
“ Kak Arlan...?”
“ Tuan Arlan....?”
Ucap Naura dan para siswanya serentak ketika melihat sosok yang sudah berdiri di ambang pintu kelas.
Dengan wajah yang syok tidak percaya seorang Arlan telah berdiri di hadapan mereka yang seakan membatu di posisi mereka. mereka semakin penasaran akan sosok guru yang berada di depan kelas dapat membuat Arlan mengucapkan pernyataan yang membuat mereka tidak percaya.
Terlebih panggilan Naura yang terdengar sudah sangat akrab dengan panggilan kakak.
Tanpa membuang waktu Arlan berjalan mendekati Naura yang masih mematung di posisinya, seperti terhipnotis pandangan para siswa mengikuti kemana gerak Arlan.
“ Hubungan saya dengan Naura masih tahap pendekatan, karena saya tahu Naura adalah seorang wanita yang sangat spesial.” Ucap Arlan yang semakin membuat para siswa syok dan patah hati berjamaah.
“Ayo...” ajak Arlan yang menarik lengan Naura pergi meninggalkan kelas tanpa menghiraukan keterkejutan para siswa yang berada di kelas.
Begitu juga Naura, ia sangat bingung kemana ia akan di bawa oleh Arlan. Naura tidak dapat menolak ajakan Arlan karena lengannya yang masih di pegang oleh Arlan.
“ Ah benar – benar gila. Tuan Arlan tiba – tiba datang ke kelas ini secara langsung hanya demi menjelaskan status hubungannya dengan bu Naura dan menjemputnya. Ah ini benr – benar sulit di percaya.” Ucap Tara setelah Arlan dan Naura sudah pergi meninggalkan kelas.
“ Ini merupakan kejadian yang langka. Ternyata tipe seperti bu Naura yang dapat meluluhkan hatinya tuan Arlan yang di selimuti salju dari kutub Utara.” Timpal Olive.
“ Ternyata dalang di balik penjelasan dari kesalahpahaman foto – foto bu Naura adalah Tuan Arlan. Akhirnya terjawab juga teka – teki ini.” Imbuh Vixel yang angkat suara.
“ Ya kau benar Xel, ternyata tuan Arlan lah orangnya ya pantas saja dengan mudah beliau dapat menyelesaikannya karena ia mempunyai pengaruh yang sangat besar di dunia perbisnisan.” Seru Dhea.
“ Tapi teman – teman, bukankah pria yang bersama bu Naura adalah pak Rangga tetapi kenapa tuan Arlan yang malah ikut campur dalam menyelesaikannya. Seharusnya yang mengkonfirmasikannya adalah pak Rangga.” Ujar Reya yang mengingat – ingat kembali kejadian foto Naura yang bersama seorang pria.
“ Iya kau benar, kenapa tidak terpikirkan kesana ya! Tuan Arlan mengakuinya sendiri bahwa ia masih tahap pendekatan kepada bu Naura, sementara pak Rangga apa hubungannya dengan bu Naura?” tanya Via.
“ Atau pak Rangga juga sudah berhasil di luluhkan oleh Bu Naura?” timpal Olive.
“ Ah bisa jadi, karena pak Rangga juga sebelas dua belas dengan tuan Arlan yang sangat dingin dan tertutup, tetapi kenapa hanya dengan bu Naura mereka tanpa pertimbangan selalu bersikap hangat kepada bu Naura. padahal selama ini banyak wanita – wanita cantik dari keluarga terpandang dengan karir yang luar biasa berusaha mendekati mereka tetapi satu pun tidak ada yang berhasil. Bahkan mereka tidak pernah terlibat dengan seorang wanita.” jelas Luna
__ADS_1
“ Wah ini akan menjadi sebuah kisah cinta segitiga yang seru.” Ucap Tara.
Suasana kelas pun menjadi riuh setelah kepergian Naura yang langsung di jemput oleh Arlan. Mereka pun langsung membahas peristiwa yang baru saja terjadi di kelas mereka. Dan tak lupa ada salah satu dari mereka yang mencuri foto – foto Arlan dan mengirimkannya di forum sekolah tersebut.
Tidak membutuhkan waktu yang lama, berbagai komentar yang penasaran dan ketidak percayaan telah membanjiri berita yang baru di unggah. Hal ini membuat forum sekolah menjadi sangat ramai tidak terkecuali para guru juga merasa penasaran dengan sosok Naura yang ternyata sudah mengenal Tuan Arlan Putra Kusuma terlebih dahulu.
“ Kita mau kemana kak? Jam mengajar ku belum selesai lho kak?” tanya Naura yang masih mengikuti langkah Arlan berjalan keluar.
“ Kau ikut saja.” Ucap Arlan
“ Tapi bisa tidak tangan kakak di lepas, semua mata memandang kemari lho kak.” Pinta Naura yang merasa malu dengan tatapan para siswa yang menatap mereka sepanjang jalan. Dan tak lupa mereka berbisik – bisik melihat pemandangan yang tidak biasa.
Arlan tidak menghiraukan ucapan Naura, bukannnya di lepas Arlan semakin kuat menggenggam lengan Naura. ia tidak peduli akan tatapan orang.
Melihat genggaman tangan Arlan yang semakin kuat membuat Naura pasrah dan hanya memilih diam sambil menutupi wajahnya yang sudah memerah seperti Cabai yang siap di petik.
Sampai di parkiran sekolah, Arlan melepas genggamannya dan membuka kan pintu depan mobilnya.
“ Masuk lah!” titahnya
“ Kau pergi lah, aku akan membawa mobil ini. Sampai jumpa nanti malam.” Titah Arlan kepada Axel yang dengan setia mengikutinya sejak tadi.
“ Baik Tuan.” Jawab Axel.
“ Kita mau kemana kak? Bagaimana jam mengajarku? Ini bisa dianggap aku membolos lho.” Ucap Naura yang tidak mengerti jalan pikir Arlan yang terkadang berbuat semaunya.
“ Kau jangan khawatir, itu sudah di urus.” Ucap Arlan yang sudah berada di kursi kemudi dan siap untu meluncurkan mobilnya.
Seketika Naura teringat dengan wanita yang ia temui bersama Arlan di hotel tempo hari, pikirannya pun semakintak tenang. Ia jadi merasa bersalah kepada wanita tersebut.
“ Ah bagaimana jika wanita itu melihatku bersama kak Arlan? Pasti dia akan salah paham.” Gumam Naura yang tidak berani melihat ke arah Arlan.
Mengerti akan kegelisahan yang dirasakan oleh Naura, Arlan hanya tersenyum melihatnya. Karena sejak Naura melihatnya bersama seorang wanita, Naura sengaja menjaga jarak darinya.
__ADS_1
“ Kau tenang saja? Tidak ada yang akan salah paham denganmu.” Ucap Arlan
“ Hah! Maksud kakak apa?” tanya Naura pura – pura tidak tahu berusaha menutupi kegelisahannya. Seolah Arlan dapat membaca pikiran yang sudah mengganggu dirinya.
Arlan hanya tersenyum melihat wajah Naura yang terlihat kaku dan canggung. Ia pun melajukan mobilnya menuju suatu tempat yang sudah menjadi langganan bagi keluarganya.
Tanpa banyak bicara dan tanya, Naura hanya diam melihat pemandangan kota dari jendela mobil. Ia pasrah mengikuti rencana Arlan. Dengan semaksimal mungkin Naura berusaha menjaga jarak dari Arlan. Karena ia tidak ingin di cap sebagai wanita yang sudah merusak hubungan seseorang.
“ Bagaimana kau menjelaskan semua ini hah?” tanya tuan Hermawan kepada putrinya Carissa.
“ Ah papa, bukan aku yang melakukannya. Ini hanya kesalahpahaman bagaimana mungkin aku melakukan hal rendah seperti itu?” bela Carissa.
“ Sudahlah kau jangan berbohong. Kau pikir papa tidak tahu skandal – skandal yang telah kau buat hah. Tetapi papa berusaha menutup mata dan tidak ikut campur. Tapi kali ini papa benar – benar kecewa pada mu Carissa. Mau di letakkan dimana wajah papa jika berhadapan dengan Tuan Arlan hah. Kau tahu kan sekarang pihak yayasan kampus dan sekolah beliau yang memegangnya. Apalagi apakah papa dapat menghadiri undangannya nanti malam pada acara grand opening Hotel Green Mounth itu hah.” Ujar tuan Hermawan kecewa.
“ kenapa papa masih tidak percaya sih!” kekeh Carissa.
“ Kau bersikeras masih mengelak hah? Sebenarnya apa tujuanmu melakukan itu hah.?” Tanya tuan Hermawan.
Melihat wajah papa nya yang sudah meradang menahan emosi, Carissa tidak dapat mengelak lagi.
“ Aku melakukannya karena ingin mendapatkan perhatian dari Arlan, sudah tujuh tahun aku menyukainya tetapi tak sedikitpun ia memandangku. Terlebih munculnya gadis kampung tersebut yang tiba – tiba mencuri perhatian Arlan. Yang semakin membuat ku menjauh dari Arlan.” Jelas Carissa dengan nada yang sedikit meninggi.
“ Ah dasar kau, kau itu bukan anak remaja yang masih labil yang harus mendapat keinginannya.” Jelas tuan Hermawan.
“ Ah terserah papa saja, aku harap papa dapat membantu ku meredakan berita ini dan menyelesaikan masalah ini.” Pinta Carissa.
“ Kita lihat saja nanti, apakah tuan Arlan bisa mentolerir perbuatanmu.” Ucap tuan Hermawan.
“ Uh papa payah, tidak bisa di andalkan.” Ucap Carissa menghentakkan kakinya dengan kuat dan pergi menuju ke kamarnya.
“ Ah dasar anak ini bisanya membuat masalah terus.” Gumam tuan Hermawan.
Mobil pun berhenti di sebuah tempat yang pernah di kunjungi oleh Naura sebelumnya. Tiba di depan gedung yang berwarna coklat susu, Arlan keluar terlebih dahulu dan membukakan pintu untuk Naura.
__ADS_1
“ Keluarlah! Kita sudah sampai!” titah Arlan.
“ Ah tempat ini.....” tanya Naura semakin tidak mengerti akan rencana Arlan sehingga ia membawanya ke tempat ini.