Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
51


__ADS_3

Setelah Venus tiba di kafe yang menjadi tempat pertemuannya dengan seorang perempuan dari perusahaan orang tuanya, maka Venus pun memberitahu pelayan agar menyiapkan jamuan yang terbaik di cafe tersebut.


Setelah berbicara dengan pelayan, Venus duduk di sebuah meja sambil memainkan ponselnya.


Dia menunggu sekitar 10 menit sampai seorang perempuan memasuki cafe lalu berjalan ke arah Venus. .


Venus pun menyimpan ponselnya lalu menatap perempuan di depannya yang tampak sangat sopan terhadapnya.


"Maaf terlambat, ada sesuatu yang perlu ku selesaikan di perusahaan sebelum aku datang kemari. Tapi nona Venus, saat ini keadaan perusahaan sedang tidak baik karena saat ini yang mengatur segala perusahaan adalah ibu tiri Nona Venus yang membuat banyak hal tidak berjalan sesuai dengan kebiasaan dahulu perusahaan," ucap perempuan di depan Venus yang merasa bahwa Venus belum mengetahui apa-apa.


"Ah begitu, Lalu, Apakah Nayla masih ada di perusahaan?" Tanya Venus yang sebenarnya merencanakan sebuah hal untuk bekerja sama dengan Nayla.


Nayla adalah tantenya, dan mereka sangat dekat sebelum Venus berpacaran dengan Bimo.

__ADS_1


"Ya, Bu Nayla masih ada di perusahaan, tetapi sekarang posisinya juga tidak terlalu bagus karena meskipun dia memiliki saham di sana tetapi sahamnya berada dalam jumlah yang sangat kecil sehingga dia dengan mudah diatur oleh Sarah," jawab Sang Perempuan.


"Ha begitu, dia sudah memblokir nomorku beberapa waktu yang lalu, jadi bolehkah kau menelponnya sekarang supaya aku bisa berbicara dengannya?" Ucap Venus yang awalnya memiliki masalah dengan Nayla, juga Karena salah paham yang diatur oleh ibu tirinya.


"Ah tentu," jawab perempuan di depan Venus sembari mengambil ponselnya lalu dia pun melakukan panggilan telepon dengan Nayla tanpa lupa memasukkan panggilan tersebut ke mode speaker.


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Drrtt.... Drrtt... Drrtt...


Venus yang mendengarkan itu langsung berkata, "Maaf Kak, ini aku Venus, aku mau minta maaf pada Kak Nayla atas apa yang sudah kulakukan, bolehkah Kak Nayla mengatur waktu untuk bertemu?"


"Apa?! Ini venus?! Aku tidak punya banyak waktu untuk bertemu dengan sembarang orang, akan ku tutup teleponnya!" Jawab Nayla dari seberang telepon lalu panggilan telepon itu diakhiri secara sepihak hingga membuat Venus menghela nafas.

__ADS_1


"Hah,,, Sepertinya dia masih sangat marah padaku, tapi Apakah hari ini Ibu tiriku ada di kantor?" Tanya Venus.


"Ya, dia menjabat sebagai CEO di kantor, jadi tentunya dia selalu ada di kantor." jawab Sang Perempuan langsung membuat Venus menganggukkan kepalanya.


"Kalau begitu, bisakah kau memberikan ku alamat Kak Nayla?" Tanya Venus.


"Ya, tentu saja, tetapi aku pikir dia akan marah kalau aku memberikan alamatnya pada--"


"Jangan khawatir, aku hanya ingin meminta maaf padanya jadi tidak akan memberitahu bahwa alamatnya aku dapatkan darimu," ucap Venus akhirnya membuat Sang Perempuan menganggukkan kepalanya lalu memberikan alamat Nayla pada Venus.


Kedua orang itu pun kemudian makan siang bersama-sama dengan Venus yang terus mengorek banyak informasi perusahaan dari perempuan yang ada di hadapannya.


Hal itu membuat Venus mengetahui banyak informasi perusahaan meski Dia belum mengerti banyak tentang hal-hal yang berhubungan dengan perusahaan, sebab bagaimanapun, selama ini dia tidak pernah mengurusi masalah perusahaan karena ayah dan ibunya lah yang mengurus masalah perusahaan.

__ADS_1


Bahkan setelah ayahnya meninggal, Dia juga tidak pernah mengurusinya karena dia sepenuhnya percaya pada ibu tirinya, sebab ibu tirinya memperlakukannya dengan sangat baik.


Meski begitu, Venus berusaha mencatat segala sesuatu yang dikatakan perempuan di depannya karena ia berniat untuk membicarakannya dengan suaminya untuk mendapatkan beberapa masukan dan tentunya pelajaran berharga dari suaminya yang merupakan orang berbakat di bidang bisnis.


__ADS_2