Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
72


__ADS_3

Setelah 8 jam berada di pesawat, akhirnya pada pagi hari semua orang telah tiba di kota p.


Karena Venus masih belum terlalu percaya untuk mengatakan identitas suaminya pada Indri, maka dia tidak turun bersama dengan suaminya dan malah turun bersama dengan Indri hingga mereka berangkat ke sebuah hotel.


Dalam perjalanan menuju hotel, ponsel Indri tiba-tiba saja berdering.


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....


Indri yang melihat ponselnya langsung menatap ke arah Venus sambil berkata, "telepon dari Bimo."


"Angkat saja," ucap Venus langsung membuat Indri mengangkat panggilan telepon itu.


"Halo," ucap Indri sambil menekan tombol speaker pada layar ponselnya agar Venus juga bisa mendengar orang yang berbicara dari seberang telepon.

__ADS_1


"Kami akan menginap di hotel xx, Kalian juga harus menginap di hotel xx supaya kita lebih mudah kalau mau berangkat untuk menandatangani kontrak!" Tegas Bimo dari seberang telepon langsung membuat Venus menganggukkan kepalanya.


Maka dengan begitu, Indri berkata, "Baiklah, kami akan segera kesana, tapi Apakah kalian sudah memesan hotel untuk kami?"


"Sudah, kalian tinggal datang kemari!" Tegas pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri secara sepihak.


Akhirnya, mobil yang membawa Mereka kemudian pergi ke hotel xx, dan saat mereka tiba di sana, Venus langsung dibawa menuju sebuah kamar hotel yang membuat Venus mengerutkan keningnya.


Itu adalah kamar untuk 2 orang, dan terlebih, mereka mendapat kamar yang paling murah di hotel itu.


Bersamaan dengan Venus serta Indri memasuki kamar mereka, ponsel Venus tiba-tiba saja bergetar hingga Venus pun mengambil ponselnya dan melihat ada sebuah pesan dari Haruka.


Venus hanya bisa mengatup erat-erat giginya, dan perempuan itu hendak melakukan panggilan telepon pada suaminya untuk mengabari suaminya tentang keberadaannya ketika tiba-tiba saja bel kamar mereka dibunyikan oleh seseorang.


Ding dong!

__ADS_1


Ding dong!


Indri yang ada di sana langsung berlari ke arah pintu membuka pintu, lalu dia melihat seorang Manager hotel berdiri di sana dengan para pengawal yang sedari tadi mengikuti mereka juga masih berdiri di depan kamar.


"Kami sangat meminta maaf, kami telah melakukan kekeliruan dan sebenarnya ini bukan kamar yang diperuntukkan untuk kalian, silakan ikuti saya untuk kamar yang seharusnya menjadi tempat kalian pada hari ini," ucap Manager hotel tersebut langsung membuat Indri mengerutkan keningnya berbarengan dengan Venus yang menghampirinya.


Karena berpikir suaminya sudah menyiapkan itu untuknya, maka Venus pun menganggukkan kepalanya lalu dia mengikuti pegawai hotel yang menjelaskan beberapa hal mengenai hotel di tempat itu.


Saat mereka sudah tiba di pintu kamar yang merupakan kamar VIP, sang Manager hotel berkata, "saya harap Nyonya juga menyempatkan waktu untuk berdiskusi dengan kami, Karena bagaimanapun kami harus melaporkan segala sesuatu tentang hotel ini pada nyonya."


Ucapan manajer hotel langsung membuat Indri mengerutkan keningnya karena dia tidak mengerti mengapa manajer hotel itu harus melaporkan segala sesuatunya pada Venus, sementara Venus tidak ada hubungan apa-apa dengan hotel tersebut.


Tetapi Venus yang ada di sana, dia tahu bahwa hotel tersebut telah menjadi miliknya karena diberikan oleh suaminya, sehingga perempuan itu menganggukkan kepalanya dengan pelan, "akan ku hubungi nanti," ucap Venus sebelum dia menggerakkan tangannya untuk membuka pintu.


Tetapi, belum saja pintu terbuka saat pintu di sebelah juga sudah terbuka lalu dua orang keluar dari kamar hotel tersebut dan menghentikan langkah mereka menatap Venus.

__ADS_1


Haruka terkejut mendapati Venus bisa berada di area tersebut, Padahal tempat VIP ialah tempat yang dijaga dengan ketat, untuk pergi ke lantai VIP harus menggunakan sebuah kartu khusus agar bisa menekan tombol lantai VIP.


Oleh sebab itu, Haruka dengan cepat berkata, "apa yang kalian lakukan di sini?!"


__ADS_2