Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 23 Hari Pertama Kuliah


__ADS_3

" Raaaaa,, cepat sedikit nanti kita terlambat.” Teriak Dara dari luar kamar Naura.


Tidak berapa lama, pintu terbuka dan keluarlah Naura yang sudah rapi dengan pakaian putih hitamnya. Ya, hari ini adalah hari pertama Naura masuk kuliah.


“ Maaf kak,, ayo kita berangkat.” Ajak Naura sambil mengunci pintu kamarnya. Mereka pun bergegas pergi menuju parkiran kos dan tidak butuh waktu lama Dara segera melesat ke jalanan yang belum terlalu padat.


“ Terima kasih kakak..” ucap Naura setelah sampai di depan pintu gerbang kampus.


“ Iya sama-sama Ra, sudah sana masuk.” Kata Dara


“ Assalamualaikum kak.”


“ Walaikumsalam.”


Dara pun melajukan motornya ke tempat kerjanya dan Naura masuk ke kampus menuju aula tempat berkumpulnya para mahasiswa/mahasiswi baru.


Pada saat hendak masuk, seseorang memanggil namanya.


“ Naura, tunggu aku...” Teriak Abel yang berlari menuju ke arah Naura. Mendengar namanya dipanggil Naura berhenti dan melihat ke arah asal suara tersebut.


“ Pelan-pelan saja dong Bel, masih ada waktu kok.” Ucap Naura.


“ Kan biar aku ada kawan masuknya Ra, untung saja kita bertemu di sini.” Kata Abel sambil mengatur nafasnya yang tidak beraturan.


“ Ya elah Bel, kan ada handphone lho, tinggal di telepon aja.”


“ Iya, iya....kalau bisa bertemu ngapai lagi ditelepon.”


“ Ehmmmm,,, au ah. Ayo kita masuk, nanti kalau terlambat bisa dapat duduk di bagian belakang lho.” Kata Naura langsung menggandeng tangan Abel.


Di dalam aula sudah banyak di isi oleh para mahasiswa baru. Naura dan Abel terlihat sibuk mencari kursi yang masih kosong.


“ Ra, di sana saja. Tuh masih ada yang kosong.” Tunjuk Abel di kursi barisan ketiga dari depan podium.


“ Baiklah.” Kata Naura mengikuti langkah Abel.


“ Aku deg-degan Ra, hari pertama masuk kuliah dan penyambutan mahasiswa baru. Tidak menyangka acara sangat ramai begini.” Kata Abel kagum


“ Sama Bel, pantas saja orang-orang pada berebut agar bisa kuliah di sini ya.” Kata Naura yang di anggukkan oleh Abel.


Tepat pukul 08.00, semua mahasiswa baru sudah memasuki aula dan menempati kursi-kursi yang kosong. Suasana seketika hening tatkala adanya instruksi dari salah satu senior yang memberitahukan bahwa rektor dan para jajarannya memasuki podium serta para mahasiswa senior baik yang masih kuliah maupun yang baru lulus. Di antara para senior tersebut terlihatlah mahasiswa idola mereka yaitu Arlan, Dennis dan Galih.


Mahasiswa tahun ini merasa beruntung karena mereka bisa melihat Arlan secara langsung sebagai salah satu panitia penyambutan mahasiswa baru.


Melihat hal itu, para mahasiswa saling berbisik-bisik membahas idola mereka yang ikut menjadi panitia terlebih baru kali ini Arlan juga ikut berpartisipasi menjadi panitia.

__ADS_1


“ Lihat lah Ra, mereka semua hanya berfokus kepada ketiga cogan yang di depan terutama kepada kak Arlan. Semester ini merupakan peristiwa paling bersejarah di kampus ini.” Kata Abel semangat.


“ Kenapa begitu Bel?”


“ Ya jelas dong, ini adalah hal pertama kalinya kak Arlan berpartisipasi menjadi panitia ospek. Padahal setiap penerimaan mahasiswa baru,mereka sudah berjuta jurus membujuknya untuk ikut. Bahkan kedua sahabatnya saja tidak berhasil.”


“ Ya mungkin, semester ini adalah yang terakhir baginya makanya ia bersedia untuk ikut.”


“ Tidak juga Ra, sampai mereka rapat terakhir saja kak Arlan tidak pernah muncul. Tetapi tiba-tiba pagi ini ia langsung mengajukan dirinya. Ya jelas saja dong, mereka tidak membuang kesempatan ini. Meskipun motifnya masih misteri,kenapa seorang kak Arlan bisa berubah pikiran begitu.” Jelas Abel sambil berfikir keras.


"Sudah ah, jangan terlalu dipikirkan. Apapun alasannya itu bukan urusan kita. Sekarang kita dengarkan saja pidato dari mereka.”


“ Kau benar Ra.”


Seketika semua mahasiswa baru terfokus ke depan untuk mendengarkan pidato penyambutan mahasiswa baru sekaligus memperkenalkan rektor, pemilik kampus dan para jajarannya.


Sementara Arlan,diam-diam hanya memperhatikan Naura dari kejauhan, entah kenapa ia selalu ingin melihat Naura. Tanpa sepengetahuannya kedua sahabatnya Dennis dan Galih juga memperhatikan tingkah Arlan yang diam-diam mencuri pandang ke arah Naura. Melihat hal itu, mereka hanya saling pandang dan memunculkan senyuman yang memiliki sejuta makna.


“ Kau lihatkan,sekarang diam-diam dia sudah bucin kepada gadis sederhana itu. Dugaan ku benar, ketika kita melihatnya di parkiran waktu itu.” Ucap Galih senang karena menang taruhan dari Dennis.


“ Iya deh, yang penting kita juga harus berterima kasih pada gadis itu yang berhasil menaklukkan manusia es itu.” Jawab Dennis.


“ Tentu saja, lain waktu kita traktir dia makan. Sekarang aku sudah menjadi salah satu fansnya. Hanya dia wanita pertama yang berani berteriak dan berdebat dengannya.” Kata Galih


Setelah melewati berbagai acara, tibalah waktu istirahat. Naura dan Abel sudah mendapat teman baru baik sefakultas maupun dari fakultas lain. Mereka semua pergi ke kantin untuk makan siang, sementara Naura akan menyusul ia terlebih dahulu pergi ke mushalah untuk melaksanakan shalat Djuhur.


“ Bagaimana hari pertamamu?” tanya Arlan yang sejak tadi menunggu Naura keluar dari mushalah yang melintasi taman.


“ Astaghfirallahalazim. Kak Arlan bikin Naura kaget saja. Kenapa muncul tiba-tiba.” Tanya Naura sambil memegang dadanya.


“ Aku sudah di sini sejak tadi. Kau saja yang berjalan sambil melamun.”


“ Siapa yang melamun. Waktu Naura mau ke mushalah tadi tidak ada siapa-siapa kok. Sekarang setelah keluar dari mushalah tiba-tiba kakak muncul.” Jelas Naura


“ Ehm,” Jawab Arlan acuh. “ Kau sudah makan.” Tanyanya


“ Belum, ini Naura mau menyusul yang lain ke kantin. Kakak mau ikut?” tawar Naura.


“ Tidak. Baiklah semoga hari pertama mu menyenangkan.” Ucap Arlan sambil pergi meninggalkan Naura begitu saja di taman.


“ Is dasar. Seenaknya pergi begitu saja. Benar-benar seperti jaelangkung ni orang.” Ucap Naura kesal yang langsung pergi menuju kantin.


“ Maaf teman-teman, aku sedikit lama.” Ucap Naura


“ Tidak apa Ra, santai saja. Kita juga belum makan kok masih menunggu pesanan tuh.” Ucap Frans mahasiswa seni

__ADS_1


“ Iya Ra, punya mu juga sudah ku pesankan sekalian.” Kata Abel


“ Is, kau benar-benar sahabat sejati deh. Tahu saja sahabatmu ini sudah kelaparan.” Kata Naura.


“ Lebay deh..” kata Abel yang disambut tertawaan dari yang lain.


“ Kalian sudah lama saling kenal?” Tanya Nadia mahasiswa arsitek


“ Belum sih, kita bertemu waktu registrasi ulang kemarin. Dari situ kita semakin dekat. Dan sekaligus rekan kerja di kafe O’ Good yang ada di ujung jalan sana.” Jelas Abel.


“ Oh begitu ya. Tapi kalian terlihat seperti sudah lama kenal.” Kata Andreal Mahasiswa kedokteran.


“ Iya, mudah-mudahan kita semua bisa jadi sahabat ke depannya. Karena kita satu tim mari kita rayakan pertemuan kita ini.” Ucap Nadia semangat


“ Iya, mari kita bangun hubungan yang kompak dan menjadi sahabat setelah ini.” Timpal Frans


“ Mari bersulang. Cheersss.” Sambung Abel mengangkat gelas jus jeruknya yang di ikuti oleh keempat temannya.


Mereka pun langsung menikmati makan siang dengan sedikit cepat karena akan dilanjutkan dengan kegiatan lainnya. Mereka bertemu dan secara acak telah terpilih menjadi satu tim selama masa ospek penerimaan mahasiswa baru.



Setelah jam istirahat selesai semua mahasiswa kembali berkumpul di lapangan untuk mengikuti serangkaian kegiatan yang di adakan oleh panitia. Hal ini akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan oleh Naura dan yang lainnya. Hari-hari berikutnya akan Naura jalani sebagai mahasiswa dari kampus yang bergengsi di negeri ini. Dengan semangat ia menjalankan segala kegiatan yang telah diadakan tanpa terlihat rasa lelah sedikitpun.



Tanpa terasa hari sudah beranjak senja, waktu masa ospek telah selesai untuk hari pertama. Yang akan dilanjutkan pada hari kedua dan ketiga. Dan untuk kegiatan outdoor penyambutan mahasiswa baru akan dilaksanakan di puncak sekaligus melakukan kegiatan amal.



"Da dah semuanya. Sampai jumpa besok ya.” Ucap Abel ketika mereka di depan pintu gerbang kampus


“ Iya hati-hati semua.” Ucap Nadia yang telah di jemput oleh supirnya.


Merekapun berpencar pulang ke arah rumah masing-masing. Begitu juga Naura berjalan menuju halte bus, sambil menunggu ia langsung mengeluarkan ponselnya dan mengirim pesan kepada Naya untuk menceritakan pengalamannya di hari pertama masuk kuliah. Ia juga banyak mengirim foto dirinya dan teman-teman barunya. Naura sampai senyum-senyum dalam mengirim pesan kepada Naya.



Tanpa ia sadari, datang seorang pria muda yang langsung duduk di sebelahnya dan memperhatikan Naura dari samping.


“ Ehm.... hati-hati jangan senyum-senyum sendirian. Kemarin ada orang yang seperti ini langsung di ciduk oleh petugas dinas sosial.” Ucapnya setelah cukup memperhatikan Naura yang terus tersenyum bahkan sampai tertawa.


Mendengar suara seseorang yang ada di sebelahnya, Naura langsung tersadar dan langsung menoleh ke samping untuk melihat siapa yang duduk di sebelahnya.


“ Kau?” Tunjuk Naura terkejut

__ADS_1


__ADS_2