
“ Benarkah orang yang di foto itu adalah Naura? kalau itu benar, aku benar – benar gak nyangka dia jadi seperti itu.” Ucap Bik Hasna yang sedang memilih sayuran di warung bu Inten.
“ Tentu saja benar, kalau dia tidak melihat Naura di hotel itu secara langsung bagaimana dia mendapatkan foto tersebut.” Ucap Bik Warni.
“ Sayang sekali. Aku sangat prihatin dengan orangtuanya yang bekerja mati – matian di sini eh anaknya malah enak – enakan tidur dengan suami orang.” Timpal Welas.
“ Kalian jangan langsung percaya dengan berita yang gak jelas gitu. Nanti jadi fitnah lho.” Ucap Bu Siti mengingatkan.
“ Aduh bu Siti, ini bukan fitnah ini jelas benar karena sudaha ada buktinya. Coba pikirkan ibu – ibu, bagaimana caranya mbak Tanti itu dapat mengkuliahkan kedua anaknya sekaligus sementara pendapatan mereka hanya berasal dari hasil berkebun saja. Jadi kalau tidak dibantu oleh Naura dengan kerja sampingan dari mana mereka uang sebanyak itu.” Celoteh Warni mengompor – ngompori.
“ Tapi yang saya dengar Naura memang bekerja sambil kuliah lho, di tambah dia adalah seorang... ehm apa ya namanya yang bantu – bantu gurunya itu lho.” Kata Aini
“ Asisten dosen namanya.” Tambah Hasna
“ Iya Has, itu namanya asisten dosen.” Ucap Aini.
“ Ah, bisa saja itu hanya modus untuk menutup – nutupi pekerjaan yang sebenarnya. Kalau hanya kerja yang benar seberapa sih gajinya. Untuk makan dia di sana aja pas – pasan kok sok bantu adiknya kuliah.” Cibir Warni.
“ Ada benarnya juga kau War, memang tidak mungkin juga kan kita memastikannya di sana.” Ucap Welas yang hampir mempercayai gosip yang baru beredar di kalangan emak – emak.
“ Kalau boleh tahu, kau dapat foto itu darimana War?” tanya bu Siti.
“ Ah saya dapat dari Macebooknya si Tari yang memposting foto – foto Naura keluar dari sebuah hotel yang besar pada tengah malam dengan seorang laki – laki.” Jelas Warni.
“ Kau yakin itu Naura?” tanya Bu Siti yang mendapat anggukan dari Hasna dan Welas.
“ Tentu yakin dong, aku di beri tahu oleh anakku yang juga muncul di Macebooknya. Sayangnya aku tidak pandai mainkan handphone anakku kalau tidak akan ku tunjukkan fotonya.” Jelas Warni semangat 45.
“ Benar juga, seorang perempuan dengan laki – laki yang tidak muhrimnya keluar dari hotel pada tengah malam kalau bukan menjual dirinya ya apalagi.” Ucap Welas.
__ADS_1
“ Ehm... benar juga sih... ah sudah semakin ngeri saja anak gadis di kampung kita yang modusnya untuk bekerja jadi pembantu lah yang kuliah lah di kota eh ternyata di sana menjual diri pada laki – laki gatal.” Timpal Hasna.
“ Sudah ibu – ibu, jangan asal bicara kalau belum ada bukti dan kejadian yang sebenarnya. Karena belum tentu foto itu membuktikan bahwa Naura sedang menjula dirinya. Jadi kita jangan berfikiran negatif dulu.” Jelas Bu Siti bijak agar masalah foto tersebut tidak menjadi fitnah yang keji.
“ Ah bu Siti ini sangat ketinggalan ya, kalau Naura itu benar – benar kuliah ngapai di tengah malam gitu masih berkeliaran di hotel dengan seorang laki – laki. Iya gak ibu – ibu!” ucap Warni ketus agar mendapat dukungan dari para ibu lainnya.
“Kau jangan gitu War, jangan asal ngomong kalau kau tidak lihat dengan mata kepala mu sendiri jangan tahunya dari orang lain.” Nasehat bu Siti mengingatkan.
Sementara ibu – ibu yang lain masih bingung tetapi mereka lebih percaya ke cerita Warni yang jika di pikir – pikir memang sesuai dengan kondisi yang ada. Di tambah pemikiran masyarakat kampung, anak gadis yang masih berkeliaran di luar pada malam hari akan di cap sebagai seorang gadis yang tidak benar.
“ Sudahlah! Kalian hati – hati jangan langsung percaya terus kalian sampaikan lagi kepada orang lain. Jangan terlalu suka ikut campur dengan masalah orang lain.” Ucap bu Siti mengingatkan kembali sebelum ia meninggalkan warung bik Inten.
“ Iya Bu Siti.” Ucap Hasna dan Welas serentak.
“ Saya duluan ya. Assalamualaikum.” Pamit bu Siti.
“ Walaikum salam.” Jawab mereka serentak. “ Ah kalau begitu kita lihat saja nanti kabar selanjutnya.” Ucap Welas.
“ Kau ada benarnya juga War, tapi kita kan belum tahu kejadian sebenarnya dari sumbernya.” Kata Hasna.
“ Terserah kau saja Has, kalau tidak percaya buka aja Macebook mu anakmu dan cari punya Tari, kau akan bisa lihat langsung foto – fotonya.” Tutur Warni memberitahukan sumbernya.
“ Baiklah, lain kali akan aku cek.” Timpal Hasna.
“ Kami sudah selesai, kami pulang duluan ya War.” Kata Hasna berpamitan yang di susul oleh Welas.
“ iya pulang lah duluan.” Ketus Warni.
“ Punya ku berapa mpok! Aku juga mau pulang.” Ucap Warni.
__ADS_1
“ 48.500” jawab Mpok Inten sambi menerima selembar uang kertas berwarna biru.
“ Ah ada – ada saja gosip di kampung ini.” Ucap Inten menggeleng – gelengkan kepalanya setelah menyimak pembicaraan pelanggannya yang lebih banyak bergosip di banding berbelanja.
“ Ah foto apaan ini, kenapa kak Tari menandai aku dalam postingannya?” gumam Naya kesal sebuah status muncul di berandanya yang di upload oleh Tari.
Naya pun memperhatikan foto – foto tersebut dan dengan kedua bola mata yang membulat sempurna Naya begitu syok melihat sosok yang ada di dalam foto tersebut.
“ Kak Naura! sedang apa dia di hotel pada tengah malam gitu? Bukankah dia izin menjaga siswanya yang sedang sakit.” Gumam Naya sangat kesal dengan foto – foto kakaknya yang sudah tersebar luas melalui sosmed.
Dengan tangan yang gemetar menahan amarah, Naya menekan nomor kakaknya untuk melakukan panggilan. Namun nomor yang ia tuju sedang tidak aktif.
“ Ah kak Naura, apa yang sedang kau lakukan tadi malam hah....bikin orang khawatir saja. Lalu jika foto – foto ini sampai menyebar ke kampung akan menjadi sebuah fitnah. Arghhh ya Allah semoga semuanya baik – baik saja dan lindungi lah kak Naura dimanapun ia berada.” Doa Naya.
mengeluhkan kekesalannya kepada sang Pencipta.
Dengan mencoba menstabilkan emosinya Naya mencoba menghubungi Nanda untuk memastikan kekhawatirannya. Ia sangat khawatir dengan kedua orangtuanya jika mendengar apalagi melihat tentang status Tari yang di upload di medsosnya.
Beberapa kali melakukan panggilan yang tidak terjawab, Naya mengirim pesan ke adiknya.
[ Assalamualaikum, Nanda apakah kau sudah melihat status kak Tari yang ia upload di Macebooknya?]
[ Kakak harap kalian jangan langsung percaya akan statusnya sebelum kakak bertanya langsung dengan kak Naura.]
Naya mengirim beberapa pesan namun belum di balas – balas juga.
Setelah menunggu 30 menit, akhirnya yang ia tunggu membalasnya juga.
Ketika Naya melihat beberapa pesan yang disertai foto oleh Nanda, sontak membuat Naya terkejut.
__ADS_1
“ Astaghfirullahalazim....kenapa bisa sampai seperti ini?” ucap Naya sangat terkejut.....