
Saat itu, Hana tengah menikmati waktu berendamnya di kamar hotel nya ketika tiba-tiba saja ponselnya berdering.
Dengan malas, Hana menjulurkan tangannya mengambil ponsel yang diletakkan di atas meja lalu dia pun mengangkat panggilan telepon tersebut.
"Halo?" Jawab Hana pada orang di seberang telepon yang merupakan Haruka.
"Sekarang juga, pergi ke toilet lobby hotel dan bawakan aku pakaian ganti!!!" Tegas perempuan dari seberang telepon langsung membuat kening Hana berkerut, karena dia merasa kesal harus menuruti perintah perempuan itu, padahal Sekarang dia sedang menikmati me time nya.
Meski begitu, Hana tidak bisa menolak ucapan Haruka sehingga dia pun mengiyakan permintaan perempuan itu sebelum keluar dari kamar mandi lalu memakai pakaiannya.
Hana pun tak punya waktu untuk merias wajahnya lebih cantik dan hanya menggunakan riasan tipis saja sebelum keluar dari kamarnya lalu pergi ke kamar VIP yang mana dia juga mendapat kartu akses dari Haruka untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu.
Saat Hana sedang mengambil pakaian untuk Haruka, ponselnya kembali lagi berdering memperlihatkan nama pemanggil adalah Bimo.
"Halo?" Jawab Hana.
"Ambilkan pakaianku di kamar dan bawa ke toilet di lobby hotel! Lakukan sekarang juga!!" Vegas pria dari seberang telepon ditutup oleh nada panggilan telepon yang telah dimatikan.
Tut tut tut...
__ADS_1
Hana merasa kesal mendengar nada panggilan telepon yang dimatikan itu, tetapi dia tidak mengatakan apapun dan hanya cepat-cepat mengambil pakaian yang dibutuhkan kedua orang itu sebelum turun ke lobi hotel.
Hana pun segera pergi ke toilet yang ada di sana dan toilet pertama yang ia ketuk ialah toilet pria hingga seorang pria membuka pintu dan untuk cela yang kecil lalu mengulurkan tangannya mendapatkan pakaian dari Hana.
Tetapi saat itu, Hana menutup mulutnya dengan sebelah tangannya karena ada bau yang sangat menjijikan keluar dari toilet itu.
Meski begitu, Hana tidak mengatakan apapun dan hanya pergi ke toilet perempuan lalu membuka pintu untuk masuk ke toilet tersebut.
Namun saat itu, Hana yang baru membuka pintu langsung berbalik menahan rasa mualnya karena bau menjijikan dari toilet itu.
"Apa itu kau?!" Teriak seorang perempuan dari dalam toilet langsung membuat Hana mengerutkan keningnya.
Ia menatap ke arah pintu toilet dan melihat Haruka menjulurkan kepalanya dari dalam penduduk toilet hingga membuatnya tercengang karena perempuan itu tampak baik-baik saja dengan bau menjijikkan dari toilet tersebut.
"Jangan banyak tanya, di sini tidak ada bau apa-apa! Sekarang cepat masuk dan bantu aku berganti pakaian!!" Perintah Haruka langsung membuat Hana memperlihatkan wajah jijiknya untuk masuk ke toilet itu.
Namun dia belum sempat berkata apa-apa ketika pintu sudah tertutup lebih dahulu hingga membuatnya menggertakan giginya.
'Dia yang paling marah setiap kali mencium sesuatu yang tidak enak di hidung nya, tapi kenapa sekarang dia malah betah berada di dalam toilet yang berbau busuk itu?' ucap Hana dalam hati, ia begitu enggan untuk mendekati pintu toilet.
__ADS_1
Sementara Haruka yang ada di dalam toilet, dia yang sudah terbiasa dengan aroma jijik di toilet itu akhirnya kembali membuka pintu karena sudah cukup lama menunggu namun Hana belum masuk juga.
Haruka melototi manajernya, "cepat masuk kemari!!" Bentak Haruka langsung membuat Hana menganggukan kepalanya lalu dia pun masuk ke toilet tersebut.
Baru saja masuk, Haruka langsung merasakan mual yang tak bisa ia tahan hingga dia langsung berlari ke arah salah satu bilik toilet.
Hueekk!!!!
Hueekkk!!
Melihat perempuan itu yang muntah, maka Haruka menggertakan giginya, "Apa kau sedang hamil sampai kau muntah-muntah begitu?" Ucap Haruka sambil mengambil pakaiannya lalu dia pun segera memakainya sambil menatap dirinya di cermin.
Hana yang ada di sana masih belum familiar dengan bau toilet itu, namun ia berusaha menahannya sambil menutup mulutnya dengan sapu tangan miliknya.
"Bantu aku menaikkan resletingnya!" Perintah Haruka langsung membuat Hana membantu perempuan itu meski saat ini wajahnya sudah sangat pucat karena bau yang sangat menyengat pada toilet itu.
Hana terus menahan diri untuk kuat dengan bau jijik di toilet itu sampai akhirnya ia selesai membantu Haruka lalu kedua perempuan itu segera keluar dari toilet.
Begitu keluar, Hana langsung berlari menjauh dari toilet untuk mencari udara segar di taman yang tak jauh dari toilet itu.
__ADS_1
Haruka yang melihat itu hanya menggertakan giginya, tapi dia tidak mengatakan apapun lalu dia pergi menuju lift untuk naik ke kamarnya.
Boocoran bab selanjutnya tersedia di youtube ya.. cukup pakai #noveltoraja untuk menemukannya.