
Kayla dibantu suaminya mulai kembali mem-packing barang bawaan mereka. Koper yang tadinya muat, kini sudah tidak muat lagi. Terpaksa mereka menambah satu koper besar lagi untuk memasukkan beberapa stel pakaian yang Oma berikan pada Kayla. Pakaian yang Kayla pakai selama berada di negara ini.
"Oleh-olehnya, simpan disini saja, Mas!" pinta Kayla pada Kalandra karena koper itu masih muat untuk diisi dengan oleh-oleh mereka.
Ia menghadiahi Melani sebuah tas mewah yang di desain oleh perancang ternama di negara ini. Bukan ingin berfoya-foya, tapi ini adalah bentuk terima kasihnya pada senior yang selalu ia repotkan itu.
"Kamu tidak memberikan oleh-oleh untuk pak Jendra, Mas?" tanya Kayla. Biarlah dia memberi Melani dan Suaminya memberi pada Jendra.
"Tidak perlu, dia sudah sangat kenyang menerima hadiah dariku!" jawab Kalandra yang sedang melihat satu persatu oleh-oleh yang Kayla beli.
"Oh, ya?" tanya Kayla.
Kalandra mengangguk. Bertepatan dengan masuknya pesan notifikasi ke ponselnya.
Kalandra membuka pesan dari Jendra, yang mengirim foto berupa screenshoot storynya W.Anya.
"Lihat, Bos kamu sedang menikmati kemewahan yang aku sendiri jarang nikmati!" Kalandra menunjukkan foto Jendra tengah duduk menyilangkan satu kaki diatas kursi sebuah jet pribadi.
Berpakaian santai dengan celana pendek dan kemeja lengan pendek yang ia buka semua kancingnya dan kaos putih di bagian dalam.
Kayla membulatkan mata. "Mau kemana dia, Mas?"
"Itu jet pribadi, kan?" tanya Kayla.
Kayla terheran, Jendra akan pergi kemana jam 8 malam begini. Waktu di negara Indonesia lebih cepat 12 jam dari New Yo*rk. Jadi, di Indonesia sudah jam 8 malam di hari yang sama dengan tempatnya berpijak sekarang.
Bukannya menjawab, Kalandra malah semakin menunjukkan kekesalannya. "Lihat bajing*an ini! Captionnya bahkan membuatku naik darah."
"Reward untuk diri sendiri karena telah bekerja keras selama seminggu tanpa junior asisten." gumam Kayla membaca pesan Jendra.
"Maksudnya apa, Mas?"
"Ini imbalan yang dia minta untuk izin seminggu yang dia berikan untukmu."
Kayla membulatkan mata. "Tidak adil!" geramnya. "Aku saja tidak naik jet pribadi."
"Dia mau kemana, Mas?"
"Bali. Dua hari menginap di cottage," lanjut Kalandra.
"Free dari kamu juga Mas?" tanya Kayla dan Kalandra mengangguk.
"Astaga! Ternyata selain tukang marah, dia juga tukang peras!" Geram Kayla.
__ADS_1
"Masalahnya, dia pergi bersama siapa, ya sayang?" Kalandra masih penasaran karena semua yang ia pesan atas permintaan Jendra harus untuk dua orang.
Kayla mengangkat bahunya. Tapi seketika matanya membulat. "Aku cek dulu, Mas."
Kayla membuka sosial medianya dan "i got you!" gumam Kayla
"See! New couple yang sepertinya sedang menjalani hubungan back street." Kayla menunjukkan foto Melani yang tengah berpose di pintu jet pribadi dengan caption "liburan extra ordinary."
*extra ordinary \= luar biasa.
"Oh, jadi ini yang membuat playboy asal celup itu meminta fasilitas terbaik? Ternyata dia berencana untuk berkencan bersama sekretarisnya?" Kalandra manggut-manggut mencoba memahami setiap permintaan Jendra.
Kayla tertawa. "Kenapa aku mencium bau-bau undangan pernikahan segera meluncur ya, Mas?"
Kalandra mengangkat bahu. "Sepertinya begitu sayang!"
"Jendra akan mencelupkan tongkat saktinya ke dalam tubuh Melani, lalu meninggalkan jejak disana!"
"Huuussst!" Kayla memukul pelan bahu suaminya. "Jangan negatif thinking, Mas!"
"Mungkin Pak Jendra sengaja mengajak Melani karena dia sudah bekerja keras mengerjakan semua pekerjaan selama aku tidak ada, Mas."
Kalandra mengangkat bahunya acuh. Tapi, tiba-tiba ia punya ide paling cemerlang.
"Kamu sudah selesai berkemas kan sayang?" tanya Kalandra.
"Kamu tahu sendiri, jika kita berkemas diwaktu yang terlalu mepet, pasti akan ada barang yang tertinggal."
"Penerbangan masih lima jam lagi. Bagaimana kalau kita membuat kenangan manis di akhir liburan kita ini, sayang?" usul mencurigakan dari Kalandra.
Kayla memicing curiga, ia melihat wajah Kalandra yang sudah seperti hendak memangsanya.
"Jangan bercanda, Mas!" ucap Kayla sebelum Kalandra benar-benar menerkamnya.
"Ini masih jam 8 pagi, jangan memintaku mengulang lagi."
Kalandra tak peduli, ia menghujani wajah Kayla dengan kec*pan singkat. Bukannya berhenti, Kalandra malah terus melakukannya meski Kayla tengah terbahak karena ulahnya.
***
"Bagaimana rasanya mengguncang ranjang hotel di New Yo*rk?" Kalandra menyikut perut Reyga saat mereka sedang menunggu waktu untuk naik pesawat.
Reyga memutar bola matanya, pria itu tidak menanggapi candaan kakaknya. Baginya pertanyaan itu terlalu memalukan untuk di jawab.
__ADS_1
Jika ia jawab biasa saja, Kakaknya itu pasti akan semakin banyak tanya. Dan jika ia jawab luar biasa, pasti kakaknya itu akan terus menggodanya. Makanya ia lebih memilih diam.
Reyga mengakui, liburan kali ini memang membuat hubungan antara dirinya dan Gia semakin romantis. Mereka semakin menghargai dan menyadari bahwa mereka saling membutuhkan. Mereka harus saling melengkapi.
Dan hal yang membuat Reyga perlahan mulai meyakini bahwa hubungan mereka harus dipertahankan adalah keinginan Gia untuk program hamil.
Reyga juga tidak menyangka, Gia rela mengkonsumsi beberapa jenis obat dan vitamin untuk memperbaiki siklus menstruasi istrinya.
Reyga tidak ingin Gia kecewa karena berjuang sendiri demi memiliki anak. Reyga mulai menjaga ketat pola makannya, agar dirinya juga sehat dan ia percaya hal itu pasti akan mempengaruhi kualitas benihnya.
Kayla mencubit perut Kalandra meski sia-sia karena jaket tebal yang pria itu pakai.
"Kamu bicara apa, Mas? Membuat malu saja!" Bisiknya marah pada suaminya. "Pertanyaan kamu itu tidak sopan, Mas."
"Hehehe... Kapan lagi bisa menggoda Reyga yang tidak ekspresif itu, sayang?" bisik Kalandra pada Kayla.
"Lihat saja, dia bahkan tidak menjawab pertanyaanku."
Kayla mencebikkan bibir. "Untuk apa membalas pertanyaan memalukan itu!" gumam Kayla.
"Untung saja, tidak ada yang mengerti bahasa kamu disini!"
"Ma, berlian aman?" tanya Kalandra iseng. Bukannya berhenti, ia malah beralih pada mamanya.
Ia sengaja menanyakan hal-hal absurd demi menghilangkan kejenuhannya karena penerbangan mereka delay selama satu jam.
Riana tertawa dan mengacungkan jempol. "Sesuai ekspektasi."
"Wariskan untuk istriku, ya Ma." bisik Kalandra tapi Reyga masih mendengarnya.
"Mama masih hidup, kak! Malah bicara soal warisan!" bisik Reyga dengan nada datar.
Gia membungkam mulut menahan tawa karena melihat suaminya sudah tak tahan mendengar ucapan Kalandra yang semakin ngawur.
Kalandra tertawa pelan.
"Mama akan berikan untuk cucu perempuan mama." balas Riana. "Terserah anak siapa, kamu atau Reyga."
"Kalau laki- laki dapat apa, Ma?"
Riana berfikir sejenak. "Mama punya blue diamond, untuk cucu laki- laki mama."
Kalandra tertawa. "Mama sudah menyiapkan hadiah, dan kami sedang menyiapkan cucu untuk mama."
__ADS_1
Riana yang duduk di samping Kayla mengaminkan ucapan Kalandra. "Semoga kalian diberi kesempatan untuk memiliki anak."
"Amin, Ma." balas Kalandra dan Kayla.