Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
73


__ADS_3

Haruka dengan cepat berkata, "apa yang kalian lakukan di sini?!"


💄💄💄


Pertanyaan itu langsung membuat Venus tersenyum tipis, "tentu saja kami akan tidur di kamar ini," kata venus sambil mendorong pintu kamar yang ada di hadapannya yang membuat Haruka menggertakan giginya.


Dia tahu bahwa Venus mampu melakukannya untuk mendapatkan kamar VIP, tetapi dia tidak menduga, bahwa tadinya kamar VIP yang hanya tinggal satu yang tersedia di hotel tersebut, salah satunya kini didapatkan oleh Venus yang seharusnya lebih lambat memesan kamar hotel itu dibanding mereka.


Sementara Manager hotel yang ada di sana, ia langsung memberi hormat pada Venus dengan cara membungkukkan badannya sebelum berkata, "kalau begitu Nyonya, Saya permisi sekarang. Kalau Nyonya membutuhkan sesuatu, langsung saja hubungi saya."


Venus menganggukkan kepalanya dengan pelan lalu membiarkan manajer tersebut pergi meninggalkannya, sementara Venus mengambil koper dari tangan Indri lalu dia pun memasuki kamar VIPnya.


Sedangkan Indri dan para pengawal yang ada di sana, mereka masih berdiri di depan pintu sambil menatap ke arah Haruka dan Bimo yang tampak masih terkejut dengan apa yang terjadi.


"Sayangku, Bukankah yang tadi itu manajer hotel?" Ucap Haruka menunjuk pria yang sudah pergi, karena tadi dia sempat membaca tanda pengenal pada pakaian pria itu.

__ADS_1


Bimo menganggukkan kepalanya, "kau benar," ucap Bimo pada istrinya sebelum dia menoleh ke arah Indri lalu lanjut berkata, "Kenapa manajer hotel secara khusus datang mengantar Venus ke sini dan bahkan memperlakukan Venus dengan sangat sopan?"


Indri juga tidak mengetahui jawaban untuk pertanyaan itu, tetapi dia menjawab dengan asal, katanya, "orang yang bijak selalu tahu mana orang yang harus diperlakukan dengan baik dan mana orang yang tidak perlu dilihat. Ah,, aku juga harus masuk kamarku."


Setelah berbicara, maka Indri dengan cepat meninggalkan kedua orang itu dan masuk ke sebuah kamar VIP yang terletak di sana.


Melihat Indri yang sudah berani membantahnya, maka Bimo maupun Haruka menjadi sangat kesal, kedua orang itu berdiri di ambang pintu sambil menatap pintu kamar Indri yang telah tertutup.


"Ini sangat aneh, bukankah kita harus mencari tahunya?" Ucap Haruka.


"Biarkan saja, biarkan dia menikmati waktunya sampai nanti kita membuatnya mengerti di mana posisinya!". Kata Bimo yang malas memikirkan terlalu banyak hal.


Pada saat itu juga, Venus yang ada di dalam kamar terdiam di tempatnya melihat makanan yang ada di atas meja yang sudah disiapkan oleh pemilik hotel di sana.


Setelah beberapa saat, Venus menoleh ke arah seorang pria yang saat itu sedang merapikan barang-barang mereka.

__ADS_1


"Sayangku, kenapa makanan sudah tersaji di sini?" Tanya Venus yang merasa heran.


"Saat kau berbicara dengan orang di luar kamar, saat itulah pelayan hotel datang kemari membawa makanan itu, mereka lewat pintu yang ku tempati datang kemari," kata Danang menunjuk sebuah pintu rahasia di kamar tersebut karena memang kamar tempat mereka berada ialah kamar yang merupakan kamar terbaik di hotel tersebut.


"Ah, begitu," kata venus berjalan ke arah pintu yang ditunjuk oleh Danang lalu dia pun membuka pintu tersebut, dan ternyata di sana ada lift pribadi yang menghubungkan kamar tersebut dengan lantai lain.


"Tadi kau lewat sini, tapi kenapa saat aku datang orang-orang di sini tidak mengenaliku dan malah membawaku ke kamar yang lain?" Ucap Venus Yang merasa aneh dengan hal tersebut.


Bagaimana bisa orang-orang di hotel miliknya sendiri tidak mengenali dirinya?


Pertanyaan itu langsung membuat Danang menatap ke arah istrinya, "Sebenarnya aku menyiapkan kita untuk ada di hotel yang lain, tapi tiba-tiba saja karena kau mengubah tujuan ke sini, maka tadi aku terlambat menghubungi pihak hotel sebab ada telepon yang tiba-tiba saja masuk. Aku juga tidak tahu kalau mereka tidak akan mengenalmu di sini, Padahal mereka sudah tahu nama lengkapmu." Kata Danang yang juga merasa kesal terhadap pelayanan di hotel itu, jadi dia berpikir bahwa mungkin akan ada pembaruan untuk bagian resepsionis hotel tersebut.


Sedangkan Venus yang mendengarkan ucapan suaminya, Dia teringat bahwa di lobi tadi, mereka memang tidak mengatakan namanya karena kamar hotel didaftarkan atas nama Indri.


__ADS_1


BAB 74, 75, 76 otor kasih bocoran di YouTube ya, ketik ajah #NovelToraja nanti bakal muncul kok.



__ADS_2