Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
40


__ADS_3

Setelah selesai makan siang, Venus kembali ke perusahaan untuk membaca naskah-naskah yang belum ia pelajari.


Sampai sore hari, Venus terus berada di ruang tersebut sampai Venus pun meninggalkan agensi pada pukul 16.00.


Saat berada dalam mobil, Venus menulis sebuah pesan pada suaminya, *Hari ini aku pergi ke rumah untuk mengusir beberapa tikus dari dalam rumah. Jangan menungguku di rumah dan segera makan malam saat Kau tiba di rumah,* ketik Venus lalu mengirimkan pesan itu pada suaminya Sebab Dia sudah berpesan pada kepala pelayan agar menyiapkan makan malam untuk suaminya.


Setelah selesai mengirim pesan, Venus pun mengirim pesan pada seseorang yang akan mengatur beberapa orang untuk menemaninya pergi mengusir tikus karena dia cemas mungkin Sarah akan menyiapkan beberapa orang untuk mengusirnya dari rumah itu.


Maka dalam beberapa menit terus berada di mobil, akhirnya Venus tiba di depan sebuah rumah yang merupakan rumah keluarganya.


Perempuan itu turun dari atas mobil dan memandangi rumahnya yang cukup Megah karena dia memang berasal dari keluarga kaya meski kekayaannya tidak dapat dibandingkan dengan kekayaan yang dimiliki oleh suaminya.


"Nyonya sudah datang," ucap seorang pria berseragam polisi menghampiri Venus hingga Venus menatap pria tersebut dan melihat selain polisi itu masih ada tiga polisi lain yang juga berada di sana.


"Apakah kalian polisi yang disewa oleh pengacara ku?" Tanya Venus langsung membuat sang polisi menemukan kepalanya.


"Benar sekali, perkenalkan saya Andarias," ucap polisi di depan Venus sembari menyerahkan sebuah kartu nama miliknya.

__ADS_1


Venus memperhatikan kartu nama itu dan melihat cap polisi yang ada di sana hingga dia menganggukkan kepalanya sembari berkata, "Kalau begitu, kita bisa masuk sekarang. Tetapi sidik jariku sudah tidak terdaftar lagi pada pintu gerbang, Jadi bagaimana kita akan masuk?"


Sang polisi tersenyum, lalu dia pun berjalan mendekati gerbang dan menekan bel yang ada di sana.


Tak berapa lama, speaker yang terletak di bawah bel tersebut kemudian berbunyi, "siapa?"


Venus langsung mengerutkan keningnya kala ia mendengar suara yang berbicara dari bel tersebut ialah suara milik ibu tirinya.


"Kami dari kepolisian, Hari ini datang kemari karena ada hal penting yang harus kami lakukan, silakan buka pintunya," ucap Polisi langsung membuat Venus mengangkat sebelah alisnya.


Mereka berjalan mendekat ke arah rumah utama yang ada di kediaman itu sampai akhirnya pintu rumah tersebut terbuka selalu Sarah keluar dari rumah.


Sarah langsung terdiam di tempatnya ketika ia melihat ternyata yang datang ialah Venus yang membawa 4 orang polisi.


"Kau!!! Untuk apa lagi kau datang kemari?!!" Bentak sarah yang tak menyangka bahwa ternyata polisi yang ia izinkan untuk masuk ke rumahnya malah datang bersama-sama dengan Venus.


Venus melemparkan senyumannya pada ibu tirinya, "Tentu saja aku datang kemari untuk mendapatkan apa yang menjadi milikku. Rumah ini adalah warisan dari ibuku, jadi sekarang juga, tolong tinggalkan rumah ini!!!" Kata venus sembari berjalan ke arah kursi yang terletak di depan rumah lalu duduk di sana dengan mata menatap ke arah Sarah.

__ADS_1


Sementara Sarah yang melihat tatapan mengejek yang ditunjukkan oleh Venus, perempuan itu langsung menggertakan giginya sambil berkata, "kau anak tak tahu diri!! Jelas-jelas rumah ini adalah rumahku, jadi kau jangan membuat drama di sini dan cepat keluar dari sini sebelum Aku menelpon polisi untuk menyeretmu dari sini!!!"


Polisi yang ada di tempat itu segera mengukir senyuman di wajahnya, "polisi sudah ada di sini, jadi Nyonya tidak perlu menelpon polisi untuk datang kemari," ucap Andarias langsung membuat Sarah menata polisi itu dan menyadari bahwa saat ini polisi memang sudah ada di depannya.


Tetapi melihat polisi itu datang bersama Venus, maka dia tidak bisa mempercayai polisi tersebut hingga Sarah pun berkata, "bagaimana bisa aku percaya kalau kalian adalah polisi asli dan bukannya polisi jadi-jadian yang dibayar olehnya?!!"


Salah satu polisi yang ada di sana langsung mengeluarkan tanda pengenalnya hingga membuat Sarah mengerutkan keningnya kala ia melihat bahwa foto yang ada di tanda pengenal itu memang sama dengan wajah dari pria yang memperlihatkan tanda pengenalnya.


Venus yang melihat keterkejutan Sarah akhirnya mengeluarkan sebuah berkas dari tasnya lalu menyerahkannya pada Sarah.


"Ini adalah bukti resmi bahwa rumah ini adalah milikku," ucap Venus sembari tersenyum mengejek benar-benar membuat Sarah menjadi semakin kesal.


Tetapi Sarah tetap mengambil berkas dari tangan Venus lalu perempuan itu pun melihat berkas di tangannya dan memperhatikannya dengan begitu seksama.


Wajah Sarah langsung berubah pucat ketika ia melihat stempel resmi yang dikeluarkan oleh pengacara keluarga Venus.


Yang artinya bahwa surat itu tidak dipalsukan dan rumah tersebut telah menjadi milik Venus.

__ADS_1


__ADS_2