
Venus di bawah pergi oleh Danang ke sebuah Padang luas yang dipenuhi oleh bunga-bunga.
Saat itu, langit sangat cerah dengan bulan yang bersinar terang serta bintang-bintang yang kerlap-kerlip indah di sana sehingga ketika mereka tiba di Padang, meski saat itu hari sudah malam, tetapi mereka masih bisa melihat cahaya bulan yang dipantulkan oleh bunga-bunga berwarna putih yang saat ini sedang mekar begitu sempurna.
"Wah,,, tempat ini sangat indah," ucap Venus sembari turun dari mobil yang membawa mereka dan dituntun suaminya berjalan ke arah Padang bunga.
"Bunga-bunga di sini hanya mekar setahun sekali, dan saat mereka mekar, hanya bertahan selama satu bulan saja," ucap Danang membuat Venus begitu kagum melihat bunga-bunga yang ada di sana.
"Aku sangat beruntung hari ini bisa berada di tempat ini sehingga bisa melihat bunga-bunga ini, semuanya tampak sangat cantik," ucap Venus sambil mengulurkan tangannya menyentuh 1 kelopak bunga yang terletak di sana tetapi dia tidak memiliki sedikitpun pikiran untuk memetiknya karena dia tidak tega untuk merusak keindahan bunga-bunga itu.
"Berdirilah disana, biar kudapatkan fotomu," ucap Danang langsung membuat Venus berjalan 4 langkah ke depan lalu dia pun berdiri sambil berpose dengan suaminya yang kini mengeluarkan kamera ponselnya lalu mendapatkan beberapa fotonya.
__ADS_1
Cekrek cekrek cekrek...
"Sekarang gantian, biar aku juga memotret mu," kata venus langsung membuat Danang juga berdiri di tempat Venus tadi berdiri lalu fotonya diambil oleh Venus.
Cekrek cekrek cekrek...
"Sangat indah," kata venus berjalan menghampiri suaminya lalu memperlihatkan hasil foto yang ia dapatkan.
Setelah puas melihat-lihat foto mereka, Maka keduanya pun berjalan bersama mencari tempat yang nyaman untuk duduk, sehingga ketika mereka berada di tengah-tengah Padang bunga tersebut, keduanya pun langsung duduk di tengah-tengah taman tersebut dengan Danang yang langsung membaringkan tubuhnya.
Maka Danang langsung berdiri sambil berkata, "tidak ada bunga yang tumbuh di sini."
__ADS_1
Melihat tempat berbaring suaminya memang tak ada bunga, saat itulah Venus menyadari bahwa di sekitar mereka memang tak ada bunga sehingga perempuan itu ikut membaringkan tubuhnya di samping suaminya lalu mereka menatap langit malam yang terlihat begitu cerah.
Sambil berbaring menatap langit, Danang berpikir dalam hati, 'haruskah ku katakan masalah keguguran yang dialami oleh istriku?' ucap Danang dalam hati yang merasa bahwa saat ini mungkin adalah momen yang tepat Tetapi dia masih tak tega untuk mengatakannya pada perempuan itu.
Sementara Danang masih berpikir, tiba-tiba saja Venus memutar badan ke arahnya lalu perempuan itu menatap suaminya dengan, intens, "sayang, Bagaimana Kalau sebelum kita kembali ke negara xx, kita pergi dulu ke pulau peninggalan ibu?" Ucap Venus.
Danang mengulurkan tangannya membelai rambut istrinya sambil tersenyum, "tentukan aku akan mengaturnya, kalau begitu kita harus pulang lebih awal," ucap Danang membuat Venus merasa sangat senang.
"Terima kasih sayang," kata venus yang ingin pergi memberi penghormatan terhadap ibu mertuanya dulu sebelum dia kembali ke negaranya, karena dia cemas bahwa ke depan depannya akan sulit baginya untuk kembali ke negara J sebab ada banyak pekerjaan yang sudah menunggunya, apalagi saat ini Indri telah kembali lebih dulu ke negara c dan beberapa kali mengirimkannya schedule yang terus diperbarui karena kepulauan mereka yang terus ditunda-tunda.
Melihat istrinya yang sangat senang, maka Danang menjadi semakin merasa bersalah karena menyimpan rahasia dari perempuan itu, sampai akhirnya dia memutuskan untuk mengatakan semuanya.
__ADS_1
"Sayang, Bagaimana menurutmu tentang memiliki seorang anak?" Tanya Danang pada Venus.
😻😻😻 Bocoran bab berikutnya tersedia di YouTube dengan #novelToraja.