
Bab 123. Istri Hot Tuan Danang
Drrtttttt.......
Bunyi getar ponsel Indri membuat Indri dengan cepat mengambil ponselnya lalu membuka notifikasi dari situs berita entertainment yang ia aktifkan di hp-nya.
"Beritanya sudah keluar," ucap Indri langsung mengabaikan makanannya dan perempuan itu membaca keseluruhan berita yang ada di internet.
"Wah,,, wartawan ini membeberkan semuanya, dia bahkan membandingkan surat keterangan pemeriksaan kedokteran yang asli dan yang palsu. Yang diperlihatkan agensi kita adalah surat yang palsu! Bahkan di Amerika ada foto-foto Bimo dan Haruka yang pergi di pusat perbelanjaan pada hari yang sama dikeluarkannya surat pemeriksaan ke dokter!" Ucap Indri dengan suara yang pelan menjelaskan semuanya pada Venus sambil melirik ke arah Haruka dan Bimo yang masih sementara makan siang dengan romantis.
Indri kemudian meletakkan ponselnya lalu mengambil garpu dan sendoknya sambil berkata, "mereka belum mengetahui beritanya."
Venus tersenyum sambil melirik ke arah Haruka dan Bimo, "mereka akan segera mengetahuinya," ucap Venus yang jelas yakin bahwa agensi mereka akan bergerak cepat dalam masalah ini karena ini sangat mempermalukan agensi mereka.
"Ya, kalau begitu kita harus menunggu reaksi mereka," ucap Indri kembali melanjutkan makannya sambil sesekali menatap ke arah Haruka dan Bimo karena dia ingin melihat kapan kedua orang itu mengetahui berita yang sedang beredar di internet.
__ADS_1
Tetapi saat itu, Haruka dan Bimo menonaktifkan ponsel mereka karena mereka tidak mau diganggu, maka di tempat yang begitu indah dan sangat sulit untuk ditempati sehingga keduanya tetap makan dengan tenang sampai akhirnya makanan mereka telah habis.
Dua orang itu pun berdiri untuk pergi meninggalkan tempat tersebut hingga membuat Indri merasa kebingungan.
Tetapi mereka juga telah selesai makan hingga ketika melihat Haruka dan Bimo telah keluar, maka Venus dan Indri juga segera berdiri lalu mereka menyusul dua orang itu.
"Kalian terlihat sangat senang," ucap Indri saat mereka telah lebih dekat dengan Haruka dan Bimo.
Haruka dan Bimo yang berjalan di depan langsung menghentikan langkah mereka lalu keduanya secara bersamaan berbalik menatap Indri dan Venus.
"Apa yang kalian berdua inginkan?!" Tanya Haruka yang merasa aneh pada dua orang di depan.
Namun Indri yang mendengar pertanyaan Haruka, ia langsung tersenyum, "kami hanya menyapa sedikit, lagi pula kita adalah kenalan, jadi seharusnya tidak apa-apa kalau kita saling menyapa Kalau bertemu di suatu tempat bukan?" Ucap Indri.
"Kenalan?" Haruka tersenyum mengejek, "kita memang kenalan, tetapi hubungan kita tidak sama seperti yang kau pikirkan!" Kata Haruka sebelum dia berbalik merangkul suaminya untuk pergi dari tempat itu.
__ADS_1
Tetapi belum dua langkah keduanya berjalan, Venus berkata, "Sepertinya kalian belum memeriksa ponsel kalian, Aku sarankan kalian untuk melihatnya, ada berita yang sangat menarik yang baru saja keluar!"
Ucapan Venus langsung menghentikan langkah Haruka, dan dia berbalik menatap Venus dan Indri, tetapi saat itu Venus dan Indri telah pergi dari sana menuju ke arah lift yang terletak di sisi lain lantai 88.
"Apa yang mereka maksud?" Ucap Haruka pada suaminya.
"Aku akan mengaktifkan ponselku," ucap Bimo langsung mengambil ponselnya selalu dia pun mengaktifkan ponselnya dengan rasa penasarannya.
Haruka juga tak tinggal diam, ia mengambil ponselnya lalu mengaktifkannya untuk mengetahui apa sebenarnya yang dimaksud oleh Venus dan Indri.
Setelah beberapa saat, akhirnya ponsel mereka telah aktif, namun keduanya sangat terkejut ketika melihat ada banyak sekali notifikasi yang masuk ke ponsel mereka.
Mulai dari panggilan tak terjawab, pesan yang beruntun dan selain itu notifikasi dari berita hiburan serta mention dari orang-orang di sosial media.
"Kenapa ada banyak sekali pemberitahuan?" Ucap Haruka yang berusaha untuk mengetahui salah satu pemberitahuan Namun karena terlalu banyak dan beruntun, kinerja ponselnya menjadi sedikit terganggu hingga membuatnya kesulitan.
__ADS_1
Namun Bimo, dia akhirnya bisa melihat salah satu notifikasi yang masuk ke ponselnya yang pertama ia klik adalah berita terbaru yang mana memperlihatkan sangkalan seorang wartawan internasional terhadap berita yang dikeluarkan oleh agensi mereka.
"Ini,," wajah Bimo menjadi pucat pasi hingga membuat Haruka mengerutkan keningnya menatap suaminya.