
“ Carissa, jelaskan masalah artikel ini hah...kenapa kau selalu membuat masalah? Apa kau tidak memikirkan karirmu?” ucap Pinkan manajer Carissa.
“ Kenapa bisa begini sih! Artikel ini siapa yang menerbitkannya hah..?” teriak Carissa frustasi.
“ Seharusnya aku yang bertanya padamu, apa lagi yang kau perbuat hingga artikel ini muncul? Kau sudah terlibat beberapa skandal sekarang kau mengulanginya lagi? Kali ini masalahmu tidak dapat di toleransi karena ini terkait pelaku pembullyan. Kau bersiap – siaplah hengkang dari permodelan.” Tegas Pinkan.
“ Kenpa kau pesimis begitu hah, kita kan hanya tinggal mengadakan konferensi pers saja, jangan di besar – besarkan begitu dong!” cetus Carissa.
“ Kau pikir semudah itu hah, apa kau tidak tahu siapa korban yang kau bully? Kau baca lah artikel ini.” Ujar Pinkan sudah merasa muak dalam menghadapi sikap Carissa selama ia menjadi manajernya yang bersikap semena – mena.
Setelah membaca artikel yang berseliweran di media sosial membahas pembullyan yang dilakukan oleh model terkenal terhadap seseorang yang memiliki hubungan dengan seorang pengusaha muda nomor satu di negara ini. Ya dialah Arlan Putra Kusuma yang sudah menggantikan ayahnya dengan gelar pengusaha nomor satu di negara ini maupun di luar negeri. Siapa yang berani menyinggungnya pasti tidak akan di beri ampun.
“ Ah, sial. Seberapa hebat sih kau Naura. brengsek.....” teriak Carissa yang hampir saja melempar handphone milik Pinkan jika tidak di rampas oleh Pinkan dari tangan Carissa.
“ Hampir saja! baiklah Carissa jika kau sudah menyadari kesalahanmu maka minta maaflah kau pada orang yang telah kau ganggu agar karirmu bisa di selamatkan. Karena beberapa perusahaan yang sudah membuat kontrak dengan kita telah membatalkan kontrak secara sepihak setelah mengetahui skandalmu ini. Dan kau tahu kan, siapa tuan Arlan itu? Dia tidak akan segan – segan memberi pelajaran bagi orang yang sudah mengusik orang – orangnya.” Ucap Pinkan mengingatkan Carissa berlalu meninggalkan Carissa di ruang make up sendirian.
“ Ah.....sial....” teriak Carissa frustasi.
Drtttt......drtt.......handphonenya yang berada di dalam tas terus berdering dengan rasa enggan ia pun meraih tasnya dan melihat panggilan handphonenya.
“ Papa! Ah.....” gumam Carissa mengetahui nama di layar handphonenya. Dengan sedikit gemetar ia pun menggeser tombol hijau untuk mengangkat panggilan dari papanya.
“ Halo Pa!” ucap Carissa.
“ Pulanglah sekarang!” seru Tuan Ansel Bastian, papanya Carissa.
“ Baik Pa!” jawab Carissa tidak bersemangat.
Ia sudah menebak pasti, papanya akan membahas artikel ini.
“ hufttt....” hela Carissa beranjak dari duduknya berjalan dengan gontai keluar dari ruang make up menuju ke rumah orangtuanya.
__ADS_1
“ Hei teman – teman, lihat lah artikel ini!” ucap Via heboh langsung menghampiri teman – temannya yang sudah berada di kelas.
“ Apaan sih Vi, kayak habis di kejar setan saja.” Ucap Olive melihat Via yang berlari menghampiri mereka.
Sontak membuat teman sekelasnya pun juga merasa heran akan tingkah Via, setelah mendengar intruksi dari Via, dengan serentak mereka pun membuka handphone mereka masing – masing dan berlayar di media sosial untuk menemukan artikel yang dimaksud oleh Via.
Setelah melihat dan membaca dengan seksama artikel yang dimaksud. Sontak membuat mereka begitu syok dan terkejut melihat tokoh dari artikel tersebut.
“ Wah! Ini benar – benar suatu kejutan yang tak terbayangkan. Ternyata bu Naura benar – benar penuh misteri. Gak disangka ia memiliki hubungan dengan tuan Arlan.” Ucap Dhea
“ Ah ini benar – benar berita yang menghebohkan seluruh dunia, tidak hanya dunia nyata juga di dunia maya dan dunia ghaib.” Cetus Tara
“ Yang benar aja kau, gak segitunya kali sampai ke dunia ghaib.” Ujar Olive.
"Yeah bisa aja dong, secara tuan Arlan yang kita kenal adalah manusia es hingga saat ini aku tidak pernah melihat atau mendengar gosip ia dekat dengan seorang wanita. di dekati wanita saja ia seperti alergi gitu. Bahkan aku sudah berprasangka tuan Arlan itu dekat dengan makhluk ghaib yang sama – sama dingin.” Oceh Tara asal ceplos.
“ Kau benar - benar gak waras ya, kau pikir Tuan Arlan tu jin apa yang tidak suka dengan manusia.” Omel Dhea.
“ Ish gak mungkinlah tuan Arlan muncul di sekolah ini, kan sekarang tuan Arlan memiliki jadwal yang sangat padat.” Ucap Tara.
“ Ah terserah kau saja lah, yang jelas aku sudah mengingatkan.” Cebik Olive.
Saat mereka sibuk masing – masing dengan membahas artikel yang melibatkan orang – orang berpengaruh di negara ini. Yang membuat mereka terkejut tertera nama Naura sebagai korban pembullyan yang memiliki hubungan dengan tuan Arlan. Dan nama seorang model terkenal Carissa Bastian sebagai pelaku pembullyan yang akan berdampak pada karirnya.
Suasana kelas menjadi riuh membahas artikel yang lagi viral di media sosial.
Krieettttt.....kriet...... pintu kelas dibuka oleh seseorang dari luar. Maka muncullah sosok yang sedang mereka bahas.
“ Assalamualaikum. Selamat pagi semua!” sapa Naura yang masih terdengar bisik – bisik dari para siswa yang duduk berkelompok sesuai dengan geng – geng mereka.
Melihat ekspresi para siswanya yang begitu penuh tanda tanya setelah melihatnya dengan tatapan yang berbeda dibanding hari – hari sebelumnya.
__ADS_1
“ Kalian baik – baik saja? Kenapa tatapan kalian melihat ibu seperti itu?” tanya Naura.
“ Ibu tidak melihat berita yang sedang viral di media sosial ini?” tanya Tara.
“ Memangnya artikel apa lagi? Bukankah pelakunya sudah terungkap kan.” Ucap Naura.
“ Ah ini kelanjutannya bu, yang pastinya ini lebih menghebohkan sejagad maya.” Ucap Tara yang di dramatisir.
“ Ish lebay banget sih, biasa aja kali ngomongnya.” Seru Dhea.
“ Biari, iri bilang boss!” cetus Tara tak mengindahkan cibiran dari teman – teman sekelasnya.
“ Sudahlah, kalian berhenti berdebat.” Ucap Naura berusaha mengkondusifkan suasana kelas.
Para siswa pun menjaga mulut mereka masing – masing agar menciptakan suasana yang hening.
Setelah membaca artikel yang dimaksud oleh Via, Naura pun tak kalah terkejutnya dengan para siswa nya.
“ Astaghfirullahalazim. Kenapa ada berita yang seperti ini? Dan ini bisa menjadi fitnah.” Ucap Naura terkejut.
“ Kenapa menjadi fitnah bu?” tanya Reya buka suara yang sedari tadi hanya mendengar dan menyimak saja.
“ Ah ya, kenapa berita di sini menyebutkan saya memiliki hubungan dengan Tuan Arlan? Jika beliau mendengar berita ini kan dapat menyebabkan masalah bagi tuan Arlan.” Jelas Naura.
“ Mengapa ibu bicara seperti itu? Jadi ibu tidak memiliki hubungan dengan tuan Arlan?” tanya Olive.
“ Saya dan tuan Arlan tidak memiliki hubungan apa – apa, kami hanya.....” ucap Naura terpotong.
“ Masih tahap pendekatan.” Potong suara seseorang yang sangat tegas yang sudah berada di ambang pintu kelas.
Sontak pandangan para siswa dan Naura langsung mengarah ke pintu untuk melihat sosok yang sangat familiar bagi mereka.
__ADS_1
Dalam hitungan detik, secara berjamaah mereka terperangah dan tidak mempercayai sosok yang selama ini sulit untuk di temui tiba – tiba muncul di hadapan mereka.