
Di dalam wahana permainan Kids Fun Game yang dirancang sangat canggih dan aman bagi anak-anak. Sehingga para orangtua merasa nyaman membawa anak – anak mereka ke wahana permainan ini.
Wahana permainan yang tersedia dalam berbagai macam jenis permainan dan game akan membuat anak – anak merasa nyaman dan senang. Selain untuk bermain, wahana ini juga mengandung edukasi dalam menambah pengetahuan dan pengalaman baru bagi anak – anak.
Misalnya ada kereta ulat yang akan membawa anak berkeliling dunia kurcaci.
Ada Jurassic Park dimana anak akan dibawa melihat berbagai jenis hewan purba dilengkapi efek suara yang menambah keseruan.
Jangan ketinggalan pula untuk mencoba wahana seru lainnya yakni magic castle, aqua bike, flying fox, wall climbing dan sebagainya.
Selain itu ada pula fasilitas pendukung seperti cafe, toilet, mushola, area parkir dan masih banyak lagi.
“ Enna sudah puas mainnya?” tanya Naya.
“ Udah. Bibi Enna haus!” rengek Vienna.
“ Tunggu di sini, biar paman belikan makanan ya.” Ucap Galih.
“ Iya paman.”
“Ah, Enna gemesi banget sih pingin deh bibi cubit.” Geram Naya ingin mencubit pipi chubbynya.
“ Sakit bibi, sekarang pipi Enna adalah area
terlarang untuk di sentuh.” Jawab Vienna tegas sambil menutupi pipinya.
“ Hahahhahahaha,,kok kamu bisa membuat peraturan seperti itu sih!”
“ Iya bibi, karena setiap orang bertemu dengan Enna pasti selalu mencubit pipi Enna, selain sakit pipi Enna juga akan kena kuman.” Jawab Vienna dengan cedalnya.
“ Uluh - uluhhhh, kau bicaranya sudah seperti orang dewasa saja sih!” gemas Naya.
“ Maaf sudah membuat kalian menunggu!” ucap Galih dengan kedua tangan yang penuh dengan makanan dan minuman ringan.
“ Tidak masalah mas! Kami juga sedang asyik mengobrol. Ya kan Sayang!” ucap Naya mengambil beberapa bungkusan makanan dari tangan Galih dan memberikan sebotol jus mangga kepada Vienna.
“ Makasih bibi.” Ucap Vienna menerima jus dari Naya dan langsung meminumnya lewat sedotan.
Mereka pun menemani Vienna memakan makanan yang di beli oleh Galih di sebuah bangku yang ada di dalam wahana.
Vienna terlihat begitu senang dan menikmati makanannya. Meskipun mulutnya kotor dengan sisa – sisa makanan.
Drrttt...drttt....handphone Naya bergetar panjang menandakan sebuah panggilan video masuk yang berasal dari kakanya.
__ADS_1
“ Hai..Assalamualaikum...!” Teriak Naura dari seberang sambil melambaikan tangannya.
“ Walaikumsalam..ish lebay banget sih! Gak usah pake pamer – pamer gitu deh! Gak iri tahu.” Cebik Naya melihat Naura memutar handphone di sekitarnya yang terpampang jelas panorama laut yang sangat indah dengan air yang jernih.
“ Hahahahahhaa,, bukannya pamer lho. Eh....kau lagi di mana? Kapan kau balik ke kos?” tanya Naura yang melihat di belakang Naya terdapat banyak wahana permainan.
“ Naya sedang di luar, tadi malam baliknya. Itu pun karena di jemput oleh mas Galih.” Jawab Naya.
“ So sweet banget sih pake di jemput ma ayang segala..” ejek Naura.
“ Ishh...emang situ doang yang punya ayang, Naya juga punya kali.” Cebik Naya tak mau kalah.
Giliran Naya yang memutar handphonenya untuk mengambil gambar di sekitar wahana bermain. Dan tak lupa kameranya di arahkan tepat ke arah Galih yang sedang memangku Vienna memakan es krimnya. Sadar akan kamera dan melihat paman dan bibinya di video call, Vienna langsung berteriak memanggil pamannya.
“ Paman Arlan....? bibi Uraaaaa.....Enna lagi makan es krim. Paman kapan pulang!” teriak Vienna sambil memamerkan es krimnya ke depan kamera.
“ Haloo sayang! Enna lagi main ya! Bibi tidak di ajak?” Oceh Naura dengan gaya bicara anak kecil.
“ Gak mau! bibi sama paman jahat sudah pergi main duluan. Enna tidak di ajak.” Ucap Vienna dengan memasang wajah ngambek.
“ Buahahahhahahaha......emang enak di omeli anak kecil.” Ejek Galih sambil tertawa melihat Vienna yang ngambek.
“ Setidaknya kami tidak di ganggu oleh seorang anak kecil. Jadi kami bebas menikmati waktu berdua dengan puas.” Sekak Arlan membuat Galih mati kutu.
“ Mas sudah lah! Kasihan tahu. Kapan sih kalian ini bisa akur.” Omel Naura kepada Arlan dan mengambil alih handphonenya.
“ Kalian sedang kencan Nay?” tanya Naura..
“ Tidak kak. Mbak Aran meminta tolong untuk menjaga Vienna karena kalau di kos saja kan bosan. Makanya Naya mengajak mas Galih keluar mengajak Vienna jalan – jalan.” Elak Naya agar tidak di bully juga oleh kakaknya.
“ Owwwhhh...tapi kalian malah curang!” cebik Naura.
“ Curang apanya kak?” tanya Naya tidak mengerti..
“ Ya curang, kami yang pergi bulan madu malah kalian pula yang sudah menggendong anak!” ucap Naura.
“ Ishh apaan sih kak!”
“ Itung – itung kami sedang mengikuti kelas parenting secara langsung agar nantinya tidak terkejut.” Sambung Galih.
“ Baiklah, kalau begitu lanjutkan saja kelasnya sampai selesai.” Ucap Naura.
“ tentu kak. Ohya gimana bulan madunya? Seru tak?” tanya Naya kepo.
__ADS_1
“ Ehmmm..seru banget Nay. Pemandangan laut di sini sangat menakjubkan. Pikiran menjadi tenang dan damai. Meskipun sedikit kendala.”
“ Kendala apa?”
“ Ah, kau tahu! Kakak bertemu dengan kak Tari. Ish bikin mood rusak saja.”
“ Kak Tari? Kenapa dia ada di sana juga? Kakak tidak diganggu ma dia kan?” tanya Naya merasa khawatir.
“ Kau tenang saja, kan ada mas Arlan jika kakak tidak bisa menghadapinya. Ah kalau kau lihat langsung wajah kesalnya karena kakak sekak mat langsung sampai kena mental dia nya. Alih – alih ingin menyombongkan diri malah kakak patahkan semua ucapannya.” Jelas Naura menggebu – gebu.
“ Benarkah? Kakak berani melakukannya?” tanya Naya semakin penasaran dengan kejadian yang di luar dugaannya. Mulai lah mereka asyik sendiri mengghibah tanpa mengingat pasangan mereka masing – masing.
“ Ehm, tentu saja sekarang kakak sudah berani! Karena sikap kak Tari sendirilah yang membuat kakak tidak sungkan lagi dengannya.” Jelas Naura.
“ Ehm bagus kak, agar tidak semakin ngelunjak tuh jadi orang.” Dukung Naya.
“ Benar Nay, agar dia tuh bisa menyadari perbuatannya yang salah tapi di ingatkan dia malah marah – marah.”
“ ya sudah kak, kalau begitu biarkan saja hidup – hidup dia yang merasakannya juga dia.” Oceh Naya sedikit emosi.
“ Ehm...” kode Arlan dan Galih bersamaan saat melihat kakak beradik di depan mereka asyik – asyik sendiri sampai melupakan pasangannya.
“ Ah, maaf mas.” Ucap Naura dan Naya bersamaan.
“ Ah baiklah kak! Sepertinya jika kita melanjutkan mengghibahnya kita akan terkena masalah? Tuh lihat wajah mereka.” ucap Naya mengarahkan kamera ke arah Galih dengan wajah juteknya. Sementara Vienna sudah terlelap dalam pangkuan Galih.
“ Ah, wajah kak Galih sama seperti wajah yang di sampingku. Sudah seperti jeruk purut.” Ucap Naura
“ Puft hahahhahaha, ternyata jika mereka ngambek seperti itu terlihat menggemaskan.” Ujar Naya yang di anggukkan Naura.
“ Baiklah Nay! Nikmatilah kencan kalian. Assalamualaikum!” ucap Naura.
“ Iya kak! Jangan lupa oleh – olehnya. Selamat berbulan madu, segera beri Naya keponakan yang lucu – lucu. Walaikumsala.” Balas Naya mengakhiri panggilan video callnya.
“ Sudah?” tanya Arlan dengan jutek.
“ Ehm...makan es krim!” Rengek Naura dengan memelas agar dapat meluluhkan hati Arlan.
“ Ckk dasar kau ini!” cebik Arlan menggandeng tangan Naura pergi meninggalkan tempat duduk mereka di tepi pantai.
“ Asyikkkk....gak ngambek lagi kan?” tanya Naura menggelayut manja di lengan Arlan.
“ Huftt......bagaimana aku bisa tahan jika melihat wajahmu yang seperti ini?” ujar Arlan mencubit pipi Naura.
__ADS_1
“ Hehehhehee....” cengir Naura sepanjang jalan.