
Setelah keluar dari kapal selam, Venus bersama dengan suaminya masuk ke dalam lift lalu mereka naik ke lantai atas.
Saat keluar dari lift, Venus langsung melihat pemandangan yang begitu indah, bahwa ternyata mereka tiba di sebuah pulau yang terlihat begitu indah.
"Apa ini tempat yang kau maksud?" Tanya Venus sambil memperhatikan tempat di mana dirinya berada, selain di sana dipenuhi dengan ladang bunga, juga di tempat itu ada sebuah bangunan yang tampak kecil namun terlihat bahwa desain bangunan itu sangat serasi dengan karakter suaminya.
"Ya, ini tempat kesukaanku, Ayo kita jalan-jalan," kata Danang diangguki oleh Venus hingga Mereka pun pergi bersama-sama ke arah gedung yang berjarak 200 m dari tempat mereka berada.
Untuk pergi ke tempat itu, mereka melewati ladang bunga yang membuat Venus merasa heran bahwa meskipun gedung yang hendak mereka tuju itu gedungnya terlihat mengekspresikan kepribadian suaminya, namun Venus merasa heran dengan banyaknya bunga yang ditanam di pulau itu hingga dia pun menatap suaminya.
"Kenapa di sini kau menanam begitu banyak bunga?" Tanya Venus sambil menikmati semerbak aroma wangi Bunga yang sangat menenangkan.
"Dulunya pulau ini adalah milik ibuku, dan dia menanam banyak sekali Bunga di sini, jadi aku tidak merubahnya. Hanya membangun satu bangunan di tengah-tengah pulau supaya kutempati ketika datang kemari, dan juga beberapa ruangan bawah tanah untuk menjaga pulau ini," kata Danang membuat Venus menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Perempuan itu berpikir bahwa ibu Danang pastilah seorang perempuan yang sangat hangat hingga dia bisa menanam bunga di satu pulau hingga Venus berkata, "Aku jadi penasaran dengan ibumu. Kau belum menceritakannya."
Sambil melangkahkan kakinya, Danang kemudian melepaskan genggaman tangannya pada Venus dan beralih merangkul perempuan itu sambil berkata, "ibuku sangat cantik, dan dia juga sangat baik. Dia sangat hangat dan seorang perempuan yang memiliki hati yang tulus. Tapi dia salah menikah ke dalam keluarga kami, sehingga dia jadi menderita di keluarga kami. Pulau ini adalah mahar yang ia dapatkan dari keluarga Dell. Ini satu-satunya mahar yang Ibu kuterima ketika masuk ke dalam keluarga kami sehingga dia memutuskan untuk menanami pulau ini dengan bunga." Ucap Danang.
"Ah begitu, lalu sekarang ibumu ada di mana?" Tanya Venus yang merasa penasaran tentang keberadaan ibu Danang.
"Aku akan mempertemukanmu dengan nya, ayo kita masuk," ucap Danang karena mereka telah tiba di depan bangunan yang ada di sana hingga Venus pun dengan semangat melangkah masuk ke dalam bangunan tersebut.
Saat tiba di sana, Venus bisa melihat bahwa setiap ruangan yang mereka lewati jika tidak didekorasi dengan warna hitam abu-abu, maka warna lain yang ada di sana adalah abu-abu dan putih atau abu-abu dan hitam.
"Di sini tidak ada meja dan kursi, lalu kalau ada tamu yang datang, di mana mereka duduk?" Tanya Venus yang merasa heran dengan tempat itu.
"Tidak ada tamu yang pernah datang ke tempat ini, Kau adalah yang pertama," ucap Danang sangat mengejutkan Venus.
__ADS_1
"Aku yang pertama?" Tanya Venus tak percaya.
"Ya, selain para pekerja yang ada di sini, maka kau adalah orang pertama yang datang ke tempat ini," jawab Danang sambil membuka sebuah pintu yang membuat Venus mengerutkan keningnya.
Itu adalah ruangan yang paling berwarna di tempat itu, dicat menggunakan warna dasar biru langit dan di dinding-dindingnya ada banyak sekali foto.
Tetapi, di salah satu dinding ruangan itu terletak sebuah meja lalu diatasnya diletakkan sebuah guci yang bertuliskan nama seseorang di sana.
"Ini,,,?" Venus bisa langsung mengetahui bahwa guci tersebut berisi abu seseorang.
"Ibuku," jawab Danang langsung membuat Venus mendekati meja tersebut lalu dia dengan cepat berlutut di sana sambil mengangkat wajahnya menatap foto besar yang terletak di belakang guci.
Foto wanita yang sangat cantik sedang tersenyum ceria memperlihatkan kehangatan perempuan itu semasa hidupnya.
__ADS_1
Maka tanpa menunggu lebih lama lagi, Venus pun memberi penghormatan pada perempuan tersebut diikuti oleh Danang yang juga memberikan penghormatan pada ibunya.