
“ Datanglah ke kafe Britain besok malam! Temui anak tuan Mahendra rekan bisnis papa.” Titah tuan Maulana papanya Galih.
“ Aku tidak mau? Kenapa papa ikut campur masalah pribadiku?” tolak Galih.
“ Ikut campur? Haha.. kapan papa ikut campur masalah pribadimu? Apa kau tidak sadar, kau sudah umur berapa hah...! sampai saat ini kau tidak pernah membawa dan memperkenalkan kepada kami calon isterimu. Mau sampai kapan kau akan bermain – main hah.” Teriak tuan Maulana.
“ Tenang sayang! Jangan emosi ingat kesehatanmu!” ucap nyonya Jasmin menenangkan suaminya.
“ Haaa...baiklah kalau kau tidak ingin menemui putri tuan Mahendra sebagai gantinya kau bawa besok malam calon isterimu kesana." Ujar tuan Maulana meninggalkan ruang tamu dengan memegangi kepalanya yang hampir pecah melihat kelakuan anaknya. Ia harus meminta maaf kepada tuan Maulana perihal perjodohan anak mereka.
“ Kali ini kau dengarkanlah ucapan papamu! Mama juga berharap kau memperkenalkan seorang wanita pilihan mu kepada kami.” Ucap nyonya Jasmin Mamanya Galih sambil mengusap – usap punggung Galih.
“ Iya Ma!” ucap Galih lemah.
“ Baiklah! Jangan terlalu larut tidurnya.” Ingat mamanya galih.
“ Ehm.....” Galih pun menghempaskan tubuhnya ke sofa ruang tamu dan memijit dahinya.
“ Haaa...merepotkan. selama dua tahun ini apakah aku sudah meluluhkan hatimu.” Gumam Galih memejamkan matanya.
Sebuah mobil sedan berwarna White metallic yang bersimbolkan brand terkenal dengan harga yang fantastis. Berhenti di depan sebuah toko butik yang menjajarkan brand – brand terkenal.
“ Turunlah” titah Galih
Naya begitu tercengang melihat sebuah toko butik yang sangat ia hapal. Toko butik yang menjadi salah satu inspirasi untuk desain busana yang ingin ia kembangkan khususnya busana muslim.
Sekarang ia sudah berdiri tepat di depan toko yang hanya menjadi angan – angannya saja.
“ Kenapa masih bengong di sana?” teriak Galih yang sudah berada di depan pintu toko.
“ Ah...iya kak!” gagap Naya tersadar setelah mendengar teriakan Galih.
“ Selamat sore tuan!” sapa seorang pegawai butik dengan sedikit membungkukkan badannya.
“ Ehm...”
“ Kita ngapai kemari kak?” tanya Naya celingak – celinguk melihat pajangan – pajangan berbagai model busana dari brand – brand yang terkenal.
“ Wah! Seperti mimpi saja bisa melihat secara langsung desain – desain baju di sini?” gumam Naya mengagumi isi butik yang menyediakan berbagai macam pakaian, sepatu hingga aksesoris yang dapat memanjakan fashionita untuk berbelanja.
“ Carikan gaun yang sesuai dengan karakternya.” Titah Galih kepada beberapa pegawai butik.
“ Baik Tuan! Mari Nona!” ajak pegawai wanita yang berwajah oval dengan rambut yang di sanggul tinggi.
__ADS_1
Seperti kerbau yang di cocok hidungnya, Naya mengikuti kemana pun pegawai butik tersebut pergi.
“ Baik Nona, ini adalah gaun keluaran terbaru yang limited edition. Silah kan anda mencobanya.” Ucap pegawai butik memperlihatkan beberapa model pakaian.
“ Ah iya!” ujar Naya yang terlihat sangat canggung.
Naya mengambil satu gaun berwarna biru metallic yang memiliki model gaun yang sederhana.
“ Saya coba yang ini saja mbak.” Ucap Naya setelah mengambil gaun dan masuk ke ruang fitting.
Setelah 10 menit, Naya keluar dengan gaun yang sudah melekat di tubuh langsingnya.
Dengan langkah yang kurang percaya diri, Naya berjalan perlahan menuju bangku dimana Galih berada.
Mata Galih tidak bergeming melihat sosok Naya yang sudah berbalut gaun.
“ Bagaimana Kak!” ucap Naya melambai – lambaikan tangan ke arah wajah Galih.
“ Cantik.” Ucap Galih spontan.
Blush.... wajah Naya langsung memerah dengan di iringi detak jantung yang berdegub cepat.
“ Ah... bagus. Aku suka yang ini.” Ucap Galih menganggukkan kepalanya ke arah pegawai butik.
Dengan cekatan, beberapa pegawai wanita membantu untuk make over Naya untuk merubah wajah dan penampilan Naya agar tampil beda di banding hari lainnya.
“ Apa yang kalian lakukan?” tanya Naya heran dengan perbuatan tiga pegawai yang sudah mengelilinginya.
“ Anda jangan khawatir nona, kami akan membuat anda menjadi bintang malam ini.” Ucap salah satu pegawai wanita.
“ Untuk apa?”
“ Tentu saja untuk hari spesial anda nona.”
“ Haaaa.. apa maksudnya?”
Tanpa menjawab pertanyaan – pertanyaan Naya, mereka langsung mengerjakan tugas mereka dengan cepat agar tidak terlambat.
Setelah memakan waktu selama satu jam make over, kini wajah Naya seperti bidadari yang siap untuk meluluhkan setiap orang yang akan ia temui. Meskipun make over yang sederhana dan natural, tidak mengurangi kecantikan Naya yang sudah terlihat dari dalam.
“ Tuan, silahkan anda bawa bidadari anda! Nona Naya siap untuk menjadi bintang.” Ucap Pegawai butik mempersembahkan hasil karya mereka dengan bangga.
Sementara Naya semakin gugup dan malu jika berhadapan dengan Galih. Ia tidak tahu apa yang akan dipikirkan Galih tentang dirinya saat berpenampilan yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
Galih tercengang melihat penampilan Naya yang sangat mengagumkan. Matanya tak berkedip memandang sosok wanita yang selama dua tahun ini telah mengisi ruang hatinya yang kosong.
Sorot matanya seakan – akan menembus ke dalam jiwa Naya, ia tidak dapat memungkiri kecantikan yang di pancarkan dari diri Naya, matanya menyapu dari ujung kaki hingga ke atas kepala.
Melihat Galih yang tak bergeming dari posisinya, membuat Naya semakin grogi.
“ Kakak baik – baik saja?” tanya Naya menghentakkan lamunan Galih.
“ Ah iy..a! cantik sangat cantik..!” ucap Galih refleks.
“ Bagaimana tuan? Nona Naya memang sudah cantik, kami hanya memolesnya sedikit saja.” Ucap pegawai butik senang melihat pelanggan VIP mereka terlihat sangat puas.
“ Baiklah! Terima kasih sudah membantu.” Ucap Galih menghampiri Naya.
“ Tidak masalah tuan! Ini sudah menjadi tugas kami.”
“ Ayo!” ajak Galih sambil mengangkat lengannya.
Meskipun Naya terlihat sangat gugup, ia pun menggandeng lengan Galih dan mengikuti langkah Galih.
“ Jangan gugup.” Bisik Galih mengerti akan kegelisahan Naya.
“ Iya kak.” Jawab Naya menarik nafasnya.
“ Semoga berjalan dengan lancar tuan!” ucap para pegawai butik memberi semangat mengiringi kepergian pelanggan mereka.
“ Sebenarnya apa yang kakak rencanakan sih! Kenapa kakak melakukan semua ini.” Tanya Naya setelah berada di mobil.
“ Nanti kau juga akan tahu. Malam ini aku bergantung padamu demi masa depanku.” Ucap Galih serius dengan menatap lurus ke depan.
“ Aku? Memangnya pengaruhku apa hah...” ucap Naya mulai kesal.
“ Bukankah kakak mengatakan akan di jodohkan? Aku tidak ingin menjadi orang ketiga di antara kalian.” sambungnya.
“ Hahh.... sudah ku katakan aku menolak perjodohan itu. Aku ingin mencari pasangan hidup dengan pilihanku sendiri. Dan tentunya berlandaskan rasa saling mencintai.” Jelas Galih.
Mendengarkan penuturan Galih yang sangat serius membuat Naya tidak dapat berbuat apa – apa. pikirannya jauh menerawang ke depan dan berusaha memahami situasi yang di alaminya.
“ Huft.....” dengan berat Naya membuang nafasnya dan berusaha bersikap tenang agar dapat menghadapi situasi yang lebih mencekam lagi.
Dengan melirik arloji di tangannya, Galih menambahkan kecepatan mobilnya agar tidak terlambat ke tempat yang dituju.
Ciiiiitttt.....mobil berhenti di depan sebuah restoran bintang lima yang terletak pada pusat kota di Jalan Central Park. Restoran dengan mengusung konsep kayu dengan gaya yang modern menyuguhkan berbagai fasilitas ruangan pribadi yang luas dan nyaman.
__ADS_1
“ Ini...? kenapa kita kemari kak?” tanya Naya tidak mengerti.