa ia tutupi dengan membalas senyuman Naura.

__ADS_1


“ Selamat malam Mbak Nissa?” sapa seorang wanita yang lebih muda dari tante Nissa dengan gaun maroon panjang dengan atasan berbahan brokat dengan rambut yang di sanggul rapi membuat wanita tersebut terlihat cantik dan elegan meski usianya sudah tidak muda lagi.


“ Halo Widuri!” Ucap Tante Nissa yang mencium pipi kanan dan pipi kiri Widuri.


“ Tante?” Tanya Naura sangat terkejut melihat pria yang berada di samping Widuri.


“ Kau....?”


“ Tuan...?”


Ucap Naura dan pria tersebut terkejut secara bersamaan.


“ Kau kenal dengannya sayang?” tanya Widuri mencurigai suaminya begitu terkejut melihat sosok wanita muda yang berada di samping tante Nissa.


“ Ah, tidak sayang!” ucap pria tersebut yang tidak lain adalah Hardi Ginanjar.


Belum hilang keterkejutannya melihat Naura berada di depannya, tuan Hardi semakin di buat terkejut hingga mengeluarkan keringat dingin di tubuhnya.


“ Kau..?” tunjuk Tuan Hardi ke arah Arlan.


Melihat wajah tuan Hardi Ginanjar yang berubah memerah, membuat isterinya merasa khawatir.


Belum hilang keterkejutannya melihat Naura berada di depannya, tuan Hardi semakin di buat terkejut hingga mengeluarkan keringat dingin di tubuhnya.


“ Kau..?” tunjuk Tuan Hardi ke arah Arlan.


Melihat wajah tuan Hardi Ginanjar yang berubah memerah, membuat isterinya merasa khawatir.


“ Kau baik – baik saja sayang! Bukankah sebelum kemari kau terlihat bersemangat karena kerja sama proyek hotelmu ini berjalan lancar. Di tambah kau akan bertemu dengan tuan Arlan.” Jelas Widuri.


“ Anda baik – baik saja tuan Ginanjar?” tanya tuan Kusuma melihat raut wajah tuan Ginanjar begitu gelisah.


“ Iya...saya baik – baik saja.” Ucap tuan Hardi terbata.


Tuan Hardi tidak menyangka, pria yang berdiri di depannya sangat berbeda dengan sosok yang pernah ia temui beberapa tahun silam. Di mana ia pernah menghina dan mengancam denga ucapannya yang sangat arogan. Wajah kegelisahannya tidak dapat ia tutupi, ia merasa tidak nyaman dengan suasana di sekitarnya terlebih lagi Arlan dan Naura telah mengetahui perselingkuhannya dengan wanita lain.


Hal ini membuat citra nya telah hancur di hadapan Arlan. Pria yang pernah ia singgung ternyata putra dari seorang pengusaha yang tersohor dan ternama di negara ini. Namun, entah mengapa saat itu pria tersebut tidak mengungkapkan identitasnya. Terlebih ia memilih proposal pengajuan untuk menjalin kerjasama dengan perusahaannya.


“ Ehm, Arlan kenapa kau bertindak seperti ini? Apa tujuanmu yang sebenarnya.” Ucap tuan Hardi dalam hati.


Sekarang terjawab sudah, mengapa selama proses pembangunan hotel Arlan tidak pernah bertemu langsung dengannya.

__ADS_1


Hal ini benar – benar membuat tuan Hardi tidak mengerti akan takdir yang sudah mempermainkannya. Pantas saja selama ini kedua insan yang ada di hadapannya sama sekali tidak tersentuh meskipun ancaman – ancaman sudah ia lontarkan.


“ Halo tuan Arlan! Suatu kehormatan bisa bertemu dengan anda secara langsung. Ini benar – benar peristiwa yang bersejarah bagi pembukaan hotel ini. Akhirnya kerja sama yang kita jalin berjalan dengan lancar.” Ucap tuan Hardi basa – basi agar dapat menutupi kegugupannya.


Sementara Naura, juga merasa peristiwa hari ini benar – benar membuatnya bingung. Takdir benar – benar penuh akan teka – teki yang dapat mempermainkan hati manusia.


Pria yang begitu sangat arogan dan angkuh saat melontarkan ucapan – ucapan kesombongannya beberapa tahun silam kini terhapus sudah setelah ia bertemu dan mengetahui siapa sosok yang ia hadapi.


Terbesit di hati Naura rasa senang karena melihat tuan Hardi tidak berdaya akan kesombongannya sendiri. Dengan senyum kepuasan Naura mengajak ngobrol tante Widuri yang sudah ia kenal saat menemani tante Nissa menghadiri acara amal.


Melihat keakraban, isterinya dengan Naura membuat tuan Hardi tidak menikmati acara pembukaan hotel ini.


“ Ayo sayang, kita pergi ke meja yang ada di sana.” Ajak tuan Hardi agar tidak terjebak dengan situasi yang tidak menguntungkannya.


“ Ah sayang sekali Naura, tante harus pergi untuk menyapa tamu – tamu yang lain.” Ucap tante Widuri yang telah nyaman mengobrol dengan Naura.


“ Baiklah tante! Sampai jumpa lagi!” ujar Naura sambil melambaikan tangannya.


Arlan menatap Naura yang masih dengan senyuman kemengannya. Seakan mengerti akan tatapan Arlan membuat Naura memberikan acungan jempol ke arah Arlan yang di balas senyuman yang sangat menggoda jiwa Naura. tidak tahan akan tatapan Arlan, Naura pun mendekati kursi Vino yang sedang menikmati puding.


Suara MC mulai terdengar dan sudah memberi kata sambutan yang menandakan acara akan segera dimulai.


Untuk peresmian hotel ini, maka di adakanlah kegiatan potong pita yang berada di atas podium.


Arlan pun berjalan ke atas podium setelah sang MC mempersilakan Arlan untuk naik ke atas.


Setelah di beri aba – aba, maka acara pemotongan pita merah akan segera dilakukan.


Tepuk tangan yang sangat meriah terdengar begitu nyaring memenuhi ruangan ballroom.


“ Selamat tuan Arlan.” Ucap salah satu rekannya.


Setelah rekan – rekannya memberi ucapan selamat kepada Arlan, mereka pun menikmati acara selanjutnya.


“ Selamat ya Lan! Hotel ini akhirnya resmi di buka untuk umum.” Ucap salah seorang pria yang begitu tidak asing baginya.


“ Ah terima kasih kak! Sudah hadir dalam acara sederhana ini.” Balas Arlan.


Melihat kedua interaksi dua pria yang ada di hadapannya begitu lancar tanpa sungkan membuat Naura begitu sangat terkejut.


“ Anda.......a!” ucap Naura terbata. Begitu terkejut melihat sosok yang juga familiar baginya.

__ADS_1


__ADS_2