
Setelah menempuh beberapa jam perjalanan dari kota besar ke kampungnya Naura. Awal kedatangan Arlan ke kampung ini, ia sangat prihatin akan sarana dan prasarananya yang masih kurang layak terutama jalan utama dari kota kabupaten menuju kampung – kampung yang ada disekitarnya termasuk kampungnya Naura.
Setelah kembali ke kota, selang beberapa hari Arlan menyuruh orang – orangnya untuk memperbaiki akses jalanan umum yang menuju kampungnya Naura.
Sekarang, masyarakat kampung sangat senang dan menghemat waktu jika pergi ke kota kabupaten karena akses jalannya yang sudah mulus seperti jalan tol.
Dari jarak beberapa kilometer sudah terdengar suara sayup – sayup deru mesin mobil yang menuju ke rumah pak Ahmad. Mereka yang sudah menunggu sudah menerka – nerka jumlah mobil yang melaju beriringan.
Semakin dekat suara mobil semakin terdengar jelas di telinga para tamu yang sudah menunggu.
Mereka bersiap – siap menyambut tamu utama mereka yang berasal dari kota. Selang beberapa menit, muncullah bayangan mobil Mzda 3 sedan hitam yang perlahan – lahan memasuki halaman rumah pak Ahmad kemudian di susul dengan mobil Toysyata Altis berwarna silver, dan beberapa mobil – mobil sedan lainnya yang berada di belakang.
Setelah terparkir dengan sempurna, para penumpang dari pemilik mobil – mobil tersebut keluar secara bersamaan. Mereka berjalan beriringan menuju tuan rumah.
Para warga yang hadir begitu terperangah dan terpesona melihat kedatangan tamu utama pak Ahmad yang begitu terlihat berwibawa dan elegan meskipun dengan balutan gaun yang sangat sederhana. Tetapi di mata masyarakat kampung penampilan mereka sudah termasuk kategori keluarga sultan.
Terlebih dengan berbagai merk - merk mobil yang mereka pakai masih begitu asing bagi masyarakat kampung. Mereka akan mengira, tidak akan sanggup memiliki salah satu mobil dari mereka meskipun sudah bekerja seumur hidup.
“ Assalamualaikum....!” sapa tuan Rahardi selaku pembicara yang mewakili keluarganya dan keluarga tuan Maulana.
__ADS_1
“ Walaikumsalam!” jawab pak Ahmad dan para tamu serentak.
“ Selamat datang besan di gubuk kami ini. Mari silahkan masuk!” ajak pak Ahmad mengiringi keluarga besannya masuk ke dalam. Begitu juga dengan warga kampung dengan hormat menyambut tamu pak Ahmad yang berasal dari kota besar.
Mereka datang berjumlah delapan mobil, keluarga tuan Rahardi dan nyonya Nissa yang berada satu mobil. Di iringi dengan Aran dan keluarga kecilnya yang ikut nimbrung dalam satu mobil dengan Arlan. Di susul dengan keluarga tuan Maulana dan nyonya Jasmin yang berada satu mobil. Sedangkan Galih bersama Dennis. Kedua orangtua Dennis juga tak mau ketinggalan.
Begitu juga para sahabat Naura siapa lagi kalau bukan Abel, Nadia, Frans dan Andreal yang begitu rempong yang turut andil dalam membawakan beberapa macam buket dan parsel sebagai hadiah dari mereka berempat.
Juga mereka membawa orang – orang yang bekerja di keluarga tuan Kusuma maupun tuan Maulana untuk membantu menyiapkan dan membawa beberapa buah tangan dari pihak laki – laki.
“ Selamat datang besan! Semoga perjalanan kalian tidak ada hambatan dalam menuju ke kampung ini.” Sambut buk Tanti kepada kedua besannya.
“ Syukurlah kalau begitu! saya harap kalian nyaman dengan sambutan di rumah gubuk saya ini.” Ujar bu Tanti merendah
“ Ah! Teh Tanti kenapa bicara seperti itu, ini benar – benar sambutan yang luar biasa dan ini adalah kali pertamanya saya mengagumi kampung yang begitu terlihat sangat guyub akan kehangatan kekeluargaannya.” Puji nyonya Jasmin untuk sambutan para warga yang begitu ramah dan hangat.
Mendengar pembicaraan para besan membuat warga kampung yang ikut menghadiri hajatan pak Ahmad menjadi kagum akan sikap rendah hati yang di tunjukkan dari kedua besan bu Tanti.
__ADS_1
Mereka membuang pikiran negatif mereka tentang sikap angkuh dan sombong dari keluarga konglomerat yang ada di kota sana setelah melihat dari kedua ketiga keluarga besar yang hadir di acara ini. Spontan mereka pun saling berbisik – bisik sambil memperhatikan sikap dan tingkah laku para tamu utama mereka yang bersikap sangat sederhana.
Setelah mereka berkumpul di satu ruangan, berbagai macam buket dan parsel yang terdiri dari pakaian pengantin saat pengucapan ijab kabul, seperangkat alat sholat, pakaian dalam, tas, sepatu, satu set perhiasan, satu set make up dari merk yang terkenal, perlengkapan mandi, buah – buahan, boneka, dan tak ketinggalan snack – snack kesukaan Naura dan Naya telah di susun rapi membentuk beberapa barisan menambahkan sikap kagum kepada para warga.
“ Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatu. Saya Rahardi Kusuma mewakili dari pihak pria untuk mengucapkan beberapa kata sambutan. Sebelumnya saya dan kami semua mengucapkan terima kasih atas sambutan bapak – bapak yang hangat dan ramah. Tujuan kami datang kemari adalah untu acara seserahan anak kami yaitu putra kedua saya Arlan Putra Kusuma yang Insya Allah minggu depan akan di langsungkan pernikahan antara putri sulung pak Ahmad dengan putra bungsu saya. Sekaligus acara lamaran keluarga pak Maulana untuk meminang putri kedua pak Ahmad untuk putra sulung mereka yaitu Galih Maulana. Semoga niat baik kami ini dapat di terima oleh keluarga pak Ahmad dan warga kampung yang ada di sini!” jelas tuan Rahardi memulai acara.
“ Terima kasih kepada keluarga tuan Kusuma dan Tuan Maulana yang telah sudikiranya memilih kedua putri kami menjadi bagian keluarga besar Kusuma dan Maulana. Saya Zeinal sebagai paman dari Naura dan Naya menerima dengan tangan terbuka atas niat tuan Kusuma dan tuan Maulana. Semoga apa yang kita hajatkan berjalan sesuai dengan harapan dan rencana kita semua.” Balas pak Zeinal adik dari pak Ahmad yang tak lain adalah paman Naura dan Naya.
“ Aminnn.” Jawab mereka serentak.
“ Alhamdulillah! Baiklah untuk mempersingkat waktu, Saya selaku orangtua dari nak Arlan langsung saja ke intinya. Sesuai adat dan tradisi di kampung ini sebagai pihak calon mempelai laki – laki kami ada sedikit uang kasih sayang Nak Naura yang akan kami persunting menjadi isteri dari nak Arlan sejumlah 500 juta. Dan di kota nanti saya juga telah menghadiahkan mereka sebuah rumah sederhana untuk tempat tinggal mereka setelah menikah.” Ucap tuan Rahardi.
Semua warga terkejut mendengar jumlah nominal uang kasih sayang untuk Naura. ini kali pertamanya mereka menyaksikan langsung acara seseraha yang begitu sangat besar. Selama ini acara seserahan paling besar sekitar 50 juta. Itupun berasal dari keluarga kaya di kampung ini maupun dari kampung sebelah. Belum lagi hadiah rumah yang di ucapkan oleh tuan Rahardi dengan mudahnya. Mereka sudah membayangkan betapa besar dan megahnya rumah yang sangat sederhana di mata keluarga sultan yang ada di depan mereka.
“ Terima kasih atas kemurahan hati pak Kusuma yang benar – benar dengan santun menghargai dalam meminang putri kami. Semoga apa yang telah diberikan menjadi suatu keberkahan bagi keluarga kami.” Ucap pak Zeinal.
“ Aminn.” Ucap mereka dengan serentak.
“ Ini sudah sepantasnya pak Zeinal, kami sebagi pihak laki – laki yang kata kasarnya mengambil seorang putri yang sangat berharga bagi keluarga pak Ahmad yang sudah 22 tahun tinggal dengan keluarganya. Kini Naura akan menghabiskan sisa hidupnya untuk menemani putra saya dalam keadaan suka maupun duka.” Jelas tuan Rahardi.
__ADS_1
Mereka sangat terharu dan mengagumi sikap keluarga tuan Kusuma dan tuan Maulana yang sangat menghargai keluarga pak Ahmad yang terbilang dari keluarga sederhana.