
Di dalam mobil yang disetiri oleh Bimo, semua orang berada dalam pikiran yang kacau setelah mereka diusir dari rumah yang seharusnya menjadi rumah mereka untuk selama-lamanya.
Setelah beberapa menit, Haruka yang benar-benar kesal akhirnya tidak bisa menahan diri untuk terus diam, perempuan itu menata ibunya sambil berkata, "ini semua salah ibu! Seandainya kita tetap mengurung Venus di rumah sampai ulang tahunnya terlewat, maka hal seperti ini tidak akan terjadi! Tetapi ibu malah bertingkah konyol dengan mengusir perempuan itu dari rumah sehingga dia bisa mencari seorang pria untuk menikah dengannya!"
Sarah sangat terkejut dengan ucapan putrinya, perempuan itu juga menatap putrinya lalu berkata, "kau ini!! Bukankah sebelumnya ibu mengusulkan agar kalian menikah tepat sehari sebelum ulang tahun Venus?! Tapi kau yang bilang bahwa kau ingin menikah di tanggal cantik yaitu dua hari sebelum ulang tahun Venus! Sekarang lihat yang terjadi, Venus menggunakan kesempatan pada keesokan harinya untuk mendapatkan akta pernikahannya sehingga dia bisa mendapatkan semua warisannya!"
"A,, apa?!!" Haruka sangat marah melihat ibunya kini menyalahkannya, perempuan itu menggertakan giginya sebelum dia berkata, "pokoknya aku tidak peduli, sekarang Apa yang harus kita lakukan? Ada banyak milik kita yang telah diambil oleh Venus, dan itu membuat kita menjadi semakin miskin!" Geram Haruka yang tidak terima jikalau Venus jauh lebih kaya dari mereka.
Bimo yang sedang menyetir kini juga merasa kesal mendengar dua perempuan yang bersama-sama dengannya terus bertengkar.
Oleh sebab itu, Bimo berkata, "hentikan pertengkaran itu! Kalian membuatku semakin pusing memikirkan semua masalah yang bertubi-tubi menghampiri. Malam ini Kita menginap di apartemenku saja."
Mendengar ucapan suaminya, maka Haruka hanya bisa menghela nafas lalu perempuan itu pun terdiam di dalam mobil hingga ketenangan menghiasi mobil mereka sampai mobil berhenti di sebuah parkiran.
__ADS_1
Tiga orang yang turun dari mobil masing-masing menyeret tiga koper besar memasuki sebuah lift Lalu naik ke lantai 32 dan masuk ke sebuah apartemen yang merupakan milik Bimo.
"Di sini hanya ada satu kamar, jadi ibu sebaiknya tidur di sofa saja," ucap Haruka pada ibunya sembari menarik kopernya ke dalam kamar milik Bimo.
Sarah terdiam melihat kepergian dua orang itu, lalu dia menggertakan giginya, "kalau tahu begini, sebaiknya aku pergi ke apartemen yang tercatat atas nama mantan suamiku!" Kesal Sarah sambil menarik kembali kopernya keluar dari tempat itu dan berniat pergi ke apartemen lain.
Namun saat ia hendak menutup pintu apartemen, Sarah menyadari bahwa di apartemen yang hendak ia tuju, di sana belum ada furniture apapun karena tempat itu tidak dihuni.
Oleh sebab itu, Sarah kembali masuk ke dalam apartemen lalu dia pun meletakkan kopernya secara sembarangan sebelum pergi ke dapur untuk membuat makanan karena dia belum makan malam.
'Dasar!! Semua ini gara-gara ulah perempuan sialan itu!!' gerutu Sarah sambil mengeluarkan ponselnya lalu dia pun memesan makanan secara online.
Sementara Haruka yang ada di dalam kamar, ketika dia melihat suaminya tampak tidak senang atas apa yang terjadi hari itu, maka Haruka pun melepaskan pakaiannya sehingga hanya tinggal pakaian dlm saja.
__ADS_1
Lalu perempuan itu mendekati suaminya sambil menggerakkan pinggullnya dengan begitu indah.
"Sayang, Kau tidak perlu khawatir, meskipun Venus mengambil harta peninggalan ibunya, tetapi harta peninggalan ayah Venus yang tercatat atas nama ibuku juga masih banyak. Lagi pula, aku sudah menjadi model terkenal dan kau adalah seorang CEO jadi tidak perlu khawatir kita akan kelaparan bukan?" Kata Haruka sembari mendaratkan sebuah ciuman di bibir suaminya dan perempuan itu mulai merayu Bimo.
Tetapi Bimo hanya terdiam di tempatnya, dan dia sama sekali tidak tertarik untuk melakukan apapun dengan Haruka.
Hal itu membuat Haruka mengerutkan keningnya karena Ini pertama kalinya ia merayu pria itu namun sama sekali tidak berguna sehingga dia pun semakin mengeluarkan kemampuannya untuk membangkitkan gairah suaminya.
Tetapi dia terkejut ketika tiba-tiba saja Bimo menglurkan tangannya lalu mendorongnya ke samping.
"Jangan mengganggu ku!!" Bentak Bimo sebelum berjalan ke arah kamar mandi lalu pria itu pun menutup pintu kamar mandi dengan keras hingga membuat Haruka menjadi sangat cemas.
Perempuan itu berdiri di tempatnya sambil mengepal kuat tangannya, "ini semua salah Venus, lihat saja bagaimana aku akan membalas perempuan sialan itu!!!" Ucap Haruka dengan penuh amarah.
__ADS_1
Otor kasih 5 BAB, jangan lupa kasih bintang 5 ya...😁