Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
139


__ADS_3

Amanda mengikuti Venus sampai ia melihat perempuan itu masuk ke dalam ruang privat nomor 21 dan saat itu juga, manajer restoran yang merupakan Kakak sepupunya kini telah datang menemui Amanda.


"Ada apa kau membuat keributan dengan tamu VIP kita?" Tanya sepupu Ananda.


"Apakah sekarang kau lebih membela perempuan sialan itu daripada adik sepupumu sendiri?!" Bentak Amanda pada pria di depannya.


"Astaga, aku tidak membela siapa-siapa, tetapi perempuan yang baru saja kau bentak itu adalah tamu VIP kita disini, kita tidak boleh main-main pada mereka!" Tegas sang pria yang sudah mengetahui bahwa orang yang berada di dalam ruangan private nomor 21 adalah seorang pria dengan kekuasaan yang sangat luas, Jadi tidak mungkin mereka menyinggung pria tersebut.


Meski dia tidak tahu pasti identitas pria itu, tetapi pria itu memiliki member VIP di restoran mereka, dan kartu member VIP yang dimiliki oleh pria itu bukan kartu yang ia berikan, tetapi kartu yang diberikan secara khusus oleh pemimpin keluarga mereka.


Yang artinya bahwa pemimpin keluarga mereka memiliki kekaguman dan penghormatan khusus untuk tamu tersebut.


Namun Amanda sama sekali tidak peduli dengan omongan sepupunya, perempuan itu berkata, "aku tidak peduli, sekarang juga panggil beberapa orang kemari karena aku akan memberi pelajaran pada mereka!! Tidak mungkin orang yang ada di dalam ruangan itu memiliki kekuasaan yang jauh lebih besar daripada keluarga kita!!!"

__ADS_1


Melihat adik sepupunya yang bersikeras, maka sang Manager hanya bisa menatap pelayan yang ada di sana, "panggil dua orang pria kemari," perintah sepupu Amanda


"Baik Pak," jawab sang pelayan sebelum pelayan itu kemudian pergi dari sana.


2 pengawal yang tadi bersama-sama dengan Venus kini mengerutkan kening mereka dan merasa bahwa perempuan itu akan melakukan sesuatu yang buruk sehingga para pengawal dipanggil ke tempat itu.


Namun ketika dua pengawal tidak tiba, saat itu Amanda hendak memerintahkan mereka untuk melawan dua pengawal Venus ketika sepupunya lebih dulu berbicara pada pengawal tersebut.


"Bawa dia pergi dari sini!" Perintah sepupu Amanda membuat Amanda langsung melototkan matanya, tetapi perempuan itu belum berkata apapun saat salah satu pengawal langsung membius Amanda dan membawanya pergi dari tempat itu untuk diamankan.


Sementara itu, di dalam ruang privat tempat Venus dan Danang duduk, keduanya sedang berbincang-bincang hangat.


"Bagaimana pekerjaanmu pagi ini?" Tanya Danang.

__ADS_1


"Berjalan dengan lancar, bahkan semuanya dilakukan hanya dalam satu kali pengambilan gambar. Kau sendiri bagaimana?" Tanya Venus.


"Lancar juga, setelah jam makan siang aku akan ada meeting, jadi aku tidak bisa menemanimu setelah kita makan siang," ucap Danang yang mana setelah ia kembali dari negara asalnya, pria itu memiliki banyak pekerjaan yang harus diselesaikan karena pekerjaan yang menumpuk selama ia tidak bisa mengerjakan semuanya.


"Tidak apa-apa, setelah ini aku akan kembali ke rumah, nanti malam kau mau makan apa supaya aku bisa menyiapkannya untukmu," ucap Venus.


"Hm, Ada yang ingin kau makan, tapi kau tidak boleh memasak, nanti kau terluka," ucap Danang dengan tegas membuat Venus dengan cepat menganggukkan kepalanya.


"Aku tidak akan memasak, aku akan menyuruh pelayan untuk memasak, tapi aku akan disana untuk melihat mereka," tegas Venus merasa bersemangat.


"Aku mau makan makanan kesukaanmu," kata Danang yang merasa rindu memakan makanan kesukaan istrinya, sebab beberapa waktu terakhir setelah ia menikah dengan Venus ia jadi sering memakan makanan kesukaan perempuan itu dan entah kenapa makanan kesukaan istrinya juga cocok di lidahnya hingga membuatnya rindu.


Sementara Venus yang mendengarkan ucapan suaminya, perempuan itu menatap bingung suaminya, "Kenapa kau jadi ingin memakan makanan kesukaanku?" Tanya Venus.

__ADS_1


"Karena aku suka semua yang disukai oleh istriku, tapi ingat, kau tidak boleh memasak, Kau hanya boleh melihat para pelayan di rumah memasak. Kalaupun kau memasak, kau tidak boleh memegang benda-benda tajam seperti pisau dan dekat-dekat dengan kompor!" Tegas danau yang cemas bila saja perempuan itu akan terluka.


"Jangan khawatir, aku tidak akan memasak," kata venus sambil mengambil sepotong makanannya lalu menyuapi suaminya.


__ADS_2