Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
100


__ADS_3

Setelah beberapa jam di atas pesawat, akhirnya pesawat yang ditumpangi Venus hendak mendarat juga.


Tetapi saat itu, Venus mengerutkan keningnya ketika melihat bahwa bandara tempat mereka akan mendarat adalah bandara negara j.


Dia bahkan bisa mengenali struktur kota dari atas pesawat tempat mereka berada sehingga Venus mengerutkan keningnya.


Perempuan itu menoleh ke arah suaminya yang duduk di depannya, "kita di negara J?" Tanya Venus.


Danang tersenyum sambil menganggukkan kepalanya, "ya, di sini ada sebuah tempat yang paling kusukai, aku akan membawamu ke sana," ucap Danang dengan raut wajah bahagia dan bersemangat.


"Be, benarkah?" Tanya Venus yang terkejut dia tak menduga akan ada kebetulan seperti ini.


Dia yang tak menyukai negara j, dan sekarang mereka berada di negara J. Lebih kebetulannya lagi bahwa tempat yang disukai suaminya ternyata ada di negara J.


"Ya, tempat kesukaanku ada di sini, dan aku ingin berbagi dengan istriku yang cantik," ucap Danang.


Venus tersenyum, "Terima kasih sudah mau berbagi denganku, Aku sangat senang dan merasa jadi wanita yang paling berarti untukmu," ucap Venus meski saat ini hatinya sedikit gelisah dan tidak tenang memikirkan dirinya kembali lagi datang ke negara j.

__ADS_1


Dia selalu mendapat pengalaman yang buruk setiap kali datang di negara j, Oleh sebab itu Venus takut bila saat ini akan ada masalah yang muncul di kedatangannya bersama-sama dengan suaminya.


'Aku harap kali ini semuanya baik-baik saja,' ucap Venus dalam hati.


Maka, Venus tetap tenang berada dalam pesawat sampai akhirnya pesawat mendarat lalu mereka meninggalkan bandara menggunakan sebuah mobil mewah yang telah disiapkan oleh Danang.


Saat Venus berada dalam mobil, dia yang duduk di samping suaminya menggenggam erat tangan suaminya seolah-olah dia tidak bisa menyembunyikan kecemasannya.


Hal itu membuat Danang merasakan ada sesuatu yang tidak beres pada istrinya sehingga pria itu pun menatap istrinya dengan cemas.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Danang.


Danang mengangguk dengan pelan, "Hm, Kau tampak gelisah, Apakah ada sesuatu?" Tanya Danang.


Venus berusaha tersenyum, "ya, Aku Memang agak gugup, karena Ini pertama kalinya aku akan datang ke tempat favoritmu, jadi Tentu saja aku sedikit gugup menantikannya. Tapi tidak apa-apa, ini hanya hal biasa saja, tidak perlu dikhawatirkan," ucap Venus sambil menyandarkan kepalanya di bahu suaminya lalu dia memejamkan matanya berharap dirinya bisa lebih tenang.


"Baiklah, tapi nanti kalau kau merasa tidak enak, langsung saja katakan padaku," kata Danang diangguki oleh Venus meski Venus tidak mengatakan apapun.

__ADS_1


Setelah melihat anggukan istrinya, maka Danang pun merasa tenang hingga mobil mereka terus melaju sampai akhirnya mereka tiba di sebuah tempat.


"Apa kita sudah sampai?" Tanya Venus ketika mobil telah berhenti dengan perempuan itu memperhatikan sekitarnya, namun ia mengerutkan keningnya kalah mereka hanya berada di sebuah tempat yang merupakan lapangan luas.


Meski begitu, Venus bisa melihat ada sebuah bangunan kecil yang tak jauh dari mereka yang mana Di sana ada beberapa pengawal yang menjaganya.


"Belum, tapi kita harus turun dulu di sini," kata Danang sambil membuka pintu mobil lalu menuntun istrinya turun dari mobil.


Venus mengganggukan kepalanya, lalu dia mengikuti suaminya memasuki bangunan kecil yang terlihat tak jauh dari mereka.


Tetapi ketika mereka memasuki bangunan kecil itu, ternyata di sana hanya ada 3 lift yang membuat Venus merasa aneh.


"Ini adalah lift untuk pergi ke lantai bawah tanah," kata Danang menjelaskan tempat itu ketika dia melihat raut wajah kebingungan istrinya memperhatikan tempat di mana mereka berada.


"Begitu ya," kata venus sambil menganggukkan kepalanya sebelum mereka masuk ke dalam lift.


Venus melihat suaminya menekan lantai 3 sebelum pintu lift tertutup lalu mereka menunggu beberapa saat sampai akhirnya lift tiba di lantai tujuan mereka.

__ADS_1


Ting!


__ADS_2