
Cekrek cekrek cekrek....!
Suara kamera yang mengambil gambar terus menghiasi ruang pemotretan yang ditempati oleh Venus.
Meski itu hanya untuk dua lembar majalah, tetapi karena sang fotografer begitu senang mendapatkan gambar yang sangat bagus dari model yang ada di hadapannya, maka pemotretan pun berlangsung selama 2 jam dengan hanya menggunakan dua pakaian.
"Ok,, kerja bagus semuanya!!" Kata Sang fotografer ketika pemotretan sudah selesai hingga semua orang pun langsung bergerak dan membereskan ruangan tersebut.
Venus juga kembali ke tempat duduknya lalu beristirahat di sana sambil meminum minuman yang diberikan oleh Indri.
__ADS_1
April yang sedari tadi memperhatikan Venus dengan semangat bercerita pada Venus, katanya, "Pemotretan ini sangat bagus, dan kau tahu, Ini pertama kalinya aku melihat Heri tidak pernah mengomel dalam sebuah pemotretan. Dia adalah seorang fotografer terkenal dengan bayaran tertinggi di LSM, tetapi dia juga sangat keras dan tidak pernah bersikap baik pada model yang tidak tahu cara berdiri di depan kamera. Kau adalah salah satu orang yang beruntung karena bisa mengambil hatinya!!"
Venus terkejut mendengar ucapan April, perempuan itu menatap April sambil berkata, "benarkah? Aku malah memiliki kesan yang sangat baik padanya saat kami pertama kali berbicara, Aku tidak tahu kalau ternyata dia memiliki sifat yang bertolak belakang dari yang kulihat hari ini."
"Kau ini,,, Apa kau tidak memperhatikan ekspresi semua orang ketika dia memperlihatkan fotomu di layar monitor? Semua orang terkejut, dan selain terkejut dengan hasil fotomu, mereka lebih terkejut lagi karena fotografer yang juga memujimu. Biasanya dia sangat pelit pujian!" Tegas April.
"Astaga, Aku benar-benar beruntung," kata venus sembari mengangkat wajahnya menatap ke arah sutradara yang saat itu sedang menyimpan kamera miliknya.
"Hm,,, entahlah, aku belum memutuskannya, nanti akan ku beritahu padamu. Oya, Bisakah kau memberikan aku nomor manajer mu?" Ucap Venus yang hendak memberikan hadiah pada April sehingga dia perlu alamat perempuan itu ke mas namun dia tidak mau April sampai curiga padanya kalau sampai dia langsung meminta alamat perempuan itu pada April.
__ADS_1
Meski beberapa tahun yang lalu ketika Venus masih aktif di kota P, dia tahu alamat apartemen April, tetapi perempuan itu menduga bahwa April mungkin telah pindah tempat tinggal sehingga dia ingin meminta alamat baru Perempuan itu pada manajernya.
"Ah, tentu saja, akan kukirimkan padamu," kata April langsung mengambil ponselnya lalu mengirim sebuah pesan pada nomor ponsel Venus.
"Terima kasih, Bagaimana kalau kita pergi makan siang bersama?" Ucap Venus.
"Tentu!!! Ayo kita pergi!" Kata April bersemangat langsung membuat Venus menganggukkan kepalanya lalu perempuan itu pun segera berdiri dan pergi ke ruang ganti untuk mengganti pakaiannya.
Setelah selesai mengganti pakaian, Venus kemudian menatap Indri, "aku akan pergi dengan April terlebih dahulu, kita bisa bertemu di hotel nanti," ucap Venus.
__ADS_1
"Tentu saja, kebetulan aku juga mau pergi jalan-jalan untuk mendapatkan oleh-oleh, tapi biarkan para pengawal tetap bersamamu, Aku cemas terjadi sesuatu," ucap Indri yang jelas tahu bahwa Venus ingin menghabiskan waktu berduaan nya saja dengan April, Tetapi dia juga cemas akan keselamatan perempuan itu.
"Baiklah," ucap Venus sambil mengambil tasnya.