
Setelah Venus selesai dirias, perempuan itu pun bersama-sama dengan suaminya yang juga mengantar nya, mereka pergi ke tempat pemotretan.
Danang duduk di sebuah kursi untuk memperhatikan istrinya yang melakukan pemotretan, tetapi seperti biasa sebelum melakukan pemotretan, Venus akan menyapa fotografernya terlebih dahulu dan juga berbincang sedikit tentang konsep pemotretannya.
Setelah selesai berbincang dengan fotografer, barulah Venus mengambil posisi untuk memulai pemotretannya.
"Oke, siap?" Tanya sang fotografer di jawab anggukan Venus.
Pemotretan pun dimulai dengan Danang yang terus memperhatikan istrinya sambil mengukir sebuah senyum tipis di wajahnya.
Cekrek cekrek cekrek....
Venus terus mengganti posisinya, sementara Danang sama sekali tidak bergerak di tempatnya karena tatapannya terpaku pada istrinya.
"Hei lihat pria yang datang bersama Venus, Dia sangat tampan!" Ucap salah seorang perempuan yang bertugas sebagai kru di dalam ruangan tersebut.
Seorang model yang tak jauh dari perempuan itu kemudian menganggukkan kepalanya, "Apakah dia kekasihnya?" Tanya sang model yang merasa penasaran.
"Entahlah, kita tidak tahu dan Venus tidak pernah dirumorkan memiliki seorang kekasih setelah dirinya diselingkuhi oleh seorang pria bernama Bimo."
__ADS_1
"Ah,, tapi mereka berdua terlihat cocok! Lihat pria itu, dia tak berkedip menatap Venus, bahkan di sini ada lebih banyak wanita cantik dan seksi, tapi dia tak pernah melirik siapapun selain Venus!"
Semua orang terus berbicara mengeluarkan pendapat mereka masing-masing sampai pemotretan Venus selesai.
Venus kemudian kembali menghampiri suaminya, "apa kau bosan?" Tanya Venus yang cemas kalau Danang merasa bosan menunggunya.
"Tidak," jawab Danang sambil berdiri.
"Baguslah, aku masih ada pemotretan kedua di sini, berpasangan dengan seorang pria, tapi masih 1 jam lagi, jadi kita bisa beristirahat," ucap Venus sambil menggenggam tangan suaminya menuju ruang rias tempat Venus sebelumnya di make over.
Setelah tiba di sana, Venus dan Danang duduk bersama-sama dengan Indri yang langsung mengambil tasnya lalu berbalik menatap Venus.
"Baik Kak Indri," kata Venus lalu membiarkan Indri keluar dari ruangan.
Setelah pintu di tutup, barulah Danang mengulurkan tangannya menarik istrinya ke pangkuannya, "ayo ku peluk sebentar," ucap Danang.
Venus hanya tersenyum dengan kelakuan suaminya, tapi ia juga merasa senang karena ini pertama kalinya ia melakukan pemotretan di temani oleh seorang pria yang berarti baginya.
Mereka bermesraan selama 30 menit sampai pintu ruangan di ketuk.
__ADS_1
Tok tok tok...
Venus langsung turun dari pangkuan suaminya, "masuk," ucap Venus pada orang di seberang pintu.
Maka pintu langsung terbuka memperlihatkan dua orang penata rias yang masuk ke ruangan.
Mereka adalah dua penta rias yang tadi merias Venus, "kami akan merias Nona Venus untuk pemotretan selanjutnya," ucap sala satu penata rias.
"Baiklah," kata Venus sambil berjalan ke arah kursi di depan cermin.
Setelah Venus duduk di kursi, kedua penata rias dengan cepat melakukan tugas mereka.
"Siapa model pria yang akan melakukan pemotretan denganku?" Tanya Venus yang merasa penasaran karena dia memang belum mengetahui informasi tersebut.
"Ah, namnya Jon Pozzi," jawab sala seorang penata rias.
Venus langsung mengingat seorang model yang dimaksud oleh penata rias, 'bukankah pria itu adalah pria yang pernah melakukan pemotretan denganku di beberapa tahun yang lalu?' ucap Venus dalam hati yang terakhir kali ketika dia bekerjasama dengan model bernama jon pozzi, dia merasa risih dengan pria itu.
Namun begitu, Venus tetap berusaha menenangkan dirinya dan berharap bahwa saat ini pria itu sudah berubah.
__ADS_1
Lagi pula saat ini ada suaminya di sisinya, jadi Venus merasa lebih lega karena akan ada suaminya yang membelanya jika terjadi sesuatu.