Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 68 Perkenalan


__ADS_3

Setelah melihat siapa yang baru masuk ke kelas, perhatian mereka sudah beralih ke depan. Sepertinya pemandangan dan situasi ini sudah sering terjadi. Sehingga para siswa menganggapnya sudah hal yang biasa. Namun tidak dengan Naura karena ini hari pertama ia berada di kelas 2 – E melihat siswa yang terlambat selama 30 menit setelah jam pelajaran di mulai adalah hal yang sudah melanggar aturan sekolah.


“ Permisi Bu!” sapanya saat ingin menuju ke bangkunya yang berada dibarisan nomor dua dari belakang di sebelah jendela.


Melihat suasana yang seperti tidak terjadi apa – apa Naura sedikit mematung melihat situasi yang ia hadapi.


“ Ibu jangan heran melihat dia datang terlambat. Nanti juga ibu akan terbiasa.” Ucap Reya mengerti akan perasaan Naura.


“ Ah iya, apa setiap hari seperti ini?” tanya Naura.


“ Iya bu.” Jawab Dhea


“ Sudah berapa lama?” tanya Naura lagi.


“ Sudah sebulan ini bu.” Jawab Dhea.


“ Ah, jadi respon wali kelas dan pihak sekolah gimana. Apakah hal ini tidak ada tindakan atau teguran?” tanya Naura.


“ Mereka sudah paham dan menganggap kejadian ini tidak di permasalahkan bu.” Jawab Reya membuka suara.


“ Oh...siapa namamu?” tanya Naura kepada siswa yang baru tiba.


“ Ayla bu.” Jawab siswa yang bernama Ayla.


“ Ah baiklah. Sekarang kita akan memulai pelajaran hari ini.” Ucap Naura berusaha memahami situasi yang akan ia hadapi selama beberapa bulan ke depan.


Kringg....kringg....kriiiiinggggg.... bel lonceng sekolah telah berbunyi menandakan jam istirahat telah tiba.


Naura mengakhiri pertemuan hari ini dengan mengkaji kembali materi yang telah ia jelaskan dan memberi salam kepada para siswanya.


Satu persatu para siswa berhamburan keluar kelas untuk menuju tempat favorit para siswa yaitu kantin untuk tempat mengisi perut dan mengghibah dalam mencari informasi atau pun gosip – gosip yang sedang viral.


Naura masih bergeming di depan kelas sambil merapikan buku – buku bahan ajarnya. Ia melihat siswa yang datang terlambat tidak pergi keluar untuk beristirahat maupun pergi ke kantin. Naura pun tidak bisa tinggal diam melihatnya yang masih setia tetap berada di dalam kelas.


“ Kau tidak istirahat ke kantin?” tanya Naura.


“ Tidak bu! Saya bawa bekal sendiri dari rumah.” jawab Ayla.


“ Oh, setiap hari membawa bekal?"

__ADS_1


“ Iya bu.”


Tanpa basa – basi, Naura langsung bertanya alasannya kenapa ia sampai datang terlambat bahkan sudah terjadi selama sebulan terakhir.


“ Maaf kalau saya lancang! Karena saya adalah guru magang di kelas ini saya hanya ingin mendekatkan diri kepada para siswa yang akan saya ajar nantinya. Jadi apapun yang terjadi pada siswa kelas 2 – E ini juga merupakan tanggung jawab saya selama saya magang di sini. Perkenalkan nama saya Naura.”


“ Iya bu, maaf kan saya datang terlambat di hari pertama ibu masuk.” Sesal Ayla meminta maaf melewatkan perkenalan guru magang baru mereka.


“ Kenapa kau sampai datang terlambat begitu? apakah selama ini pihak sekolah tidak memberi sanksi kepadamu?” tanya Naura.


“ Saya sudah memberi tahu alasan keterlambatan saya bu, jadi pihak sekolah sudah memakluminya dan memberikan keringanan untuk saya bu!” jawab Ayla.


“ Oh begitu ya! Kalau saya boleh tahu apa alasan keterlambatan kamu.”


“ Sepulang sekolah saya bekerja paruh waktu bu! Karena ibu saya sedang sakit jadi saya harus mendapatkan uang biaya berobat ibu.” Jawab Ayla.


“ Kamu kerja apa?”


“ saya bekerja di sebuah kafe bu, dari pukul 16.00 sore sampai pukul 22.00 malam bu.”


“ Oh, baiklah kalau begitu jangan lupa selalu jaga kesehatanmu agar kau terus membiayai perobatan ibumu yang sedang sakit. Semoga beliau segera sembuh.” Ucap Naura.


“ Amin, iya bu terima kasih doanya.” ucap Ayla.


Assalamualaikum.” Pamit Naura beranjak berdiri dan meninggalkan Alya di kelas sendirian.


“ Iya bu. Walaikumsalam.” Balas Alya.


“ Maafkan saya bu sudah membohongi ibu.”


Gumam Alya sambil menyendokkan makanannya ke dalam mulutnya.


Sementara di kantin selalu penuh di huni oleh para siswa.


“ Ah aku jadi penasaran si Alya tu kerja apa sih masa setiap hari datang terlambat seakan – akan ada waktu tertentu yang selalu rutin ia kerjakan.” Ucap Dhea membuka suara sambil menikmati semangkok mi ayam favoritnya.


“ Kepo banget sih ma urusan orang lain, dari kelas 1 tu ya si Alya memang kehidupannya selalu misterius. Sampai detik ini aku tidak pernah melihatnya dengan seorang teman sekalipun. Apa ia mempunyai sifat anti sosial gitu ya.” Ucap Via yang merupakan salah satu geng gagak yang beranggotakan empat orang tersebut.


“ Ah biari aja, kenapa repot – repot mengurusi si Alya tu selagi dia tidak merugikan kita apa salahnya. Jadi kita pun jangan terlalu kepo tentang urusan dia.” Timpal Reya.

__ADS_1


“ Tuh benar, tapi aku penasaran juga lho masa ada jadwalnya gitu sementara kalau dia kerja paruh waktu kan seharusnya tidak sampai mengganggu urusan sekolahnya.” Ucap Olive.


“ Benarkan Liv, kau penasaran juga kan tentang kehidupan si Alya.” Seru Dhea yang senang mendapat dukungan.


“ Ya penasaran gitu aja sih gak sampai kepo – kepo banget.” Jawab Olive.


“ Ah sudahlah, jangan bahas Alya lagi, gimana malam minggu nanti kita hangout ke club. Kebetulan club ini punya om aku yang baru buka.” Tawar Reya.


“ Kau gak salah ngajak kita ke club?kita masih anak sekolah lho.” Ucap Dhea.


“ Kau lupa club itu punya siapa? Hah. Masalah izin itu urusan gampang. Untuk menutupi identitas. Kita harus meng make over penampilan kita lah agar terlihat seperti anak mahasiswa.” Terang Reya.


“ Ah kau benar Re, ide mu brilian. Aku juga penasaran tuh, club itu seperti apa.” kata Via semangat.


“ Boleh lah apa salahnya kita coba secara malam akhir pekan lho.” Imbuh Olive.


“ Ah kalian apa tidak takut ke tempat yang seperti itu. Kita masih anak sekolah lho, kalau terciduk gimana?” ucap Dhea bergidik ngeri membayangkan club tempat yang mengerikan bagi anak seusia mereka.


“ Ah dasar payah kau Dhea, kau meragukan om aku hah,, kau tenang saja om ku yang akan mengurus nya.” Seru Reya.


Melihat ketiga sahabatnya setuju untuk pergi ke club mau tidak mau Dhea harus ikut.


“ Baiklah aku akan ikut tapi kita tidak mencoba minuman yang ada di club tersebut kan?” tanya Dhea polos.


“ Ya elah Dhea kalau kita tidak minum di sana kita akan dehidrasi tahu. Ya jelas kita akan mencoba minuman di sana dong.” Ucap Via gemas melihat sikap Dhea yang masih polos.


“ Hahh aku gak mau, nanti kalau sampai kita mabuk terus terjadi hal – hal yang tidak di inginkan gimana dong? Siapa yang akan bertanggungjawab.” Tanya Dhea.


“ Ya elah, memangnya siapa juga yang akan mabuk di sana Dhea.....” seru Olive.


“ Lha kata Via tadi kita harus mencoba minum minuman yang ada di club kan. Bukankah minuman di club itu minuman beralkohol ya. Kita kan masih di bawah umur.” Kata Dhea.


“ Dhea, Dhea...di club itu gak harus menyediakan alkohol semua. Mereka juga menyediakan minuman ringan dan jus tahu. Jadi gak perlu kita harus minum alkohol.


“ Ah ada juga ya tempat seperti itu minuman ringan dan jus. Ah hahahahahahha.” Ucap Dhea menertawai dirinya sendiri.


“ Dasar payah.” Ucap Via.


“ Ok guys, kita sepakati malam minggu nanti hangout di club. Tapi ingat ya jangan sampai ada yang tahu kala kita pergi ke tempat seperti itu. Bisa – bisa ita nanti akan terkena masalah.” Seru Reya mengingatkan ketiga sahabatnya.

__ADS_1


“ Ok Dealllll...” ucap Via, Olive, dan Dhea bersamaan.


Mereka pun melanjutkan menyantap menu favorit mereka kala ke kantin langganan mereka. Dengan di selingi gelak tawa yang cukup keras membuat siswa lainnya hanya dapat memaklumi dengan kelakuan mereka yang seperti anak kecil selalu riuh.


__ADS_2