
Rapat yang sengit antara perebutan kekuasaan CEO akhirnya berakhir, lalu semua orang meninggalkan perusahaan dengan wajah puas mereka karena akhirnya CEO berpindah posisi ke tangan yang tepat.
Namun ketika semua orang telah keluar, saat itu Bimo dan Haruka beserta Sarah masih tinggal dalam ruangan sambil menatap Venus dengan tatapan tak suka mereka.
"Perempuan sialan, berani-beraninya kau datang mengacau di tempat ini?!!" Bentak Sarah pada perempuan di depannya.
"Mengacau?" Venus tersenyum menghina, "sepertinya ibu tiri sudah lupa kalau perusahaan ini adalah perusahaan milik kedua orang tuaku, jadi aku tidak mungkin datang untuk mengacau di sini tapi aku datang untuk memperbaiki tempat ini dan membersihkannya dari orang-orang yang hanya menjadi beban perusahaan ini." Ucap Venus dengan suara yang begitu lantang dan penuh percaya diri.
Bimo yang ada di sana menjadi sangat kesal, sehingga dia mendekati Venus dan hendak menjamah perempuan itu ketika Nayla langsung menarik Venus ke belakangnya dan memperlihatkan ponselnya.
"Kejadian ini sedang kurekam, dan selain itu di sini ada CCTV, jadi tolong jaga sikap kalian!!" Vegas Nayla membuat Bimo menggertakan giginya.
__ADS_1
"Kau!! Aku akan memperhitungkan masalah ini di luar perusahaan!!" Bentak Bimo sebelum pria itu keluar dari ruangan dengan Haruka yang langsung mengikuti Bimo.
Sarah yang ada di sana juga sangat kesal pada Venus, tetapi ia sadar bahwa benar apa yang dikatakan oleh Nayla bahwa mereka tidak bisa melakukan apapun di dalam ruangan itu Sebab di sana ada CCTV yang merekam Setiap kejadian yang terjadi di tempat itu.
Oleh sebab itu, Sarah hanya bisa keluar dari ruangan itu dengan perasaan kesalnya.
"Dasar orang-orang sinting, berani-beraninya mereka mau menyentuh keponakanku," kesal Nayla sambil berbalik menatap Venus.
"Kau baik-baik saja kan?" Tanya Nayla dengan nada suara khawatirnya pada perempuan di depannya.
"Target sudah meninggalkan ruangan rapat, aku pikir dia akan muncul di luar dalam beberapa waktu lagi, jangan lupa mobilnya di parkir di lantai 3 nomor 2 B!" Ucap Venus pada pria di seberang telepon membuat Nayla mengerutkan keningnya.
__ADS_1
"Siapa yang kau hubungi?" Tanya Nayla.
"Seorang wartawan, dia akan membawa teman-temannya untuk menyambut dua orang itu. Aku juga sudah memberi bocoran pada mereka kalau keduanya mengajukan diri untuk menjadi CEO di tempat ini, jadi aku rasa internet akan kembali heboh dengan berita ini," kata venus sambil tersenyum senang menyimpan ponselnya karena ia tidak sabar melihat dua orang itu menjadi drop karena tekanan yang didapatkan dari serangan jari-jari manusia.
Sementara Nayla yang melihat keponakannya, ia mengerutkan keningnya karena dia merasa bahwa saat ini keponakannya telah berubah dari perempuan yang dulunya sangat pemaaf menjadi perempuan yang terlihat sangat antusias untuk membalas dendam pada orang yang menyakitinya.
Hal itu membuat Nayla menjadi khawatir sehingga dia pun berkata, "Apa kau baik-baik saja?"
Venus merasa aneh dengan pertanyaan tantenya, sehingga dia berkata, "Apa maksud Kak Nayla bertanya seperti itu? Tentu saja aku baik-baik saja, aku malah sangat baik-baik saja."
"Baguslah kalau kau baik-baik saja, aku hanya cemas kalau kau mungkin agak tertekan selama beberapa waktu ini karena apa yang dilakukan oleh Bimo dan istrinya." Ucap Nayla membuat Venus tertawa kecil.
__ADS_1
"Jangan khawatir, hidupku saat ini sangat bahagia, dan aku malah merasa menjadi orang yang paling beruntung karena saat ini semua orang yang ada di sekelilingku sangatlah baik padaku," ucap Venus.
"Baguslah kalau begitu," kata Nayla.