
"Apa?! Apa yang dilakukan polisi di sini?" ucap Hana ketakutan.
"Mungkin ini hanya pemeriksaan hotel biasa,"! Kata Haruka berusaha menenangkan dirinya sendiri.
🧕🧕🧕
Ding dong!
Ding dong!
Bel kamar kembali berbunyi hingga membuat Bimo akhirnya membuka pintu kamar dan melihat beberapa polisi berdiri di depan mereka.
Salah seorang polisi memegang foto di tangannya sebelum dia menganggukkan kepalanya pada rekan-rekannya hingga para polisi itu pun dengan cepat menerobos dan menangkap Hana.
"Apa yang kalian lakukan?!!" Teriak Hana berada dalam kepanikannya Setelah dia diseret oleh para polisi.
Apalagi saat itu tangannya langsung diborgol hingga membuatnya berusaha meronta-ronta, Namun karena ada dua polisi yang memeganginya di sisi kiri dan kanannya, dia tidak bisa melakukan apapun.
__ADS_1
Haruka yang ada di sana terdiam di tempatnya, dan saat ini dia berada dalam keadaan gemetar karena terlalu takut pada Venus.
Karena Venus lah Hana akhirnya ditangkap dan mereka semua dipermalukan di luar negeri serta mendapat kekacauan yang belum pernah mereka alami sepanjang hidup mereka.
Bimo pun sangat terkejut, Tetapi dia masih bisa mengendalikan dirinya sehingga dia bertanya pada polisi, "Apa yang sebenarnya terjadi?"
"Perempuan itu ketahuan membawa obat terlarang. Kami menangkapnya, dan kalian berdua, karena kalian juga bersama-sama dengannya maka kami perlu keterangan dari Anda, silakan ikuti kami." Ucap polisi di depan Bimo langsung membuat Bimo mengerutkan keningnya.
"Kami berasal dari negara xx, dan istri saya ini adalah seorang model, Jadi kami tidak bisa sembarang bertemu dengan publik. Bisakah kalian menunggu sebentar dan kami akan melakukan panggilan telepon untuk mendapatkan pengawal kami?" Ucap Bimo.
Polisi yang berdiri di hadapan Bimo tampak berpikir beberapa saat sebelum dia menganggukkan kepalanya, "Baiklah, kalau begitu kalian diberi waktu 15 menit." Ucap polisi itu sebelum dia keluar dari kamar dan berjaga di depan kamar tersebut.
Setelah duduk di sofa, Haruka yang gemetar kini berkata, "Apa yang akan terjadi berikutnya?"
Bimo bisa melihat bahwa Haruka kini tampak tidak bisa mengendalikan dirinya, Tetapi dia tidak punya waktu untuk mengurusi hal tersebut dan memilih mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang.
"Halo?" Jawab ke orang pria dari seberang telepon yang merupakan kuasa hukum agensi mereka.
__ADS_1
"Kami sedang ada di luar negeri dan Hana tersandung oleh kasus membawa obat-obat terlarang, cepat hubungi duta negara xx di sini agar membantu kita! Akan sangat buruk kalau masalah ini sampai terbongkar keluar!" Kata Bimo.
"Apa?! Bagaimana bisa? Kalau begitu aku akan mengurusnya sekarang," ucap pria dari seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri.
Haruka yang mendengarkan percakapan suaminya kemudian menatap pria itu sambil berkata, "apa katanya?"
"Dia akan mengurusnya,," ucap Bimo sambil mencari sebuah kontak lain dalam ponselnya lalu melakukan panggilan telepon.
Drrtt... drrtt.. drrt...
"Halo Tuan," jawab seseorang dari seberang telepon.
"Datang ke hotel Xm dalam waktu 5 menit!" Perintah Bimo pada orang di seberang telepon yang mana orang itu adalah pengawal yang mereka bawa dari negara mereka, tetapi karena situasi darurat maka mereka tetap tinggal di hotel saat mereka keluar dari hotel untuk pergi ke gedung a.
"Baik Tuan," jawab pengawal di seberang telepon sebelum panggilan telepon itu diakhiri lalu Bimo mengangkat wajahnya menatap Haruka.
"Kau jangan terlalu cemas, kita bisa membuat bahwa kita tidak ada hubungannya dengan obat terlarang itu, lagi pula Hana membeli obat itu atas namanya sendiri, tidak ada hubungannya dengan kita. Dia juga tidak memiliki bukti keterlibatan kita saat dia menggunakan obat itu untuk meracuni Venus jadi tidak perlu ada yang dikhawatirkan," kata Bimo.
__ADS_1
"Benarkah? Tapi kalau Hana sampai putus asa, dia bisa mengatakan segala rahasia kita yang selama ini ia pegang, apalagi tentang hubunganmu dengan Venus!" Ucap Haruka yang kini sangat khawatir tentang hal tersebut.
"Dia tidak akan mengatakannya, aku akan berbicara dengannya nanti saat kita tiba di kantor polisi!" Kata Bimo dijawab anggukan kepala Haruka meski saat itu Haruka masih begitu takut akan apa yang terjadi.