
“ Maaf Tari, ini adalah surat pemecatan mu dari perusahaan ini, pergilah ke bagian HRD agar kau mendapat kompensasi dari perusahaan ini.” Ucap Manajer yang menyerahkan sebuah surat kepada Tari.
“ Maksud bapak apa? kenapa saya di pecat tanpa ada pemberitahuan sebelumnya?” bantah Tari tidak terima.
“ Maaf Tari, kalau kau ingin protes kau temui saja langsung pak direktur.” Ucap Manjaer.
“ Tapi apa alasan saya di pecat pak?” tanya Tari.
“ Kau yang lebih tahu, perusahaan ini tidak menerima pegawai yang merupakan pelaku dari pembullyan. Pasti kau paham apa maksud saya.” Jelas manajer.
“ Ah sial.” Rutuk Tari kesal meninggalkan ruangan pak Manajer.
Dengan hati yang kesal dan mendongkol, Tari kembali ke kubikelnya dan merapikan barang – barangnya. Gerak – gerik Tari selalu di awasi oleh tatapan para staf yang lain dengan di iringi cibiran – cibiran dan olok – olokan dari para staf yang lain.
“ Ish gak menyangka ya, ternyata kecantikannya di pakai untuk menggaet bos – bos besar. Pantes saja dia dengan mudah dapat masuk ke perusahaan ini.” Cibir salah satu staf wanita yang memiliki rambut ikal sebahu.
“ Iya ya dan yang lebih parahnya dia malah mengkambing hitamkan orang lain untuk menutupi perbuatannya itu.” Sambung temannya.
Mendengar desas – desus yang menggosipi Tari, ia pun mempercepat gerakan agar tidak semakin tersulut emosi.
Tari pun segera keluar dari ruangan divisi pemasaran, dengan kesal ia menerima surat pemecatan dirinya dari perusahaan ini. Ia tidak menyangka artikel – artikel yang mengungkapkan perbuatannya yang selalu memfitnah Naura akhirnya terbongkar.
“ Ah sial! Siapa sih orang yang berani membuat artikel tersebut? Awas kau Naura, seberapa hebat pun orang yang berada di belakangmu pasti akan kubalas sakit hati ini.” Rutuk Tari yang langsung memanggil taksi untuk membawanya ke sebuah tempat.
Dengan rasa kesal, ia pun mencoba menghubungi seseorang namun tidak ada jawaban.
“ Ish apaan sih kenapa hari ini sangat sial. Kau tidak bisa di hubungi tuan Hardi. Awas saja kalau kau menghindariku Akan ku bongkar perselingkuhanmu denganku.” Gumam Tari yang langsung mengirim pesan kepada tuan Hardi karena tidak mengangkat panggilan dari Tari.
[ Sayang, kalau kau tidak mengangkat teleponku aku akan mendatangi perusahaanmu!]
[ Dan jika kau tidak meresponku, akan ku bongkar perselingkuhanmu kepada istrimu]
“ Hah, benar – benar sial artikel tersebut yang sudah menghancurkan karirku.” Oceh Tari yang sudah merasa kacau karena artikel yang telah memuat tentang pembullyan yang ia lakukan.
Tari memejamkan matanya seraya menyusun rencana selanjutnya agar ia dapat menyelamatkan dirinya. Seketika ia teringat akan Carissa yang juga bersangkutan bekerjasama dengan dirinya dalam memberi pelajaran bagi Naura. namun tidak disangka perbuatan mereka malah menjadi bumerang yang menyerang tuannya.
__ADS_1
“ Kita mau apa kak? Kenapa kakak membawa ku kemari?” tanya Naura.
“ Masuklah! Nanti akan aku jelaskan.” Ucap Arlan yang berlalu mendahului Naura.
Sampai di depan pintu butik mereka di sambut oleh pegawai butik dengan hormat.
“ Selamat datang tuan! Silahkan masuk, anda sudah di tunggu oleh nyonya Aran.” Ucap pegawai wanita yang memakai seragam rok selutut berwarna merah maroon yang di mix dengan hitam.
“ Mbak Aran? Sebenarnya apa sih rencana kakak, ini bisa di sebut penculikan lho.” Ucap Naura semakin tidak mengerti.
Arlan terus berjalan memasuki butik tanpa menghiraukan ocehn Naura yang terdengar seperti kicauan burung yang sedang mengadakan kontes.
Tok .. tok tok.. Arlan mengetuk pintu salah satu ruangan yang berada di lantai satu dengan bertuliskan ruang CEO.
“ Masuk!” titah seorang wanita dari dalam.
Melihat siapa tamunya yang datang, Aran langsung berdiri dan menghampiri tamu yang ia nantikan. Tanpa menunggu izin dari Naura, Aran langsung memeluk Naura dengan hangat.
“ Apa kabar Ra? Sombong sekali sih, kenapa gak pernah memberi kabar? Ayo duduk di sini. Mbak ingin mengobrol banyak denganmu.” tanya Aran saat melepaskan pelukannya.
“ Ish kau ini ya! Kenapa masih sungkan segala sih! Berarti kau masih belum menganggap kami keluargamu hah..” ucap Aran sedikit kesal.
“ Bukan begitu mbak! Sejujurnya Naura merasa rendah jika bergabung dengan keluarga mbak! Naura hanya merasa...”
“ Eits,,,,sekali lagi kau bicara seperti itu, mbak tidak akan memaafkanmu. Apa kau menilai keluarga mbak memandang status sosial seseorang dalam bergaul hah....” cetus Aran.
“ Bukan mbak, ah ya maaf mbak!” ujar Naura sudah kalah dengan Aran.
“ Ya sudah kalau begitu, ayo ikut mbak!” ajak Aran yang menarik lengan Naura keluar dari ruangannya menuju bagian gaun – gaun yang sangat indah.
Melihat Aran begitu sangat antusias menjamu Naura, ia hanya tersenyum dan mengagumi Naura yang sudah berhasil mengambil hati keluarganya dengan sikapnya yang sangat mulia. Tak terkecuali dengan dirinya sendiri.
“ Ah dasar, kalau sudah menemukan teman yang cocok, adiknya langsung di cueki.” Cetus Arlan yang sudang menyusul mereka dari belakang.
“ Ah biari, lebih baik kau pergi saja kan masih banyak yang harus kau urus.” Usir Aran.
__ADS_1
“ Ah dasar, kalau sudah mendapatkan keinginannya aku di cueki nih.” Ucap Arlan.
“ ah dasar kau lebay, sekarang mbak hanya ingin fokus pada Naura. jadilah lebih baik ka pergi saja.” Ujar Aran.
“ Ah baiklah! Kalau begitu Naura ku serahkan pada mbak! Jangan buat aku kecewa. Sampai jumpa nanti malam.” Pamit Arlan yang hanya di anggukkan oleh Aran.
Melihat perdebatan antara kakak beradik yang ada di hadapannya Naura hanya bisa tersenyum melihat keakraban yang terjalin di antara mereka.
“ Maaf jika membuat kau tidak nyaman Ra!” kata Aran setelah menyadari perdebatan mereka disaksikan oleh Naura.
“ Tidak apa – apa mbak, Naura maklum karena Naura juga seperti itu pada kedua adik Naura.” seru Naura.
“ Ah baiklah kalau begitu, nah sekarang kau pilih lah gaun pesta ini.” Titah Aran.
“ Gaun pesta? Sebenarnya apa yang sedang terjadi mbak?” tanya Naura semakin terkejut dan penasaran akan rencana mereka.
“ Apa Arlan tidak memberi tahumu?” tanya Aran yang langsung mendapat gelengan kepala dari Naura.
“ Baiklah, kau akan menghadiri sebuah acara pembukaan Hotel Green Mounth pada pukul 18.00 nanti malam. Jadi kau akan mbak makeover secara habis – habisan.” Jelas Aran.
“ Pembukaan Hotel Green mounth...” tanya Naura terkejut tidak percaya.
“ Ehm...”
Naura tidak pernah ke pesta apalagi berhadapan langsung dengan orang banyak dan pastinya berasal dari keluarga konglomerat. Membayangkannya saja sudah membuat Naura tidak percaya diri.
Melihat kegugupan yang tergores di wajah Naura, Aran pun mengerti apa yang di rasakan oleh Naura.
“ Kau tenang saja, ini adalah pestanya Arlan dia pasti akan bertanggungjawab penuh agar kau merasa nyaman dan melupakan latarbelakangmu. Selain itu, ada mbak dan bunda yang akan mendampingimu. Jadi, kau jangan merasa sendirian apalagi sampai merasa rendah. Tunjukkan bahwa semua orang memiliki derajat yang sama di mata Allah sebagaimana yang selalu kau ajarkan.” Jelas Aran menggenggam tangan Naura untuk memberikan kekuatan dan kepercaya dirian Naura agar dengan elegan dapat menghadapi khalayak umum.
“ Terima kasih mbak! Sudah mempercayai Naura. kalau begitu Naura tidak akan mengecewakan mbak dan tante Nissa.” Ucap Naura dengan percaya diri.
“ Ok, kalau begitu mari kita pilih gaun yang cocok denganmu.” Ajak Aran melihat – lihat koleksi gaun – gaun muslimah yang sangat elegan di butiknya.
“ Baik mbak.” Balas Naura semangat meskipun dirinya masih merasakan kegugupan.
__ADS_1