Istri HOT Tuan Danang

Istri HOT Tuan Danang
90


__ADS_3

Begitu masuk ke dalam truk kontainer, Bimo langsung duduk berjongkok, sementara Haruka dan juga Hana berdiri di dalam kontainer sambil berpegangan pada dinding kontainer karena mereka tentunya tidak bisa jongkok di bawah lantai yang kotor.


Apalagi saat itu Haruka menggunakan gaun yang panjang hanya sampai pada pertengahan pahanya dan juga sebuah high heels tinggi, sehingga tidak memungkinkan baginya untuk berjongkok seperti yang dilakukan oleh Bimo.


"Ini hanya satu menit saja kan?" Tanya Haruka pada suaminya saat ia mulai merasa gerah di dalam kontainer tersebut, sebab di sana tidak ada AC sehingga begitu pengap berada di dalam ruangan yang tertutup.


"Iya, tahan lah sebentar," ucap Bimo yang merasa kesal juga pada Haruka karena sedari tadi perempuan itu terus saja mengeluh, Padahal mereka tidak memiliki pilihan lain selain melakukan ini, lagi pula hanya satu menit saja di bawah keluar lalu berpindah ke mobil yang nyaman jadi tidak perlu terlalu kesal.


"Hah,, awas aja kalau nanti lebih dari 1 menit, sekarang juga mobilnya belum jalan!" Kesal Haruka sambil menggertakan giginya.


Tetapi baru saja perempuan itu menggertakan giginya, mobil kemudian berjalan, namun saat ini mobil langsung di gas dalam kecepatan tinggi hingga membuat ketiga orang yang ada di sana langsung terpental ke belakang.


Buk!


Brak!


"Akhh!!!"


"Ahhh!!!"


Hana dan Haruka langsung berteriak keras karena keduanya langsung terjatuh ke lantai kontainer mobil.


"Sial!! Beraninya kau menimpaku!!!" Teriak Haruka yang kini ditimpa oleh Hana hingga membuat Hana dengan cepat berdiri lalu kembali berpegangan pada dinding kontainer.


"Maaf, aku tidak tahu, karena di sini sangat gelap!" Ucap Hana yang kini tidak tahu di mana letak Haruka karena keadaan gelap di dalam kontainer.


Sementara Bimo, dia langsung meraba-raba dan kemudian memegang istrinya lalu membantu perempuan itu untuk memperbaiki posisinya.


"Awas aja kalau aku sampai kotor, ini benar-benar menyebalkan!" Gerutu Haruka yang saat mereka memasuki kontainer ia memang melihat lantai kontainer sangatlah kotor dipenuhi dengan debu, sehingga dia khawatir bahwa dia mungkin telah terkena debu-debu di lantai.


"Jangan khawatir, sebentar lagi kita tiba," kata Bimo berusaha menenangkan Haruka, karena dia tahu kalau perempuan itu sudah sangat marah, maka dia akan membuat kekacauan yang sulit dihentikan.

__ADS_1


Namun, baru saja Bimo selesai berbicara, mobil kemudian berbelok tajam ke arah kiri hingga Haruka yang saat itu baru berdiri langsung terpental lagi ke arah kanan mobil hingga membentur dinding kontainer sebelum terjatuh ke lantai.


Buk!


Brak!


"Sial!!" Teriak Haruka yang kini merasakan telapak tangannya yang ia gunakan menopang tubuhnya sudah penuh dengan debu.


Tak berbeda dengan Haruka, Bimo dan Hana yang ada di sana juga terpental, tetapi keduanya tidak mengeluh dan mereka hanya berusaha memperbaiki posisi sambil meraba-raba untuk memperbaiki tempat duduk mereka.


Tapi belum selesai memperbaiki tempat duduk, mobil kembali berputar balik di jalanan hingga membuat ketiga orang yang ada di sana kembali lagi terlempar ke sembarang arah karena mereka belum sempat berpegangan.


Sang sopir yang duduk di kursinya tersenyum sambil menjalankan mobilnya, "aku yakin orang-orang itu pasti sedang kesetanan di dalam kontainer, sudah gelap, kotor dan pengap, ditambah lagi mereka yang tidak memprediksi kapan saatnya mobil berbelok tajam," kata sang supir sebelum dia kembali memutar balik mobilnya lalu menancap gasnya dengan cepat menuju sebuah jalanan yang agak sepi.


Setelah beberapa saat, mobil terus berlaju dalam kecepatan yang agak tinggi, Maka sang sopir kembali menekan remnya memperlambat laju mobil hingga terdengar bunyi gedebuk dari belakang.


Pria itu pun melihat jam tangannya, dan karena masih ada beberapa menit sebelum dia berangkat ke gedung a, maka dia kemudian mempermainkan Ketiga orang yang ada di dalam kontainernya selama beberapa menit sebelum dia membawa mereka menuju gedung A.


Begitu tiba di gedung a, pria itu memarkirkan mobilnya dengan rapid lalu melihat sekeliling di mana ada beberapa orang yang lalu lalang di tempat itu, dan dia mengerutkan keningnya bahwa dia melihat seorang artis yang baru saja memasuki ruangan dikawal oleh beberapa pengawal.


"Astaga!" Teriak pria itu terkejut saat ia melihat tiga orang yang ada di sana dari ujung kaki sampai ujung rambutnya telah dipenuhi oleh debu berwarna putih yang menempel di tubuh mereka.


Selain itu, dia juga melihat beberapa bekas muntahan di sana yang kini memenuhi tubuh ketika orang itu.


Huekkk!!!


Hana yang ada di sana langsung memuntahkan isi perutnya yang sedari tadi bergejolak hingga membuat sang supir menutup mulutnya karena dari dalam kontainer itu bau muntahan orang di sana sangat menyengat.


Haruka yang melihat sang pria yang membuka pintu kamar ia melototkan matanya pada pria tersebut dan hendak berteriak keras ketika Bimo dengan cepat menutup mulut perempuan itu.


"Jangan berteriak atau kita akan menjadi pusat perhatian!!" Bentak Bimo membuat Haruka menjadi kesal.

__ADS_1


Tetapi dia benar-benar tidak mengatakan apapun saat melihat beberapa wartawan ternyata ada di gedung itu untuk melihat-lihat situasi, tetapi karena mobil yang digunakan untuk membawa mereka bukanlah mobil yang akan menarik perhatian, maka tidak ada satupun wartawan yang fokus pada mereka.


Maka ketiga orang itu langsung berpindah tempat ke sebelah kanan di mana pintu sebelah kanan belum dibuka oleh sang pria.


"Kalian sudah sampai, cepatlah keluar!" Perintah sang pria.


"Apa katamu?!! Kau menyuruh kami keluar dengan penampilan seperti ini?!" Geram Hana pada pria di depannya.


Bimo dan Haruka juga sangat kesal tetapi Haruka menggigit keras bibir bawahnya dan menahan diri agar tidak mengatakan apapun, karena kalau ia sudah meledak maka dia tidak akan bisa menahan diri selain melompat ke pria itu dan memukulinya.


Namun Bimo yang ada di sana, dia jelas tahu keadaan bahwa semua ini telah direncanakan oleh Venus sehingga dia dengan cepat mengambil dompetnya lalu mendapatkan beberapa lembar uang dolar dari sana.


"Ambil uang ini dan bawa kami ke tempat aman untuk membersihkan diri, dan sediakan juga pakaian untuk kami, nanti akan ku tambahkan lebih banyak lagi dari yang saat ini kuberikan padamu!!!" Ucap Bimo.


Sang supir yang melihat uang yang disodorkan oleh Bimo, dia jelas tahu bahwa saat ini dia memiliki kesempatan untuk memeras orang itu sehingga dia berkata, "Apa?! Hanya beberapa ratus dolar, Memangnya kau pikir itu cukup?! Denger ya, pihak hotel memberi uang yang lebih baik daripada itu, jadi aku tidak akan menerimanya! Cepat keluar dari mobilku sebelum ku panggil semua orang ke sini!!!"


Mendengar teriakan pria di depan mereka, Maka Ketiga orang yang ada di sana menjadi panik.


"Jangan!! Baiklah, katakan saja berapa yang kau inginkan, aku akan mentransfernya sekarang!!" Ucap Bimo sambil mengambil ponselnya lalu menyalakannya untuk membuka akun perbankan yang ada di ponselnya.


Sang pria yang ada di sana pun tersenyum senang melihat Ketiga orang yang sudah ia pojokkan, "beri aku 1000 dolar sekarang. Nanti saat dalam perjalanan akan ku pikirkan berapa lagi yang harus kalian tambahkan!!" Ucap pria itu langsung membuat Hana melototkan matanya.


Pemerasan!


Meski begitu, tidak mengatakan apapun dan hanya membiarkan Bimo mengurus pria itu dengan mentransfer uangnya sebelum pintu kontainer kembali ditutup lalu mobil tersebut melaju meninggalkan gedung A.


Begitu mobil melaju, Ketiga orang yang ada dalam kontainer bisa merasakan bahwa pria yang membawa mereka sudah agak lebih pelan membawa mobil, sehingga mereka bisa duduk dengan tenang tanpa memperdulikan lagi Bagaimana penampilan.


Meski begitu, Hana yang duduk sambil bersandar di dinding kontainer kini menggertakan giginya, "sial!! Semua ini gara-gara Venus, dia sudah mengatur semuanya!!!" Geram perempuan itu yang tak percaya bahwa semuanya akan berakhir seperti ini.


Mereka bukan hanya gagal melakukan pemotretan dengan LSM, sekarang mereka diperas oleh seorang pria, baru saja mereka mengirim 1000 dolar pada pria itu, entah berapa lagi yang akan diminta oleh pria itu saat mereka sudah tiba di tempat tujuan.

__ADS_1


Bimo juga tak kalah khawatirnya, pria itu berkata, "sekarang aku akan dipecat dari CEO, LSM pasti akan menuntut kita dalam jumlah yang sangat besar karena pemotretannya digagalkan! Sekarang Apa yang harus kulakukan?!!"


Tiga orang yang ada di sana berada dalam kekacauan mereka, namun mereka hanya bisa mengurus emosi mereka masing-masing karena tidak ada satupun di antara mereka yang bisa menghibur yang lainnya karena semuanya memiliki pikiran berat masing-masing.


__ADS_2