
“ Selamat siang tuan!” sapa seorang pria yang masih berusia sekitar 26 tahun kepada seorang pria paruh baya.
“ Ah selamat siang juga tuan! Mari silahkan duduk.” Jawab pria paruh baya tersebut yang bernama Hardi Ginanjar di sebuah ruangan VIP sebuah restoran yang cukup bergengsi di negara S ini.
Hardi Ginanjar merupakan CEO dari perusahaan Food’s Garden Company yang terjun dalam bidang makanan yng tertarik mengajukan proyek kerjasama perhotelan dengan perusahaan Arial Black Group yang di pimpin oleh Arlan. Arlan bukan tanpa alasan memilih perusahaan Hardi Ginanjar sebagai rekan bisnisnya.
Selain Hardi Ginanjar termasuk orang yang kompeten dalam pekerjaannya juga dapat dilihat peluang yang besar untuk mengembangkan perusahaannya.
Melihat kinerja dari bagian team Food’s Garden Company yang profesional Arlan tidak mencampur adukkan urusan pribadinya ke dalam pekerjaannya. Bisa saja, hanya melihat nama Hardi Ginanjar Arlan langsung memblack list daftar perusahaan yang mengajukan kerjasama dengannya.
“ Terima kasih Tuan!” ucap pria muda tersebut.
“ sebelumnya saya mohon maaf karena saya sebagai asisten tuan Arlan mewakili beliau untuk hadir ke pertemuan ini berhubung beliau ada urusan mendadak yang harus beliau tangani secara langsung.” Terang pria muda tersebut yang bernama Axel.
“ Ah sayang sekali, tapi saya mengucapkan terima kasih karena perusahaan anda memilih kerjasama dengan perusahaan saya dalam menjalin kerjasama dalam proyek perhotelan ini meskipun saya tidak dapat bertemu langsung dengan CEO Arial Black Group.” Ucap tuan Hardi.
“ Terima kasih atas pengertiannya anda tuan. Baiklah untuk mempersingkat waktu mari langsung saja kita membahas kontrak kerja sama ini tuan.” Ucap Axel.
“ Ah ya, anda benar tuan Axel! Kalau begitu mari.” Kata tuan Hardi.
Mereka pun membahas dan penandatanganan kontrak kerjasama mereka. ini adalah salah satu rencana Arlan untuk memberi kejutan buat Hardi Ginanjar, meskipun Arlan tidak menghadiri pertemuan kontrak ini di dalam ruangan VIP tetapi ia tetap ikut memantau dari luar ruangan.
Arlan terlihat duduk di tepi dekat jendela sambil menikmati makan siangnya dengan santai. Karena baru pertemuan yang penting ini, ia di wakili oleh asistennya langsung. Hanya dengan memakai pakaian yang kasual, Arlan mengenakan kemeja putih yang di balut dengan Blazer pria berwarna krem dengan dipadukan celana jeans hitam dan sepatu sneakers putih. Membuatnya merasa bebas dari pekerjaan meskipun hanya beberapa jam.
Setelah satu jam berlalu, terlihat tuan Hardi dan asistennya keluar dari ruangan VIP dengan wajah yang sumringah. Ia berjalan dengan arogannya sehingga tidak memperdulikan orang – orang ada di sekitarnya termasuk Arlan yang di lewatinya begitu saja.
Ia merasa sudah menang karena pengajuan kontrak kerjasamanya telah menang dari perusahaan rivalnya yang lain. Setelah tuan Hardi keluar dari restoran, Axel pun menghampiri Arlan di mejanya.
“ Selamat siang tuan! Ini adalah dokumen – dokumen yang harus anda pelajari dan tanda tangani.” Ucap Axel sambil menyerahkan beberapa dokumen yang berisi tentang isi dari kontrak kerjasama mereka.
__ADS_1
“ Baiklah, kerja yang bagus Axel. Untuk beberapa pertemuan ku harap kau saja yang menemuinya.” Ucap Arlan melanjutkan makan siangnya dengan santai.
“ Baik tuan!” balas Axel. Meskipun terdapat banyak pertanyaan di benaknya yang melihat sikap Arlan begitu berbeda dalam menghadapi rekan bisnisnya kali ini.
“ Kau akan tahu nanti alasanku. Aku hanya ingin memberi sedikit kejutan bagi tuan Hardi. Dan satu lagi, tetap awasi dia selama ia berada di sini. Terutama wanita yang bersamanya.” Titah Arlan.
“ Baik Tuan, akan saya laksanakan.” Jawab Axel menundukkan kepalanya sedikit.
***
“ Ah ternyata kau di sini! Tante sudah menunggu mu di dalam tapi kau tidak kembali juga.” Seru tante Nissa mengagetkan Naura yang sedang duduk bersantai di bawah pohon yang sangat rindang.
“ Ah tante, maafkan Naura tadi Naura sedikit gerah makanya Naura ingin mencari angin dan ternyata Naura sampai lupa waktu sangking teduhnya di sini.” Jelas Naura.
“ Tidak apa Ra! Kau bosan di sini?” tanya tante Nissa.
“ Tidak kok tan, malah Naura senang bisa membantu dan Naura juga merasa lebih bersyukur dengan keadaan Naura jika dibanding dengan anak – anak panti yang ada di sini.” Ucap Naura.
“ Iya tan, Insya Allah Naura juga tertarik dalam setiap kegiatan amal ini. Ohya tan, acaranya sudah selesai?” tanya Naura.
Belum, mereka masih membagi – bagikan bingkisan kepada anak – anak yang ada di panti ini. Setelah makan siang bersama, kita akan undur diri.” Jelas tante Nissa.
“ Kalau begitu, ayo tante! kita masuk ke dalam.” Ajak Naura.
“ Baiklah”
“ Bagaimana sayang, hasil pertemuan tadi?” tanya Tari kepada tuan Hardi ketika memasuki kamar hotel mereka yang sudah dua hari mereka pakai.
“ Tentu saja berhasil dengan sempurna sayang! Kau tahu keuntungan dari kerjasama dengan perusahaan Arial Black Group sangat menjanjikan. Makanya aku sangat beruntung pengajuan kontrak kerjasama perusahaan Food’s Garden Company berhasil lulus di review oleh mereka.” jelas tuan Hardi senang.
__ADS_1
“ Ah syukurlah kalau begitu. untuk merayakan kemenangan kamu, mari kita menikmati makan malam yang aku persiapkan dengan spesial sayang.” Ucap Tari manja.
“ Kau benar – benar penuh dengan kejutan sayang! Hal seperti ini lah yang membuatku tidak bisa lepas darimu.” Ucap tuan Hardi sambil menoel hidung kekasihnya yang diteruskan dengan mengecup singkat bibir Tari.
“ Terima kasih sayang kalau kau menyukainya. Aku akan membuatmu puas dengan pelayananku asal semua keinginanku kau turuti sayang!” ucap Tari.
“ Tentu sayang! Apapun keinginanmu akan aku turuti asalkan kau tidak menyuruhku bercerai dari isteriku.” Jelas tuan Hardi. Dan seketika wajah Tari langsung berubah kesal. Wajahnya yang cemberut memperlihatkan Tari tidak senang atas perkataan kekasihnya. Ia berharap Hardi bisa menjadi suaminya untuk dapat menguasai semua harta kekayaan tuan Hardi.
“ Jangan cemberut gitu dong wajahnya.” Bujuk tuan Hardi.
“ Ish kan, kenapa kau tidak mau menceraikan isterimu sayang! Bukankah kau pernah berjanji untuk menikahiku.” Rengek Tari.
“ Maaf sayang, aku benar – benar tidak bisa menceraikan isteriku, karena saham isteriku adalah yang paling besar kepada setiap perusahaan yang berada di bawah naungan Food’s Garden Company. Jika aku menceraikannya, semua saham akan jatuh ke tangannya. Dengan otomatis kau tidak akan bisa hidup semewah ini lagi. Jadi aku harap pengertian darimu ya sayang!” jelas tuan Hardi.
“ Ah baiklah kalau menurutmu itu baik. Sekarang ayo kita makan malam. Aku sudah memesan makanan dan beberapa botol minuman yang akan di antar ke kamar.” Seru Tari meskipun hatinya belum merasa puas dengan jawaban dari kekasihnya.
Mereka pun merayakan kemenangan yang baru di dapat dengan makan malam yang romantis.
[ Kau sudah bangun?]
[ Bagaimana acara kegiatan amal yang kau hadiri?]
Tanya Arlan kepada Naura melalui chat di aplikasi hijau sesampainya di apartemennya.
“ Huft, ah bagaimana kabarmu kelinciku? Rasanya tidak puas hanya mengetahui kabarmu melalui jarak jauh. Tapi ku harap kau mau menunggu ku dalam beberapa tahun setelah proyek ini selesai.” Gumam Arlan merebahkan tubuhnya di sofa sambil meregangkan dasi yang ia kenakan.
Waktu di negara S sudah menunjukkan pukul 23.00 malam itu berarti waktu di negara I sudah menunjukkan pukul 05.00 pagi.
“ Ah, biasanya kau sudah bangun. Kenapa lama sekali membalasnya. Baiklah sambil menunggu balasan darimu, aku akan mandi terlebih dahulu.” Ucap Arlan yang langsung membuka kemeja putihnya. Ia hanya mengenakan handuk putih yang di lilitkan sebatas pinggangnya. Maka terpampanglah dengan jelas tubuh kekar dengan bidang dada yang lebar dan memiliki guratan – guratan otot yang terbentuk dengan begitu sempurna.
__ADS_1
Arlan pun segera berendam di bath up dengan air hangat yang di campur dengan aroma mint yang dapat menyegarkan tubuhnya kembali. Sejenak ia pun melepaskan rasa penatnya yang seharian ia habiskan untuk bekerja dan studi S2 nya.