
Dummb dumbb dumb!!
Dummb dumbb dumb!!
Dummb dumbb dumb!!
Suasana pesta di taman masih berlangsung, tetapi tiba-tiba saja semua musik yang diputar begitu keras dihentikan oleh seseorang tanpa aba-aba.
Hal itu membuat semua orang menatap ke arah sumber suara dan melihat seorang pria sudah berdiri di sana sambil memegang sebuah mic.
"Karena adanya keadaan darurat, semua tamu dipersilakan untuk kembali ke kamar masing-masing," ucap sang pria yang merupakan salah satu pria yang bekerja pada Tuan Dell.
Hal itu membuat Amora mengerutkan keningnya lalu dia pun segera berjalan ke arah pria yang kini meletakkan micnya.
"Apa yang terjadi?" Tanya Amora.
"Tiba-tiba terjadi sesuatu pada Nyonya muda pertama, jadi semua acara diminta untuk dihentikan, dan semua tamu harus kembali ke kamarnya. Tetapi masalah Nyonya muda tidak boleh diberitahukan pada sembarang orang," ucap sang pria langsung membuat Amora melototkan matanya dengan mulut menganga menatap pria di depannya..
__ADS_1
Meski begitu, Amora tetap menganggukkan kepalanya lalu dia mengambil mic yang tadi digunakan oleh sang pria lalu dia pun menatap ke arah orang-orang yang kini masih kebingungan di tempat mereka.
"Aku minta maaf untuk semuanya, tetapi acara hari ini sampai di sini saja, silakan semuanya kembali ke kamar masing-masing, dan acaranya akan dilanjutkan besok hari sesuai dengan jadwal," kata Amora dengan nada suara yang begitu menyesal.
Maka semua orang pun bersikap patuh, mereka dengan cepat pergi secara tertib dari tempat itu untuk kembali ke tempat istirahat mereka masing-masing.
Amanda juga kembali, namun dia bersorak dalam hati karena tidak terjadi apa-apa sampai acaranya selesai.
'Semua orang pasti berpikir bahwa Venus hanya secara tidak sengaja meminum minuman dengan kadar alkohol paling tinggi, itu sebabnya sampai sekarang tidak terjadi apa-apa. Mereka menghentikan acaranya hanya karena cemas bahwa akan ada korban kedua seperti yang dialami oleh Venus,' ucap Amanda dalam hati yang merasa begitu senang karena akhirnya dia bisa membalaskan dendamnya meski tidak bisa mempermalukan Venus, Tetapi dia berhasil membuat perempuan itu berada di ambang hidup dan mati.
Meski begitu, Amanda tetap membuka pintu kamarnya dan melihat Rio sudah berdiri di depan lalu pria itu langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu kamarnya.
"Apa yang sudah kau lakukan pada Venus?" Tanya Rio yang sudah mendengar dari salah satu kenalannya yang datang ke tempat itu bahwa mereka melihat Danang membawa perempuan yang diduga sebagai Venus di dalam lift dan terlihat ada noda darah di selimut nya.
Hal itu membuat Rio langsung memikirkan Amanda sehingga dia pergi mencari perempuan itu ke arah taman, namun tidak mendapati Amanda di taman sehingga dia kembali ke kamar Amanda.
"Memangnya apa yang terjadi pada perempuan itu sampai kau bertanya seperti itu padaku?" Tanya Amanda dengan nada suara acuh tak acuh sambil berjalan ke arah meja rias lalu dia duduk di sana mengambil pembersih muka untuk membersihkan make up nya.
__ADS_1
"Seseorang mengatakan kalau dia melihat Danang membawa seorang perempuan yang diduga Venus, dan perempuan itu dibungkus oleh selimut yang dipenuhi darah!" Ucap Rio sangat mengejutkan Amanda sehingga perempuan itu langsung berbalik menatap Rio dengan tatapan terkejutnya.
"Da,, darah?! Kau bilang ada darah?" Tanya Amanda yang tidak mengerti dari mana darah berasal ketika dia hanya memberikan alkohol dengan kadar yang begitu tinggi pada Venus.
"Ya, Apa kau yang melakukannya?" Tanya Rio.
Amanda langsung menggelengkan kepalanya, "tidak! Aku hanya memberikannya alkohol dalam kadar yang begitu tinggi, Jadi tidak mungkin minuman itu membuatnya mengeluarkan darah! Kalau begitu, jangan-jangan ketika dia bersama suaminya meninggalkan tempat acara, Dia mungkin terjatuh sehingga terluka?" Ucap Amanda sambil tersenyum senang.
"Ha ha ha... Dasar benar-benar sial, kalau begitu Bukan salahku Kalau dia sampai mati, Sepertinya itu kesalahannya sendiri sehingga dia mengalami luka yang membuatnya berdarah," ucap Amanda yang merasa bahwa saat ini dewa sedang berpihak padanya sehingga rencananya berjalan dengan mulus dan bahkan Venus sampai terkena sebuah karma yang berasal dari tempat lain.
Sementara Rio yang ada di sana yang melihat ekspresi Venus, dia jadi yakin bahwa bukan perempuan itu yang melukai Venus sehingga dia pun menarik sebuah kursi kosong sambil berkata, "baguslah kalau bukan kau yang melakukannya, karena kalau sampai kau yang melakukan Aku tidak tahu bagaimana kita akan mendapat perlakuan dari keluarga Dell."
Amanda tersenyum kecut, "kan sudah kubilang padamu, semuanya akan berjalan dengan sangat baik dan setiap kali aku melakukan sebuah rencana, semuanya berjalan begitu mulus tanpa ada satupun kecurigaan dari orang-orang. Saat ini Venus pasti berada di lantai 3 di ruang kesehatan, Sepertinya kita harus pergi ke sana, berpura-pura saja pergi untuk mendapatkan obat tidur," ucap Amanda kembali memakai make up nya karena dia penasaran Bagaimana situasi di tempat itu.
Rio yang melihat perempuan di depannya juga merasa bahwa mereka perlu mengecek situasi, sehingga dia pun dengan cepat menganggukkan kepalanya lalu mendapatkan kembali mantel Amanda.
"Gunakan ini," ucap Rio sebelum mereka meninggalkan kamar untuk pergi ke lantai 3.
__ADS_1