
Bab 159. Istri hot tuan danang
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Drrriiingg.... Drrriiingg.... Drrriiingg....
Venus sedang berolahraga di sebuah game di negara J ketika ponselnya yang diletakkan di dekatnya tiba-tiba saja berdering.
Perempuan itu kemudian menoleh ke arah ponselnya, dan saat itu dia merasa malas untuk turun dari treadmill yang sedang ia gunakan berolahraga.
Untung saja, ada suaminya di sana yang langsung mengambil ponsel tersebut Lalu menyerahkan ponsel itu padanya.
__ADS_1
"Terima kasih sayang," ucap Venus dijawab anggukan Danang sebelum Danang kembali lagi melanjutkan olahraganya.
Maka Venus pun dengan cepat mengangkat panggilan telepon itu.
"Halo kak Nayla," kata venus menjawab panggilan telepon tersebut.
"Bagaimana kabarmu di negara J? Semuanya baik-baik saja kan?" Tanya perempuan dari seberang telepon membuat Venus tersenyum, sebab kemarin perempuan itu juga menelponnya dan menanyakan kabarnya.
"Semuanya baik-baik saja, sekarang aku bersama dengan suamiku ada di gym, Bagaimana dengan Kak Nayla dan juga keponakanku yang manis?" Tanya Venus sambil menghentikan laju treadmill-nya karena ia ingin fokus pada panggilan teleponnya bersama dengan Nayla.
"Apa itu Kak?" Tanya Venus sambil berjalan ke arah tempat istirahat lalu mengambil sebotol air minuman dan meneguknya sambil membagi fokusnya mendengarkan perempuan dari seberang telepon.
"Tadi siang Haruka mengalami kecelakaan di jalanan, dia menabrak banyak sekali pejalan kaki dan membuat kekacauan di lampu merah sampai akhirnya dia bunuh diri di dalam mobil. Selain itu, baru-baru ini aku mendapatkan informasi dari pak Andri bahwa sara juga bunuh diri di apartemennya," ucap Nayla dari seberang telepon membuat Venus terdiam sejenak memegang erat botol air mineralnya.
__ADS_1
"Kak,, mereka berdua meninggal?" Tanya Venus.
"Ya, mereka berdua sudah meninggal, dan selain itu, Bimo juga ditemukan di apartemennya dalam keadaan yang sangat buruk, saat ini ia masih dirawat di rumah sakit, namun dokter mengatakan bahwa mungkin saja dia tidak akan bertahan lama." Ucap Nayla.
"Astaga,," Venus menutup mulutnya dengan sebelah tangannya dan dia memejamkan matanya selama beberapa saat sebelum dia lanjut berkata, "kalau begitu aku minta tolong pada Kak Nayla untuk mengurus pemakaman mereka berdua, Karena aku tahu mereka tidak akan diperdulikan oleh keluarga mereka. Kalau Kak Nayla membutuhkan dana, nanti akan ku transferkan pada Kak Nayla," ucap Venus yang meski dia sangat membenci kedua orang itu, namun dia tetap merasa bahwa dia harus membantu kedua orang itu.
"Kau tenang saja, aku akan mengurus semuanya," ucap Nayla.
"Terima kasih Kak Nayla," kata venus sebelum mereka mengakhiri panggilan telepon itu dengan Venus yang kemudian duduk diam di tempatnya.
Danang yang sementara berolahraga langsung menghentikan olahraganya lalu dia menghampiri istrinya, "Apa kau baik-baik saja?" Tanya Danang yang merasa cemas pada istrinya kalau kalau perempuan itu mungkin baru saja mendapat berita buruk.
"Hah,," Venus menghela nafas dengan berat, "aku hanya terkejut mendengar berita bahwa Haruka dan Ibunya baru saja meninggal dunia karena bunuh diri," ucap Venus.
__ADS_1
Danang langsung mengulurkan tangannya memegang tangan istrinya, ia memberi semangat pada perempuan itu, "itu sudah menjadi takdir mereka, Jadi kau tidak perlu merasa bersalah atas apa yang mereka alami." Ucap Danang yang cermas bahwa istrinya mungkin akan merasa bersalah setelah kematian dua perempuan itu.
Venus menganggukkan kepalanya, "ya, apa yang kau katakan itu benar. Kak Nayla sudah mengurus pemakaman mereka," ucap Venus.