
“ Selamat Pagi semua!” sapa Naura kepada siswa – siswa kelas 2-E sebelum memulai pelajaran pertama.
“ Pagi bu.....” jawab mereka serentak
Setelah Naura menjelaskan identitas dirinya, ia pun memulai pembelajaran di kelasnya. Meskipun ia sangat gugup berhadapan langsung dengan para peserta didik namun ia sebisa mungkin untuk menutupi kegugupannya agar tidak terlihat lemah di depan siswanya.
Naura memegang kelas 2-E, yang sudah berlabel anak – anak urakan. Entah mengapa Naura di tempatkan pada kelas yang memiliki siswa dengan latarbelakang yang beraneka ragam.
Melihat penampilan mereka saja membuat Naura semakin tegang. Di antara siswa laki - laki banyak yang berpenampilan dengan rambut yang panjang, seragam yang tidak di masukkan sedangkan siswa perempuannya berseragam dengan menambahkan aksesoris yang beraneka ragam yang menunjukkan sesuai geng mereka masing – masing. Meskipun keadaan ini merupakan hal yang pertama kali ia temui Naura tetap harus menghadapi sampai masa magangnya selesai. karena tuntutan mata kuliahnya ia pun harus berurusan dan berhadapan dengan mereka selama lima bulan ke depan.
“ Huft, Bismillahirohmanirohim, semangat! Kau pasti bisa menghadapi siswa – siswi yang ada di hadapan mu Naura.” ucap Naura dalam hati menyemangati dirinya sendiri.
“ Bu, sudah punya pacar?” tanya seorang siswa laki – to the point yang memiliki gaya rambut potongan Layered bowl cut.
Mendapat pertanyaan yang cenderung bersifat privasi, membuat Naura sedikit tidak nyaman, namun karena hari ini masih tahap perkenalan mau tidak mau ia harus menjawabnya dan sebisa mungkin ia harus dapat menarik simpati para siswanya agar meninggalkan kesan yang baik pada pertemuan pertama mereka.
“ Kau ingin jawaban yang bagaimana mana? Mau tahu aja atau mau tahu banget?” pancing Naura agar dapat menetralkan dirinya.
“ Huuuuuuu....” teriak siswa lainnya meneriaki siswa yang bertanya.
“ Dasar kau playboy cap kecebong. Pantang lihat cewek yang bening langsung sok tebar pesona.” Teriak siswa perempuan yang berwajah oval dengan tatanan rambut panjang bergaya side swept bangs yang berponi samping.
“ Berisik.” Balas siswa laki – laki tersebut yang memiliki nama Vixel.
Suasana kelas seketika menjadi riuh karena suara teriakan yang saling menyerang. Meskipun Naura sudah mempelajari metode dan trik dalam mengajar dan menghadapi peserta didik secara teori sudah ia kuasai namun secara prakteknya Naura juga merasa kewalahan.
__ADS_1
“ Baiklah, semuanya harap tenang agar saya dapat menjawab pertanyaan dari...Vixel.” ucap Naura mengeja nama yang terdapat di bet siswa tersebut.
“ Tuh dengari ibu guru yang cantik berkata. Dasar kalian sok gak penasaran aja.” Bela Vixel yang notabennya sudah dikenal playboy di sekolah ini.
“ Huuuuuuu.....” teriak mereka serentak
Setelah keadaan dan suasana sudah menjadi tenang, Naura melanjutkan penjelasan dari pertanyaan siswanya.
“ Ok, saya akan bertanya bagaimana menurutmu? Apa penilaianmu tentang saya?secara kau sudah mendapat label yang di katakan oleh temanmu tadi. Bukankah hal ini sangat mudah bagimu?” tanya Naura balik.
“ Haaaa kena kau kan.” Ucap siswa perempuan yang selalu berani melawan Vixel.
“ Ah diam kau Re! Kau selalu mengganggu.” Seru Vixel kesal kepada siswa yang selalu menjawab ucapannya yang bernama Reya.
“ Huuuuuu dasar.” Balas Reya
“ Ibu pasti belum punya pacar, secara jika dilihat ibu yang berhijab pasti akan menjaga jarak dengan seorang pria. Iya kan” jawab Vixel percaya diri.
“ Ehm, jawabanmu hampir benar. apa yang ingin kau lakukan jika saya tidak punya pacar atau sudah punya pacar” tanya Naura.
“ Jangan di dengarkan ocehannya bu! Vixel memang suka membual. Dia ingin mencari mangsa baru tuh.” Teriak seorang siswa laki – laki yang berada di bangku paling belakang.
“ Ah kalian berisik amat sih, syirik aja jadi orang.” Seru Vixel.
“ Ok baiklah agar kalian tidak saling menyerang akan saya jawab semua pertanyaan dari Vixel. Untuk saat ini saya memang belum punya pacar karena saya masih fokus untuk menyelesaikan kuliah saya. Secara saya bukan berasal dari kota ini jadi saya tidak punya waktu untuk berleha – leha untuk hal yang tidak penting. Tetapi setelah saya dapat menyelesaikan kuliah ini saya akan mulai memikirkan mencari pasangan hidup saya.” Jelas Naura panjang lebar.
__ADS_1
“ Memangnya ibu berasal dari mana?” tanya siswa perempuan yang juga penasaran dengan guru magang yang ada di depan mereka.
“ Dari kayangan lah.” Celetuk siswa pria berambut side bags.
“ Huuu dasar kau Henry, kenapa kau bicara seserti itu sama saja dengan Vixel sok tebar pesona.” Ejek Reya kepada Henry yang sebelas dua belas dengan Vixel.
“ Ya jelas dari kahyangan lah, secara bu Naura ini sangat cantik dan terasa damai hati ini jika melihat wajah teduhnya.” Jelas Henry dengan gaya rayuan mautnya.
“ Huuuuuuuu dasar.. playboy cap gayung..” ejek Dhea yang duduk dekat Reya.
“ Hahahahahahhahaha.....” sambut tawaan dari siswa lainnya.
“ Ah sudah – sudah kalian jangan bertengkar terus, ibu berasal dari sebuah desa yang cukup jauh dari kota ini. Desa yang masih asri dengan pemandangan persawahan dan di kelilingi oleh perbukitan yang hijau. Membuat desa tersebut sejuk dan asri dengan udara yang masih alami dan bersih. Meskipun desa tersebut jauh dari kota besar tetapi desa tersebut tidak ketinggalan oleh IT karena beberapa tahun silam, pemerintah sudah memasang jaringan internet agar memudahkan masyarakat dalam mengakses informasi dan mempermudah dalam segala urusan. Terlebih bagi anak –anak sekolah dengan mudah mereka dapat mempelajari teknologi internet dengan mudah.” Jelas Naura mendeskripsikan desa tempat ia tinggal secara detail dan mengajak para siswanya untuk membayangkan keadaan desa tersebut.
“ Benarkah ibu dari desa?” tanya Vixel tidak percaya.
“ kenapa?” tanya Naura
“ Bukan apa – apa. karena yang saya tahu masyarakat desa memiliki wajah yang standar.” Ucap Vixel.
“ Ah sayang sekali pengetahuanmu masih dangkal. Jangan menganggap masyarakat desa remeh. Bahkan banyak mereka yang berparas ok dan sempurna. Kenapa? Karena semua ciptaan Allah tidak ada yang salah sedikitpun. Semua yang diciptakan oleh Allah pasti sempurna dan memiliki manfaat satu sama lain. Jadi kau jangan meragukan fisik seseorang terlepas ia berasal darimana. Karena diri kita sendiri maupun orang lain juga termasuk ciptaan Allah, jadi jangan merasa tinggi jika melihat orang lain yang nasibnya kurang beruntung. Kita semua sama di hadapan Allah hanya iman dan takwa lah yang membedakannya. Jadi harta, ketampanan, kepintaran, jabatan yang tinggi dan banyak hanyalah titipan – Nya, dengan banyak – banyak bersyukur mudah – mudahan hidup kita menjadi tenang dan damai.” Ucap Naura memberi pengertian.
Semua siswa terdiam sejenak setelah mendengar penjelasan Naura yang membuat mereka merasa tersentuh dan sedikit menyadari sifat angkuh mereka selama ini. Entah mengapa mereka seakan – akan mendapat hidayah berjamaah setelah mendengar penjelasan dari Naura yang dapat menyentuh hati mereka.
Saat suasana kelas hening, tiba – tiba pintu kelas terdengar di ketuk oleh seseorang dari luar.
__ADS_1
Krieekkkk, handle pintu terbuka dan dari ambang pintu muncullah seorang siswi perempuan dengan nafas yang naik turun dengan keringat yang masih mengalir di tubuhnya.