Impian Sang Gadis Desa

Impian Sang Gadis Desa
BAB 54 Lembur


__ADS_3

Arlan merasa kecewa, balasan dari seseorang yang diharapkannya tidak juga kunjung membalasnya. Namun, panggilan masuk yang ia terima dari seorang wanita yang sangat berarti dalam hidupnya. ‘Bunda’ nama yang tertera pada layar handphonenya.


“ Assalamualaikum. Halo Bunda!” ucap Arlan


“ Walaikumsalam sayang! Kau sedang sibuk?” tanya nyonya Nissa Bundanya Arlan.


“ Tidak Bun, ini sedang senggang baru saja selesai mengerjakan pekerjaan. Ada apa Bun?” Ucapnya.


“ Kau sudah makan? Ah Bunda kangen neh!” ucap nyonya Nissa.


“ Yah Bunda, baru 7 bulan tidak bertemu. Lagipula aku kan sudah dewasa Bun.” Kata Arlan mendengus kesal karena nyonya Nissa selalu menganggapnya seperti anak kecil.


“ Sayang, meskipun usiamu sudah dewasa tapi di mata Bunda kau tetap anak kecil bagi Bunda.” Ucap nyonya Nissa keibuan.


“ Ah terserah Bunda saja lah, Bunda sendiri gimana kabarnya? Bunda sedang apa?” tanya Arlan agar Bundanya merasa tidak kecewa.


“ Bunda sedang santai di balkon bersama ayahmu sambil menunggu waktu makan malam.” Ucap nyonya Nissa.


“ Nak! Bunda ingin mengajak Naura ke acara amal Panti Asuhan Pelita. Kira – kira Naura mau tidak ya?” sambungnya.


“ Bunda hubungi saja Naura secara langsung. Ini kan lagi libur semester bun, mudah – mudahan Naura bisa menemani Bunda. Baiklah Bun, Arlan akan makan siang ini. Assalamualaikum Bun!” ucap Arlan mengakhiri percakapan mereka.


“ Iya sayang, walaikumsalam. Awas kalau kamu telat makan di sana ya!” Balas nyonya Nissa.


Setelah mengakhiri percakapan mereka, Arlan pun dengan kesal memanggil asistennya Axel ke ruangannya.


“ Bawakan aku makan siang ke ruanganku. Awas kalau telat.” Ucapnya melalui intercom yang ada di meja kerjanya.


“ Baik Tuan.” Balas Axel asisten Arlan.


Sambil menunggu makanannya tiba, Arlan masih setia memandangi layar handphonenya berharap segera mendapat balasan dari Naura yang tak kunjung di balas - balas.


“ Halo Nay, Asslamualaikum..” ucap Naura ketika panggilannya tersambung ke nomor Naya adiknya.


“ Walaikumsalam kak. Gimana kabar kakak?” balas Naya.


“ Alhamdulillah, kakak masih di beri kesehatan oleh Allah. Mana Emak Nay?” ucap Naura.


“ Emak lagi di dapur kak! Sebentar Naya panggilkan emak.” Kata Naya keluar dari kamar menuju dapur untuk memanggil emak yang sedang menyiapkan makan malam.


“ Halo Ra! Kapan kau pulang?” tanya emak yang sudah mengambil alih handphone dari tangan Naya. Sementara Naya hanya mendengarkan percakapan emak dan Naura di sisi emak.


“ Halo Mak! Inilah mak, Naura ingin memberi tahu bahwa liburan kali ini Naura tidak bisa pulang.” Ucap Naura merasa sedih.


“ Kenapa Ra!” tanya emak.

__ADS_1


“ Naura ada pekerjaan dari dosen Naura mak, karena Naura asisten beliau makanya liburan ini Naura di beri tugas mengerjakan nilai – nilai mahasiswanya mak.” Jawab Naura.


“ Oalah nduk! Emak udah kangen banget lho! Tapi karena itu sudah menjadi tanggungjawab mu, mau gimana lagi Ra! Utamakan dulu tanggungjawabmu.” Jelas emak dengan tulus.


“ Iya Mak! Maaf ya mak, liburan kali ini Naura tidak bisa pulang. Mudah – mudahan kalau pekerjaan Naura cepat selesai dan masih ada waktu libur. Akan Naura usahakan pulang mak.” Ucap Naura


“ Ndak papa Ra! Jangan kau pikirkan. Fokuslah dengan pekerjaanmu di sana ya.” Nasehat emak.


“ Iya Mak! Dan Alhamdulillah mak, karena Naura terhitung lembur dalam mengerjakan tugas ini. Dosen Naura langsung memberikan uang lembur kepada Naura Mak! Emak tahu berapa yang beliau beri! 5 juta untuk uang lemburnya mak! Naura sangat terkejut mendapat uang sebanyak itu. Dan Alhamdulillah tabungan Naura sekarang sudah lumayan banyak mak.” Ucap Naura panjang lebar.


“ Alhamdulillah Ra! Besar banget uang yang kau dapat Ra! Baik – baiklah kau mempergunakan uang itu Ra! Jangan sampai kau terbawa arus yang tidak benar.” Ucap Emak mengingatkan.


“ Iya Mak! Naura akan selalu ingat nasehat – nasehat emak.” Ucap Naura.


“ Baiklah Ra! Kau sudah makan di sana?” tanya emak.


“ Belum mak! Naura masih kenyang. Lagipula bentar lagi akan masuk waktu shalat Maghrib mak. Emak dan bapak sehat – sehat selalu ya mak! Titip salam ma bapak dan Nanda.” Ucap Naura


“ Ya sudah, yang penting kau jangan pernah menunda – nunda lapar. Jaga pola makanmu di sana ya Ra!” balas emak mengingatkan Naura.


“ Asiaaaaappp Mak! Assalamualaikum.” Ucap Naura mengakhiri panggilannya.


Selesai memberitahu kan keluarganya di kampung, Naura memeriksa pesan yang sedari tadi telah masuk ke handphonenya. Dengan segera Naura mengernyitkan kedua alisnya setelah melihat nama pengirim yang tertera di layar handphonenya.


“ Ehm, pesan dari Dasar Jaelangkung, ternyata masih ingat juga dia denganku. Hah dasar.”


[ Sedang apa? kau sudah makan?]


Naura membaca isi pesan dari Arlan yang sudah tertera dari pukul 17.32 petang.


“ Ah, sudah satu jam rupanya. Pasti dia sangat kesal pesannya tidak kubalas, Hihiihihii.” Ucap Naura yang membayangkan wajah jutek dari Arlan yang telah membuat hatinya selalu berdebar.


Dengan segera Naura langsung membalas pesan Arlan.


[ Maaf kak, Naura baru balas. Tadi Naura sedang menelepon emak. Karena keasyikan ngobrol jadi tidak tahu kalau ada pesan masuk. Ini Naura mau bersiap – siap mau melaksanakan shalat Maghrib]


Balas Naura, menjelaskan alasan


keterlambatannya membalas pesan dari Arlan.


Sambil menunggu balasan, Naura segera ke kamar mandi untuk membersihkan diri dari keringat dan debu yang menempel di kulitnya. Setelah selesai ritual mandinya, Naura segera melaksanakan Shalat Maghrib dengan tertib.


Selesai melaksanakan shalat maghrib Naura segera mengambil handphonenya dan langsung menyalakannya. Ia melihat ada balasan pesan dari Dasar Jaelangkung.


[ Ehm, bagaimana liburanmu?]

__ADS_1


[ Ah, liburan kali ini gelap kak!]


[ Kenapa?]


[ Liburan ini, dapat tugas dari              dosen untuk mengerjakan nilai              mahasiswanya]


[ Oh, baiklah! Selamat menikmati              hari liburanmu]


[ Ish,,,,,malah ngejek]


[ apa perlu aku membantu                          mu?]


[ Tidak, terima kasih atas                 tawarannya!]


[ Baiklah, sama – sama. Apa kau              sudah makan?]


[ Belum, masih kenyang kak!              Karena tadi sore sudah makan              sebelum pulang.]


[ Oh, baiklah! selamat malam dan              istirahatlah!]


[ Iya kak! Selamat malam juga.              Assalmualaikum]


[ Walaikumsalam]


“ Huft, masih saja irit kata – kata, padahal aku ingin panjang lebar mengobrolnya. Huh dasar.” Gumam Naura sedikit kesal dan kecewa.


Untuk melampiaskan kekesalannya Naura pun langsung membuka laptopnya untuk melanjutkan pengerjaan nilai dari mahasiswa pak Rangga.


Naura mengerjakan nilai mahasiswa tingkat Empat. Dengan teliti Naura mempelajari data – data mahasiswa tingkat Empat agar pemberian nilai dapat dilakukan secara objektif. Yang mana benar – benar sesuai dengan kemampuan mereka masing – masing.


Namun, pada saat membaca dan melihat data seseorang yang terasa familiar bagi Naura, ia pun menyeringai licik. Tiba – tiba ada sebuah ide licik yang muncul di dalam kepalanya. Seperti muncul sebuah lampu yang terang benderang di atas kepala Naura.


“ Hehehehehe, akhirnya aku bisa membalasmu. Gloria Veronika Xander.” Gumam Naura sambil mengeja nama salah satu mahasiswa pak Rangga yang sudah membuatnya kesal.


“ Ternyata kau mahasiswa pak Rangga rupanya. Baiklah kita lihat nilai akademimu sesuai kah dengan sikapmu yang arogan itu.” Ucap Naura


Dengan seksama, Naura mendahlukan mengerjakan nilai Glori. Meskipun ada masalah pribadi dengannya, tapi Naura tetap bersikap secara adil dan objektif, ya meskipun ada sedikit diselipkn rasa dendam untuk mengerjai nilai Glori.


“ Untung dia lumayan pintar di bidang IQ nya, jadi masih dapat lah Nilai B. Tapi untuk masalah EQ dan SQ nya sepertinya kau harus mendapat nilai C. Maaf ya kak Glori, melihat sikapmu kepada ku beberapa minggu yang lalu, kau tidak pantas mendapat nilai B. Bukan karena rasa dendam ku, tapi memang tidak ada nilai tambahanmu.


"Ctakkkkkk..” ucap Naura sambil meng enter nilai Glori agar tersimpan di dalam format penilaian yang sudah tersedia.


Selesai mengerjai nilai Glori, Naura pun melanjutkan pengisian nilai mahasiswa lainnya yang tersisa 34 orang lagi.


Dengan di temani secangkir susu coklat hangat yang berukuran jumbo dan beberapa snack kentang favoritnya, Naura mengerjakannya dengan penuh semangat dan tanggungjawab.

__ADS_1


Untuk mengejar deadline pengerjaan nilai – nilai mahasiswa pak Rangga, Naura pun terus mengerjakannya tanpa memikirkan hari libur yang seharusnya dapat ia nikmati. Sudah dua minggu hari liburannya ia lewati bersama tugas – tugas pengerjaan nilai mahasiswa pak Rangga pada tingkat Satu, Tiga, Empat dan Enam. Jarum jam sudah beranjak di angka 2, suasanan sekitar kos Naura terasa hening dan senyap yang terdengar hanya suara dentingan jarum jam dan suara ketikan dari keyboard laptop Naura.


__ADS_2